Young, Wild And Free

Young, Wild And Free
Eps.06



Tak lama setelah itu, berakhirlah jam pelajaran dan mereka segera bergegas untuk pulang.


"Si... yuk balik bareng aku lagi..." ucap Max sambil menebarkan senyum manisnya.


"mm.. maaf Max aku udah janji bakal balik bareng Tita dan Laura... soalnya kita mau sekalian kerja kelompok buat ngerjain proyek biar cepet selesai"


Sambil mengemas buku dan peralatan tulisnya yang masih berserakan di atas mejanya.


"ya bareng aja sama aku... Tita dan Laura kan punya kendaraan masing-masing... mau ya si... please..."


Memegang tangan Nimshi dan memasang muka melas.


"gk kok... mereka hari ini gk bawa kendaraan biar bisa balik bareng... kita bakal naik angkot... ya kan Ra..."


Bejalan keluar kelas dan menuju halte pemberhentian angkot yang biasa ia gunakan untuk mebawanya kesekolah dan kembali lagi kerumahnya, sambil memberi isyarat kepada Laura dan mengedipkan matanya agar mengiyakan perkataannya. Karena ia merasa risih selalu diikuti oleh Max kemanapun ia pergi.


Ia menyadari bahwa Max dan dirinya berasal dari keluarga yang berbeda kasta. Max adalah anak yang manja, berasal dari keluarga yang bergelimang harta dan kalau butuh sesuatu tinggal minta, sedangkan Nimshi hanyalah anak seorang penjual gorengan yang harus bekerja keras jika ingin membeli atau membutuhkan sesuatu yang baru.


Apalagi belum sampai satu semester ia dekat dengan Max dan itu hanya sebatas sahabat.


Tetapi Laura merasa senang kalau temannya bisa dekat dengan pria dan ia tidak mau mengikut keinginan Nimshi, karena ia tahu bahwa Nimshi tidak pernah mau membuka hatinya sedikitpun.


"udah lah si... aku nanti bareng Tita... kamu balik bareng Max aja ya... kasian tu kalau si Max di tolak..."


"iya si... lagian kan kamu tadi pagi pergi bareng Max... pulangnya juga wajib bareng Max dong... ya kan Ra... haha..."


"tauk ni si Nimshi... udah ya... angkot kita udah sampek ni... sampai ketemu di rumah Nimshi... bai cecan and cogan... nikmati masa mudamu... hahaha..."


"ya udah sana... hati-hati ya kalian..."


Nimshi melambaikan tangannya kepada kedua temannya itu sambil memasang muka masam dan kesel.


"y ya udah si, yuk ke parkiran..." menarik tangan Nimshi yang belum bisa melepas pandangannya dari kedua temannya itu.


"kamu ngeselin... " kata Nimshi sambil mecubit tangan Max yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.


Max hanya tersenyum dengan tanggapan Nimshi yang kesal dengan ulah mereka bertiga sekaligus senang karena ia bisa pulang bareng Nimshi lagi.


Bergegaslah mereka ke parkiran tempat Max meletakkan hondanya yang letaknya tidak jauh dari kantin sekolah.


Saat menuju kerumah Nimshi, mereka singgah sebentar ke kedai di dekat rumah Nimshi, membeli sedikit cemilan untuk mereka makan sambil mengerjakan proyek mereka.


"eh... berhenti bentar yuk... beli sedikit cemilan buat di rumah kamu nanti... biar gk boring..."


"hm..." jawab Nimshi yang masih kesal dengan kelakuan Max, Tita dan Laura.


"hei... jangan cemberut terus dong... ntar ilang loh cantiknya..." menjahili Nimshi yang masih kesal.


"udah beli cemilannya... yuk cepetan... udah ditunggu tu... kamu lama amat..." menjawab perkataan Max dengan ketus.


"iya iya tuan putri... yuk naik..."


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah Nimshi.