Young, Wild And Free

Young, Wild And Free
Eps.01



Suatu hari, hiduplah seorang gadis cantik bernama Nimshi bersama ibunya dengan kehidupan yang serba sederhana.


Ayah Nimshi telah lama meninggal karena kecelakaan yang diduga terjadi karena sabotase orang yang membenci ayahnya.


Nimshi adalah anak yang humble dan smart dalam banyak hal.


Ketika Nimshi duduk di kelas XII SMA, ada anak pindahan baru yang terkenal nakal dan memiliki perilaku yang bertolakbelakang dengan kepribadian Nimshi. Anak baru itu bernama Maxim atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Max. Max adalah anak yang manja dan hidup dengan kemewahan dari orang tua nya.


Ketika Nimshi hendak mengambil buku ke perpustakaan, tak sengaja ia menabrak Max yang sedang dihukum karena tidak memakai tali pinggang dan tidur saat jam pelajaran tiba.


"Aduh.., maaf ya aku tidak sengaja" sambil memperhatikan wajah Max, karena Nimshi masih asing dengan Max dan mereka belum pernah berkenalan sebelumnya.


Tetapi Max sudah mengetahui siapa Nimshi karena pada saat itu, Nimshi menjadi sekretaris dikelasnya sehingga foto dan namanya tertera di struktur perangkat kelas.


"Lo Nimshi ya... Kenalin, gua Max anak pindah baru di kelas lo.." sambil menjabat tangan Nimshi yang sedang mengambil buku yang jatuh dari tangannya.


"Oh.. hai Max, salam kenal ya... aku sekretaris di kelas kita"


"ya, gua tau, nama dan foto Lo terpampang di struktur perangkat kelas"


"BTW, kamu ngapain diperpus sendirian, lagi dihukum ya?...."


"iya ni, gua tadi tidur, tiba-tiba aja dateng pak guru botak, berkumis dan pakai kacamata, padahal kan harusnya guru pada rapat di kantor. mana gua gk pakai tali pinggang".


"o.... itu namanya pak Yon. Emang kamu disuruh ngapain sama pak Yon?"


"oh, kalau yang ini kayanya aku udah pelajarin deh, dan udah aku diringkas, tapi hari ini gk ada pelajaran fisika, jadi bukunya gk aku bawa..."


"Lo Bisa bantu gua gk? Nanti bayarannya gua traktir Lo makan di kantin deh... Please bantuin gua ya.."


"ok.. sini, biar aku dikte" mengambil buku yang ada ditangan Max.


Waktu istirahat Nimshi pun tersita. Tetapi Nimshi tidak menyesal karena ia memiliki teman baru.


Dengan hati-hati, Nimshi mengucapkan tulisan yang ada dibuku pelajaran itu agar tidak ada materi bab yang tertinggal.


Tak terasa sudah setengah jam mereka berada di perpustakaan, dan lonceng tanda masuk pun berbunyi.


"Udah bunyi lonceng tu, sambung nanti aja ya, kan masih ada jam istirahat ke dua.." sambil menyusun buku yang hendak ia bawa ke kelas


"iya ni, tangan gua juga udah pegel banget, lu dikteinnya cepet amat si.. haha.., tapi makasi loh udah mau bantuin gua. Gua janji deh, entar kalau tugas gua udah selesai, gua bakal traktir Lo makan sepuasnya...."


"eh, gk perlu.. aku ikhlas kok bantuin kamu, uangnya mending kamu tabung aja untuk beli keperluan kamu yang mungkin ingin kamu beli. Anggap aja ini sebagai tanda maaf aku karena tadi nabrak kamu"


"tapi gua gk pernah nabung, apa-apa gua tinggal minta ke mama papa gua. Udah lah, Lo terima aja, cuma traktir makan doang kok"


Nimshi mengalihkan pandangannya dan pura-pura tidak mendengar perkataan Max karena ia tidak mau menerima imbalan Max tersebut.


bersambung.......