Yuna'S Love Story

Yuna'S Love Story
Chapter 5 (kasih sayang ibu)



Setiba nya yuna di rumahnya. Dia sangat terkejut mendapati rumahnya yg sangat berantakan.


"Apa yang. . . . . terjadi". Ucap yuna terbata. Seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.


"Nenek". Teriaknya memanggil.


"Nenek. . . kau dimana". Teriaknya lagi.


Berlari nya dia kesana kemari, mencari sang nenek. Hingga sampai di depan pintu kamar nenek.


Di buka nya. . . . .


Ia terkejut, melihat sang nenek tergeletak bersimbah darah. Ia menghampiri nya dengan sangat gemetar.


"Nenek. Apa yg terjadi. "


"Siapa yg melakukan ini. "


"Bangun lah nek. "


Ucap nya sambil terisak isak menangis.


"Akhirnya kau datang juga". Ucap seseorg di balik pintu.


Keadaan saat itu gelap, yuna tdk bisa melihatnya dengan jelas.


"Siapa kau? Kenapa kau melakukan nya? ". Tanya yuna.


"Nona Murasaki Yohana, ikutlah dengan kami". Ujar nya lg.


"Tidak. . . . . "


Belum yuna melanjutkan bicaranya. Org itu sudah memukul yuna hingga pingsan.


Ketika ia tersadar ia berada di sebuah ruangan gelap dengan lilin dan keadaan kaki dan tangan nya terikat.


"Dimana aku". Ucap nya ketakutan.


"Kau sudah sadar? ". Suara seseorg dibalik kegelapan.


"Siapa kau? Kenapa kau melakukan itu?". Tanya yuna.


Org itu td menjawab, dia berjalan kearah belakang yuna.


"Apa yg akan kau lakukan. ". Tanya yuna.


Org itu tdk menjawab.


"Lepaskan aku". Teriak Yuna.


Yuna bingung kenapa doujutsu nya tdk aktif seperti saat melakukan misi.


Seseorg itu melakukan segel ritul, kemudian memyentuh punggung yuna.


"Aaaaaaaaah. . . sakittttt". Teriak yuna.


"Apa yg kau lakukan? ". Sambungnya.


Org itu tdk menjawab. Dia terus menekankan tangan nya dipunggung yuna.


"Aaaaaaaaah... ". Teriak yuna.


Kemudian yuna pingsan kembali.


Seseorg mengetahui itu, dan memberitahu ibu Yohana.


"Apa? ". Ucap nya dengan kaget.


"Kenapa dia melakukan nya? ". Ucap nya sambil menangis.


"Apa disana ada org yg menjaganya? ". Tanya ibu Yohana.


"Ada nyonya. Beberapa org berjaga disana. ". Jelas seseorg itu.


"Bagaimana ini.apa yg harusku lakukan ". Kembali menangis.


"Lusa. Tuan akan pergi untuk menghadiri pertemuan bersama keluarga cabang. Para pengikutnya pun akan pergi. Kau bisa menemui nona Yohana saat itu nyonya. ". Jelas seseorg itu.


"Kau benar. Aku akan menemuinya. ". Ucap ibu Yohana.


Waktu itu pun tiba. Ketika suaminya pergi. Dian diam ibu Yohana menemui anaknya.


"Yohana!". Panggil nya sangat pelan.


"Siapa? ". Tanya yuna


"Kau baik baik saja nak? ". Tanya nya.


"Siapa kau? ". Tegas yuna.


"Aku. . . aku ibu mu". Jelas ibu Yohana.


"Ibu. .. . . ". Panggil nya tidak percaya.


Ibunya memeluknya. Air mata pun menetes d pipi Yuna. Ia tidak percaya bahwa yang memeluknya saat ini adalah ibu nya.


Ibu nya melepas pelukan nya. Dan membuka ikatan pd tangan dan kaki yuna.


"Putri ku, pergilah. Temui kakek mu". Suruh nya.


"Kakek? ". Tanya yuna


"Iya, di desa sebelah. Kau akan aman disana nak. ". Ujar ibunya.


"Tapi bu. . . . "


"Sssstttt. . . jangan berbicara lg. Pergilah nak"


Yuna mengikuti apa yg ibunya suruh. Ia sangat bersedih atas meninggalnya neneknya. Ia jg harus berpisah dengan ibu nya yg baru ia temui.


Berlari ia dengan isak tangis.


Ibunya sangat lega.


*tak.. Tak.. Tak* suara langkah seseorg.


"Mungkinkah? ". ujar ibu yohana.


Masuklah seseorg itu. Ia terkaget, yg ia dapati bukanlah yuna, melainkan ibu nya. Cepatlah ia mengadu.


Tuan sangat murka, ia sampai tega membunuh istrinya.


"Cari anak itu. Sampai dapat". Bentaknyaaa.


*terimakasih sudah mau membacašŸ¤—