
Bara Leonardo nama cowo yang menghampiri Anin cs. Lelaki yang tampan ketua genk bandit, yang memiliki ekspresi yang sulit di artikan. Bara yang menjadi nakal karena kurang perhatian dari kedua orang tua, ibunya meninggal sejak Bara di lahirkan karena mengalami pendarahan. Ayah Bara yaitu Briano Leonardo menyalahkan kelahiran Bara yang menyebabkan istri tercintanya meninggal dunia dan sang ayah sibuk dengan urusan bisnisnya. Menjadi nakal hanya untuk menarik perhatian ayahnya. Tetapi bukan perhatian yang Bara dapat tapi amarah yang selalu di ucapkan ayahnya dari kecil sampai sekarang yaitu mengaitkan dengan kematian ibunya.
Dari kecil Bara hanya di urusi oleh neneknya yang bernama Brisia dan pembantu rumah tangga keluarganya yaitu mbok Sam dan Bara sangat menyayangi nenek dan mbok Sam karena telah mengurusinya sampai sekarang. Hanya saja nenek Bara sedang melakukan pengobatan di luar negeri tempat tantenya Bara adik dari ayah Bara selama 6 tahun terakhir hanya mengobrol dan melihat lewat video call saja. Tanpa neneknya tahu bahwa Bara sangat badung di sekolah.
***
Lanjut dikantin.......
Semua orang di kantin itu langsung melirik ke asal suara. "Nin, malu tau" ucap Helena yang menutup wajahnya.
"sha, ini gara-gara lo, coba aja lo gak bohongin gue gak mungkin tu surat ke dia". Ucap Anin dengan wajah cemberut sambil duduk kembali.
"sha, lo kok diam aja" ucap Helena masih bingung.
"gue suka sama sama cowo yang lo sukai, itu lebih dulu daripada perasaan lo" ucap Yasha melihat ke Anin
"Apa lo suka sama dia juga, lo kok diam aja kemarin-kemarinkan gue ngomongin dia tapi lo biasa aja" ucap Anin yang kaget mereka menyukai cowo yang sama.
"Hah, Yasha suka sama cowo....Alhamdulillah. lo harus bersyukur nin teman kita yang suka diam-diam bae ini tertarik juga dengan cowo" ucap Helena dengan kegirangan, karena Yasha terkenal cuek dengan yang namanya cowo.
"bentar yang kalian maksut itu Aiden si ketua osis teman sekelas lo kan sha, yang Anin suka. Lo juga suka sama dia? " ucap Helena melihat Yasha. Dan Anin pun diam dengar pengakuan Yasha ada rasa sedih dan juga ikut bahagia seperti Helena karena Yasha mulai menyukai seseorang cowo dan mengatakannya langsung ke mereka.
Cowo yang meraka maksud yaitu Aiden ketua osis yang tampan, pintar dan jago main basket sekaligus ketua tim basket SMA tunas bangsa, (eitttsss genk Bandit juga jago main basket hanya saja mereka tidak ingin bergabung di tim sekokah karena mereka tidak mau di atur)
***
Flashback On
"aduuuhh untung aja gue bisa lewati tu gerbang, ayoo lari Anin sebelum pak okka masuk" ucap Anin sambil berlari
Braaakkk
"sorry" ucap seorang cowo tampan yang memberikan tangannya untuk membantu Anin.
Anin mendongakkan kepalanya "oh my to the god" gumam Anin, terpesona melihat wajah tampan itu. Dia adalah Aiden si ketua osis.
Saat Aiden keluar dari ruang osis dengan terburu-buru tidak sengaja langsung tertabrak Anin yang sudah berlari sekencang mungkin alhasil jatuh deh.
"lo gakpapa kan nin? " tanya Aiden. Anin pun tersadar dari tadi dia kagum melihat wajah itu. "oh iya gue gakpapa kok" jawab Anin sambil menyambut tangan Aiden dan langsung berdiri.
Anin pun melihat pak Okka baru memasuki ruang kelasnya. "gue duluan ya" ucap Anin langsung berlari. Aiden hanya tersenyum melihat Anin yang langsung berlari meninggalkannya.
Sejak kejadian itu pertama kalinya Anin melihat wajah Aiden sedekat mungkin, tampan dan baik terlintas di kepala Anin. Sebelumnya Anin tau Aiden, begitupun sebaliknya hanya saja tidak pernah mengobrol. Dan sejak kejadian tabrakan kecil itu Anin sering membayangkan wajah Aiden dan katanya sih suka. Setiap hari dia curi-curi pandang melihat Aiden main basket di lapangan sekolah dan kadang saling senyum ketika berpaspasan di sekolah. Begitu seterusnya dan sampai dia menceritakannya ke kedua sahabatnya.
Anin tau jika Aiden teman sekelas Yasha sahabatnya. Diapun membuat surat ala-ala kisah cinta tempo deoloe yang berkomunikasi lewat surat biar kelihatan beda aja, dan di surat itu terdapat nomor Anin yang telah dia cantumkan agar Aiden bisa menghubunginya.
Tapi yang harapkan tidak sesuai ekspektasi. Realitanya surat sampai ke meja Bara si anak nachkal.
Flashback Off
"ya sudah kalian bertanding secara sehat untuk dapatin si ketos" ucap Helena dengan senyum-senyum yakin
"haah!!" ucap Anin dan Yasha bersamaan.
"gue gak mau" ucap Anin dan Yasha
Bel sekolah berbunyi menandakan istirahat selesai. Anak-anak di kantinpun berangsur-angsur pergi memasuki kelas masing-masing.
TBC