
Terdengar suara hentakan sepatu seseorang yang berjalan memasuki ruang kelas yang masih sepi, hanya terdapat satu orang saja.
"sha, mejanya cowo ganss itu yang mana?" tanya seorang gadis yang datang pagi-pagi sekali ke sekolah hanya untuk menyimpan surat cinta di laci meja cowo yang dia sukai.
Yasha melihat gadis itu datar dan langsung mengalihkan pandangannya ke meja belakang tepatnya di pojok sebelah kanannya. "disitu paling belakang" jawab yasha dengan mengangkat tangan kanannya untuk menunjuk.
Gadis itupun berjalan menuju arah yang diberitahukan yasha. Dan memasukkan suratnya di laci meja dengan sedikit membungkukkan badannya. "what!!! banyak banget sampahnya, hemmm gue buangin deh, biar suratnya keliatan" gumamnya dan berdiri dengan menggenggam setumpuk kertas-kertas yang telah dia ambil di laci meja.
"ngapain lo?" tanya seorang cowo yang memasang wajah datarnya yang berada di belakang gadis itu.
Gadis itupun terkejut dan membalikkan badannya. "emang kenapa?" jawab gadis itu dengan ketus, sebenarnya ia sangat malu. Dan melirik ke arah yasha dan membulatkan matanya seperti mengatakan sesuatu. Yasha hanya mengangkat bahunya.
"ini tempat duduk gue, ngapain lo jongkok-jongkok disitu" ucap cowo itu.
"what?? Ini tempat duduk lo?" ucapnya dengan suara yang keras. Cowo itupun tersontak menutup telinga dengan tangannya. "bukankah ini tempat duduk cowo yang ganss itu" lirih gadis itu.
"wooy suara lo, biasa aja dong" balas cowo itu dengan kesal.
Gadis itu pun berjalan menuju pintu keluar, dan sebelumnya berhenti tepat di samping meja yasha "istirahat lo harus jelasin ke gue" ucapnya dengan kesal. Yasha mendongakkan kepalanya dengan tatapan datar.
***
Gadis itu masuk ke kelasnya dengan menyimpan tas dengan kasar di atas mejanya.
"kenapa lo? " tanya Helena yang terkejut, Helena teman sebangku sekaligus sahabat gadis itu.
"gue kesel sama yasha" jawabnya dengan kesal "masa iya dia kasi tau gue tempat duduk si cowo nachkal itu, bukannya tempat duduk si cowo ganss,guekan mau kasi surat ke... " gadis itu membulatkan matanya dan langsung berlari keluar kelas ingin mengambil surat itu sebelum di baca pemilik meja.
"Apaan sih lo, Anindita gaje tau" teriak Helena yang bingung.
Yaah. Gadis itu bernama Anindita Valya siswi kelas XI IPA 2 SMA Tunas Bangsa. Memiliki kulit putih, berhidung kecil dan sedikit mancung, dengan bibir yang tipis, rambut panjang sebahu dengan tinggi 160 cm. Cerewet tapi sabar dan sayang banget dengan sahabat-sahabatnya Yasha dan Helena. Mereka bersahabat dari SMP dan masuk SMA yang sama karena keinginan mereka, hanya saja Yasha lebih minat di IPS daripada IPA. Walaupun beda kelas setiap istirahat mereka selalu ngumpul makan di kantin sambil ngobrol-ngobrol manjah...
Begitu banyak siswa-siswi yang sedang beristirahat dengan menyantap makanan-makanan katin, terlihat dua orang bersahabat yang duduk berhadapan sambil memakan bakso. Yasha datang mengahampiri kedua sahabat nya.
"sha gila lu ya, masa.. " ucap Anin yang membuka pembicaraan. "Makan dulu bawel" ucap Yasha dengan memotong pembicaraan Anin sambil duduk di bangku kantin. Helena hanya melihat keduanya bergantian.
"aduuuh gue itu bingung tau, dari tadi pagi gue ketemu Anin ngomong gak jelas, terus tiba-tiba diam gak ngobrol sama sekali selama jam pak Okka, gue kan jadi bosen, sekarang ketemu yasha baru deh bersuara, kenapa sih lu pada? " ucap Helena yang bingung dan kesal. Yasha hanya menaikkan bahunya. Dan Anin melanjutkan makannya.
Terlihat segerombol cowo-cowo tampan yaitu genk BANDIT karena mereka terkenal selain ketampanan mereka terkenal dengan nakalnya di sekolah seperti membolos, keluar masuk jam pelajaran, merokok di belakang kelas, dan tidak membawa buku selama sekolah tetapi mereka tidak pernah membully orang yah guyss.
Salah satu dari mereka melirik ke arah Anin, Yasha dan Helena.
"kenapa lo?" tanya salah satu temannya. "bentar gue kesana dulu" jawab cowo itu.
"hai pacar" sapa cowo melihat Anin
Anin dan Helena tersontak kaget dan bingung, tapi tidak dengan Yasha terlihat biasa saja sedikit tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"siapa pacar lo?" tanya Helena ke cowo itu. "dia" tunjuk cowo itu ke arah Anin, "Anin!" kata helena yang langsung melirik Anin. Anin pun kemudian tersedak kuah bakso. "hhukk huuk hukk.." "minum dulu ni" ucap Yasha dengan memberikan air putih untuk Anin.
Selesai minum Anin langsung berdiri "gila lo ya, sejak kapan gue jadian sama lo" ucap Anin ketus.
"Tadi pagi, lo yang nembak gue" ucap cowo itu dengan singkat memasang wajah yang sulit diartikan orang-orang. Sambil mengangkat amplop surat yang dia ambil dari saku bajunya, dan kemudian langsung pergi.
Anin pun membulat matanya dan seketika wajahnya jadi merah.
"Gue gak mau pacaran sama lo Bara Nackal" teriak Anin.
TBC.....