
Beberapa hari, yuna dan tobi tiba kembali d konoha.
Yuna :"aaaaaah aku sangat merindukan tempat ini".
Tobi :"benarkah? ".
Yuna :"ya.... ".
Mereka langsung beristirahat, dan keesokan harinya.
Tobi :"aku akan k kantor lg hari ini, pasti kerjaanku numpuk dsana". Keluh nya.
Yuna :"ganbate". Jawabnya simple
Tobi menghampiri yuna.
Tobi :"ada apa? Kau tampak tdk bersemangat hari ini". Ucap tobi sambil memeluk yuna dr belakang.
Yuna :"tak apa. . . . ".
Sebenarnya yuna memikirkan sesuatu.
"Apa aku menemuinya saja? ". Dlm pikirnya.
Tobi :"baiklah kalau begitu, aku akan pergi kr kantor setelah sarapan. ".
Yuna :"yaa.... "
Tobi berangkat k kantor.
Berhari hari berlalu. Tobi menjadi jarang pulang.
"Mungkin kerjaan nya banyak karna d tinggal honey moon". Pikir yuna.
Tapi tdk bisa dipungkiri, bahwa yuna sangat butuh perhatian nya.
Suatu pagi, ketika tobi hendak pergi ke kantor.
"Muach". Kecupan mendarat d bibir yuna. Tp yuna tak membalasnya.
"Apa yg sedang dia pikirkan". Dlm hati tobi.
Obito :"kalau ada yg ingin kau bicarakan pd ku, datang saja ke kantor, oke? "
Yuna :"iya".
Obito :"oh iya, kemungkinan aku malam ini menginap d kantor. Jd nanti sore kau bawakan pakaian ku dan makanan ya".
Yuna :"apa harus menginap? ".
Obito :"yaa, apa kau merindukan ku? "
Yuna :"hmmm".
Obito :"kau bisa temui aku d kantor. Ja, yuna💜".
Obito pergi meninggalkan yuna, yuna terus memikirkan hal itu.
Sore hari, ia bersiap untuk mengantarkan pakaian dan makanan untuk suaminya.
Di perjalanan. . .
"Aku ingin menemuinya, tp aku takut obito marah dan tdk mengijinkanku. Gumam nya.
Sepanjang perjalanan ia memikirkan itu. Sampailah pd keputusan. . .
"Baiklah, aku akan pergi menemuinya". Yakinnya dalam hati.
Sesampainya d kantor obito.
"Tok.. . tok.. . tok".
Obito :"masuk".
Obito :"ah tidak. Tenang saja".
Yuna :"ya".
Berhenti sejenak.
Yuna :"hmm, aku akan pergi ke suatu tempat ".
Obito :"kemana? ". Tanyanya sambil tetap menatap serius berkas²nya.
Yuna :"kakek ku, aku akan menemuinya untuk melatih kembali chakraku".
Obito :"kau sudah punya suami yg kuat untuk melindungi mu, kau tak usah khawatir. "
Yuna :"apa kau tdk mengijinkan? ".
Obito :"ya. . . "
Yuna :"kenapa? Aku hanya pergi sepekan. Aku berjanji".
Obito :"tidak, berarti tidak.". Menatap yuna dgn serius.
Yuna sedih, dia ingin sekali pergi kesana.
Yuna :"apa kau senang mempunyai istri yg lemah? Kau selalu d kantor, bagaimana bisa kau slalu melindungi ku? ".
Obito :"lalu apa ?. Kau akan pergi sendiri sementara kau blm bisa melindungi dirimu sendiri.? Apa aku harus mengijinkannya? ".
Yuna menghampiri obito.
Yuna :"aku akan baik baik saja. Aku berjanji itu hanya sepekan. Tolong ijinkan aku". Merayu nya.
Obito :"ya ya ya, kau sangat tau kelemahanku kan. Baiklah, sepekan. Jika lebih dr itu, aku akan menghukummu".
Yuna :"benarkah? Arigatou. . . ". Memeluk dan mencium² obito.
Setelah itu yuna pulang. Dan bersiap siap.
"Mumpung blm gelap". Pikirnya.
Dia melakukan perjalanan nya.
Tidak jauh dia pergi dr desa, dia bertemu sasuke yg mungkin baru saja tiba.
Sasuke :"yuna!!!! ". Panggil nya.
Yuna pun berhenti.
Sasuke :"apa kau akan meninggalkan desa lg? "
Yuna :"ah tidak".
Sasuke :"lalu? "
Yuna :"aku ingin menemui kakekku untuk melatih chakra ku kmbali, dan. . . memberitahunya tentang pernikahanku ".
Sasuke :"ah ya, selamat atas pernihakan mu, maafkan aku td datang waktu itu. "
Yuna :"tak apa. Sasuke, boleh aku meminta sesuatu pd mu? ".
Sasuke :"apa? ".
Yuna :"terimalah kupu² ini, ini media untuk memberi pesan pdku. Dan juga, , , jika terjadi sesuatu pd ku itu akan memberi petunjuk keberadaan ku. Hehe".
Sasuke :"apa yg kau katakan, seharusnya kau tak pergi sendiri.. . . . ".
Yuna :"sasuke, aku bukan wanita lemah. Oh ya, aku bilang pd obito bahwa aku akan pergi selama sepekan. Jika lebih dr sepekan aku blm pulang. Beritahu dia, bahwa aku baik²saja. Ja, sasuke".
Yuna meninggalkan sasuke.
**