
"Perkenalkan dia Naomi, saya dan Naomi akan melangsungkan pernikahan bulan depan dan dia akan menjadi nyonya di rumah ini" ucap Brian ayah Bara,
Mereka berkumpul di meja makan, terlihat Bara yang duduk berhadapan dengan Brian dan Naomi dengan tatapan datar tertuju ke meja makan yang sudah penuh makan-makanan lezat, serta para pembantu yang berdiri di samping meja makan.
"jika sudah perkenalannya, aku akan pergi" ucap Bara yang beranjak dari tempat duduknya.
"Tidak sopan, kau belum berkenalan dengannya" Ucap Brian dengan dingin, menghentikan langkah Bara dan membalikkan badannya.
"dia Naomi yang akan menjadi....("ibu tiri" batin Bara)... menjadi istri baru seorang Brian Leonardo" ucap Bara
"Kau....
"Mas" ucap Naomi menatap Brian
Naomi kaget dengan pemandangan yang ia lihat, hubungan yang tidak begitu baik antara ayah dan anak.
Bara langsung meninggalkan rumahnya dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang
"aku akan semakin terabaikan" batin Bara
***
Brakkk...
Anin membaringkan tubuhnya di tempat tidur, dengan kaki yang menjuntai di lantai, menatap langit-langit kamarnya.
"lo beneran jauhin gue" tanya Anin sendiri
Anin menghela nafasnya.
"Begitu singkat, tapi kok gue rasa nyaman ya" gumam Anin
"lupakan!!!" ucap Anin
***
Di sekolah..
Anin berjalan dengan santai menuju ruang kelasnya, ia berjalan sendiri karena Anin selalu datang awal di bandingkan sahabat-sahabatnya.
"Anin" sapa sesesorang yang berdiri di pintu kelas. Anin menoleh ke sumber suara.
"Aiden!! gimana keadaan lo? " ucap Anin mendekati Aiden
"gue baik-baik aja kok,..hmmm maafin gue ya, gue gak sengaja" ucap Aiden dengan tatapan sendu
"iya gue tau kok, salah gue juga" balas Anin dengan senyum.
"Emang Anin kenapa?" tanya Yasha yang baru datang
Aiden dan Anin pun melihat Yasha "sha" sapa Anin
"gue gakpapa kok, ada insiden sedikit" ucap Anin
"nanti gue cerita" bisik Anin ke Yasha
***
Ruang kelas 11 IPA 2 hening karena ada kuis mendadak dari pak okka guru Biologi.
"Pak saya izin ke toilet" ucap Anin yang meminta izin karena ingin membuang air kecil yang sedari pagi ia tahan.
"iya, cepetan" ucap Pak okka
"Saya juga pak, izin ke toilet" Ucap siswa lainnya
"tidak boleh, pasti kamu ingin menyontek kan? " ucap pak Okka yang menurunkan kacamatanya.
"ya bapak, kebelet ni pak saya gak nyontek kok, Anin d izinin kok saya gak" protes siswa itu
"Anin itu pintar, dan jujur tidak seprti kamu" jawab pak Okka
"suuzon banget ni guru" gumam siswa itu
***
Anin berjalan melewati koridor sekolah, tidak sengaja ia berpas-pasan dengan Bara yang baru keluar dari ruang BK, seperti biasa peringatan telat datang atau ketahuan merokok di belakang sekolah.
Sekejap keduanya behenti dan saling tatap.. heningg...
Bara yang duluan tersadar langsung melanjutkan jalannya melewati Anin, hembusan angin setelah Bara lewat menyadarkannya. Seketika wajah Anin berubah murung, dan melanjutkan jalannya ke ruang kelas.
***
Kantin sekolah..
"Nin lo utang cerita sama gue" ucap Yasha
Helena pun melihat keduanya bergantian.
"oh itu, gini.......
Anin menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu kepada kedua sahabatnya itu.
"Aiden udah tau ternyata" batin Yasha
"pantasan aja Aiden gak masuk sekolah, dan masih terlihat lebamnya" ucap Yasha dengan wajah khawatir
"Ciee khawatir ni yeee, lo gak bilang awal nin biar Yasha jagain di rumah sakit " ledek Helena
"Ssssttt bawel" ucap Yasha
"btw, lo gak dekat sama Bara lagi dong" tanya Helena ke Anin
Anin menghela nafasnya "ya gitulah, no comment"
***
"hallo"
..........
"ya dengan saya Anindita"
.......
"Apaa!! baik saya akan kesana"
Anin berlari sambil menangis menyusuri koridor rumah sakit, setelah mendapat telpon bahwa kedua orang tuanya mengalami kecelakaan mobil.
"Bagaimana dok keadaan orang tua saya" tanya Anin
"untuk kondisi sekarang ibu mbak tidak begitu parah dan sudah melewati masa kritisnya" ucap dokter
"Alhamdulillah, bagaimana dengan Ayah saya" tanya Anin
"Untuk kondisi Pak Ananta masih kritis, dan kita berdoa saja untuk kesembuhan keduanya" ucap dokter, membuat kaki Anin terasa lemas, dan menduduki tubuhnya di kursi rumah sakit itu.
"sabar non, kita berdoa saja ya" ucap pembantu Anin yang merangkul anak majikannya itu.
....
...
...
"mbok pulang aja, biar Anin jagain Bunda sama Ayah" ucap Anin
"Tapi non, nanti non kelelahan, biar mbok aja jaga tuan dan nyonya" ucap si mbok
Anin menggelengkan kepalanya dan tersenyum "gak kok, mbok tenang aja ya. Biar Anin disini" ucap Anin
"kalau gitu si mbok pulang, besok mbok balik kesini lagi bawa sarapan dan perlengkapan non Anin" ucap si mbok
Anin menganggukkan kepalanya " iya mbok, hati-hati"
.
.
.
.
.
"toilet dimana ya" ucap Anin beranjak pergi karena kebelet.
Kepala Anin menoleh ke kiri dan ke kanan sambil berjalan mencari toilet.
Anin melihat seseorang ia kenal keluar dari ruangan untuk pasien yang di rawat.
"Bara" gumam Anin
"ngapain Bara ada di rumah sakit" gumam Anin lagi
"tau akhh.. gue kebelet. nah tu toilet" ucap Anin mencoba melupakan kebingungannya itu.
TBC