
"hey bos apa tidak apa meperlakukan jon seperti ini terus menerus?maksud ku jika kita terus-menerus seperti ini mungkin dia tidak akan datang lagi"ucap seorang pria.
"apa yang kau khawatir kan aku yakin dia esok hari akan datang lagi dan memberi kita uang lagi yahaha"ucap seorang yang mengalahkan jon.
"kau benar puhahaha"
"yakan yahaha"
"BAM!..."
"SIAPA ITU?!!"teriak seorang pria.
"streeet"
"a-apa y-yang terjadi"ucap seorang pria dengan terkejut.
banyak orang yang ada didalam terkejut akibat suara tadi dan ketika mereka melihat ke arah pintu masuk mereka sangat-sangat terkejut karena di depan pintu masuk kasino tiba-tiba ada seorang pria sedang menyeret penjaga pintu yang sudah pingsan,ternyata pria itu adalah vasko yang sedang mencari orang tua nya.
tubuh vasko dipenuhi darah diseluruh tubuh nya pakaian yang ia kenakan sudah berwana merah akibat percikan darah orang-orang yang sudah ia habisi,tangan kiri vasko sedang membawa penjaga pintu dan tangan kanan nya sedang membawa sebuah pisau yang sudah dipenuhi dengan darah.
raut wajah vasko saat itu sangat datar dan bola mata vasko terlihat sangat kosong tubuh vasko tidak bergetar ketakutan layak nya orang bisa ketika sudah menghabisi seseorang danrasa menyesal bahkan tidak datang kepada vasko setelah menghabisi penjaga itu.
seluruh ruangan hening seketika dan tidak ada orang yang berani bergerak atau pun bebicara sepatah kata pun,vasko lalu berjalan perlahan-lahan menghampiri orang tadi mengalahkan ayah nya,keheningan itu bahkan membuat tetesan darah dari penjaga yang dibawa vasko terdengar sangat jelas.
"clak!.."
"clak!..."
"clak!..."
"b-berhenti,jangan mendekat"ucap orang itu.
"PENJAGA!!PENJAGA!!APA YANG KALIAN LAKUKAN CEPAT HABISI PRIA INI"teriak orang itu dengan ketakutan.
vasko tetap berjalan menghampiri nya dengan menyeret seorang penjaga pintu masuk ditangan kirinya,setelah dekat dengan orang itu vasko lalu bertanya.
"apa jon ada disini?"ucap vasko dengan suara pelan.
"j-jon d-dia sudah pergi tadi"ucap orang itu.
mendengar itu vasko lalu melepaskan penjaga itu lalu berbalik untuk pergi dari kasino itu.
"Celepak...."
"Celepak...."
"cepepak...."
suara pijakan kaki vasko yang menginjak darah bahkan terdengar sangkin hening nya ruangan itu,vasko lalu memengang gagang pintu masuk kasino dan lalu menutupnya dengan keras.
"BAM!..."
beberapa detik setelah vasko menutup pintu keheningan tetap terjadi dan setelah ada seorang wanita yang berteriak barulah kekacauan mulai terjadi.
"aaaaaa!!"
"aaaaa tolong!!"
"kyaaaaaa!!"
"TOLONG!!"
angur-angur yang berada disana berjatuhan dan meja-meja yang disana hancur seketika,orang-orang berlarian kesana kemari,teriakan terdengar dimana-mana,ada yang mengigil ketakutan,ada yang berlari tanpa arah.
ketika mereka membuka pintu keluar mereka lagi-lagi sangat terkejut ketika melihat pemandangan yang ada diluar,puluhan orang tergeletak ditanah bahkan mereka tidak bisa berbicara dan ada juga orang-orang yang pingsan,penjaga pintu tergeletak ditanah dengan luka-luka diseluruh tubuh nya bukan hanya penjaga pintu bahkan penjaga keamanan dan pengawal masing-masing tamu pun ikut tergeletak ditanah.
"a-apa yang sebenarnya terjadi disini"ucap seseorang.
......................
......................
......................
disisi lain feby yang sedang adu mulut dengan orang tua vasko.
"hey nak sepertinya kau benar-benar harus diberi hukuman"ucap orang tua vasko dengan nada kesal.
"a-apa yang kau lakukan"ucap feby.
"Blam!..."
"aaaaaaah!!"
"Blam!..."
"aaaaaaah!!"
"Blam!..."
"aaaaaaah!!"
ayah vasko memukul wajah feby dengan keras hingga membuat feby berteriak kesakitan,feby mencoba memberontak tapi apalah daya cengkraman jon sangat kuat dan itu membuat feby tidak bisa melawan dan terjatuh ketanah.
bahkan setelah feby jatuh ke tanah jon tetap menginjak-injak feby yang sedang tergeletak,jon juga menginjak perut feby hingga feby muntah.
"Blam!..."
"akh"
"uek,uhuk!uhuk!"
"hei hei ini belum selesai kau tahu"
jon lalu memegang kepala feby dengan tangan kanan nya,feby berteriak minta tolong tapi tidak ada yang mendengarnya.
"TOLONG!!"teriak feby
"TOLONG!!"teriak feby
"tolong berhenti,tolong berhenti"ucap feby dengan ketakutan.
"Bruk"
"uuuuuu t-tolong berhenti"ucap feby dengan lemas.
darah perlahan-lahan keluar dari kepala feby, tetesan-tetesan darah jatuh ke tanah feby meminta untuk berhenti tapi jon tetap memukul-mukul dan membenturkan kepala feby ke dinding terus-menerus,jon memukul tanpa henti sampai feby mencekram tangan jon tapi jon dengan mudah mampu melepaskan itu.
"aaaa kau tetap tidak mau berubah ya"ucap jon
tangan kanan jon dicengkram oleh feby tapi dia mampu melepaskan dengan mudah tapi feby kemudian berganti memengang baju jon,jon tidak menghirau kan cengkraman baju nya dan terus memukul feby dengan tanganya darah bercipratan kemana-mana hingga akhirnya perlahan lahan cengkraman feby melemas dan melepaskan nya baju jon.
jon yang menyadari itu lalu berhenti memukul feby dan lalu berkata dengan santai "sepertinya kau sudah cukup belajar ya"jon lalu merobek baju nya dan lalu membersihkan darah yang ada diwajah dan di tangan nya,jon yang sedabg membersihkan wajah nya tiba-tiba mendengar sebuah suara lemah terdengar dari belakang nya.
"f-feby"
suara itu berada dikegelapan dan tidak terkena cahaya,secara perlahan-lahan suara itu semakin keras dan seperti mendekati mereka berdua.
"f-feby"
ketika orang itu mendekati cahaya disitu juga jon mengenali orang itu,jon bahkan tidak terkejut ketika melihat orang itu dan hanya fokus membersih kan darah dari wajah dan tanganya.
"oh ternyata kau vasko"ucap jon.
vasko tidak mendengar ucapan jon(ayah nya) dan mengabai kan dia,vasko melewati nya seperti jon benar-benar tidak ada vasko langsung menghampiri feby yang sudah berlumuran darah dan bahkan wajah nya sudah ancur akibat pukulan dari jon.
vasko lalu mengangkat kan tubuh feby dari tanah dan menyenderkan nya ke dinding mengumaman vasko tidak berubah bahkan ketika bertemu dengan feby yang keaadaan nya sudah berlumuran darah,tapi ada satu hal yang berbeda dari sebelum nya yaitu vasko mengeluar kan air mata dan amarah.
"bunuh!"
"bunuh!"
"bunuh!"
"bunuh!"
"bunuh!"
vasko lalu menghampiri ayah nya dengan amarah yang hebat dan tidak berhenti bergumam satu hal yaitu "bunuh!".
ayah vasko bahkan tidak terkejut atau pun takut ketika vasko marah dan bergumam tentang membunuh nya dia hanya membersih kan darah dan berkata dengan santai"ada apa?"
vasko lalu berlari ke arah ayah nya dan melompat sembari bersiap-siap untuk memukul wajah ayah nya....