A Love Letter

A Love Letter
Eps. 5 Gue yang duluan (Yasha)



Ini kisah Yasha yang diam-diam menyukai ketua kelas merangkap menjadi ketua osis dan ketua tim basket SMA Tunas Bangsa yaitu Aiden Alexander.


Flashback On


Kelas 10 ketika masih jadi siswa baru


"gue boleh duduk di sini" tanya Aiden kepada Yasha. Melihat Aiden "iya boleh kok" jawab Yasha.


"kenalin gua Aiden" ucap Aiden sambil memajukan tangan untuk bersalaman (senyum)


"Yasha" ucap yasha menyambut tangan Aiden.


Hari-hari yang mereka lalui seperti biasa sebagai teman sebangku, mengobrol seadanya, kadang bercanda.


Sampai kepada Yasha yang duluan mengagumi sosok Aiden yang bijaksana, dewasa, pintar dan gampang bersosialisasi dengan orang lain.


"sha besok gue tanding basket, jangan lupa nonton ya. Gue tunggu! " ucap Aiden sambil senyum


Deggg.. Pertama kalinya dia minta Yasha menonton Aiden tanding basket.


Tapi Yasha pandai menyembunyikan perasaannya selalu berekspresi biasa saja, tenang tidak seperti kedua sahabatnya, selalu manampakkan suasana hati kalau lagi bad mood.


Di pertandingan...


Terlihat cowok yang bertanding, yang bermain dengan postur tubuh yang ideal membuat mata-mata siswi SMA Tunas Bangsa meneriaki nama Aiden.


"sha, balik yuk bosen tau" ucap Helena yang kelihatan jenuh. "ya ni gue juga" timpal Anin. Yasha memang sengaja mengajak dua sahabatnya itu. Karena Yasha tidak begitu dekat dengan teman-teman cewek di kelasnya yang berlagak alay, sok ngartis dan suka menggibah.


"kalian duluan aja, gue nungguin sampai selesai" ucap Yasha dengan melihat sahabat nya secara bergantian. "okedeh" ucap Anin dan Helena bersamaan. "nin kita makan aja yuk", "ayok"...


Pertandingan pun selesai di menangi SMA Tunas Bangsa.


Hampir semua siswi minta foto dengan Aiden, Yasha dari kejauhan hanya melihat Aiden di kerumunin gadis-gadis yang begitu berpenampilan modis. Tidak seperti dia yang bernampilan biasa aja, yang tidak suka bernampilan feminim seperti kedua sahabatnya.


Terlihat Aiden melambaikan tangannya ke Yasha, tersontak Yasha kaget dan menunjuk dirinya di balas anggukan oleh Aiden.


Yasha menghampiri dan membawa sebotol air mineral, tapi tidak menawarkan ke Aiden, tapi Aiden langsung mengambil dan meminumnya "gue minta ya, haus banget" ucap Aiden.


"iya" ucap Yasha dengan sedikit senyum


"habis ini lo kemana" tanya Aiden, "pulang" jawab Yasha singkat.


"Bareng gue ya temenin gue ke gramed" ucap Aiden.


Mereka memang terlihat begitu akrab tapi hanya di dalam kelas, dan Aiden memang sering mengajak Yasha kalau hanya ingin ke garamedia untuk membeli buku.


Hanya dengan hal sederhana, Yasha sudah menyimpan perasaan dengan Aiden, karena Aiden merupakan teman pertama laki-laki yang menyapanya di kelas dan suka mengajak Yasha mengobrol, yang kedua yaitu si Bara yang lama kenal dengan Yasha sejak SD, Bara hanya datang ke Yasha jika dia lupa mengerjakan PR.


****


Sekarang kelas 11 mereka tidak sebangku lagi, Aiden duduk dengan teman cowok. Karena Yasha sempat menghindar dari Aiden, karena Aiden pernah pacaran dengan adik kelas, dan hanya beberapa bulan, semenjak Aiden pacaran, Aiden sering curhat ke Yasha, Yasha pun merespon sebisanya, dan pelan-pelan menghindar dari Aiden, sebisa mungkin dia melupakan Aiden. Sampai dia duduk di belakang dengan Bara.


"tumben lo mau sebangku sama gue" tanya Bara sambil main game di ponselnya


"pengen aja, gak boleh" jawab Yasha


"selow dong sha, macam baru kenal aja. Gue sih gak masalah, dari kelas satu kan lo sering tu sama si pintar yang carmuk" ucap Bara


"apa tuh carmuk? " tanya Yasha


"cari muka" balas Bara


" siapa? " "Aiden? "


"siapa lagi" ucap Bara


"lo gak suka sama Aiden?" tanya Yasha


"gak, biasa aja sih" balas Bara.


"gue duduk disini cuma sementara" ucap Yasha


"serah lo" ucap Bara cuek


Flashback Off


Setiap harinya Yasha bertemu Aiden, walaupun gak seakrab dulu, sebisa mungkin Yasha bersikap biasa saja. Walaupun perasaannya masih menyukai Aiden. Sampai kepada Anin yang bercerita bahwa dia menyukai Aiden. Ada rasa cemburu di hati Yasha tapi sebisa mungkin Yasha bersikap biasa saja.


Ketika Anin ingin memberikan surat cintanya ke Aiden, malahan Yasha menunjuk meja Bara. Yasha sudah mengenal Bara sejak mereka di bangku SD, dan tau seperti apa Bara, dia tidak akan mau berurusan dengan wanita.


Jujur saat itu Yasha cemburu, kalau sampai surat itu ke tangan Aiden, Aiden bakalan balas perasaan Anin, secara Anin cantik, dan pintar.


****


TBC