Young, Wild And Free

Young, Wild And Free
Eps.05



Sesampainya mereka di rumah Nimshi, Nimshi langsung mengucapkan salam dan mencium tangan ibunya yang sedang menyiapkan dagangannya di dekat pintu depan rumahnya.


"siang ibuku yang cantik...."


"kamu udah makan siang...? kalau belum makan dulu sana... tadi ibu masak sambel tempe tahu kesukaan kamu" sambil mengelus kepala Nimshi.


"sudah bu tadi di kantin makan lontong sayur 5.000... hehe..."


Ibu Nimshi pun merasa heran melihat keberadaan pria tampan yang mengantar Nimshi, karena sebelumnya Nimshi tidak pernah membawa teman selain Tita dan Laura.


"loh... nak... ini siapa?" tanya ibu Nimshi yang penasaran.


"oh.... ini temen baru Nimshi bu, Namanya Max... dia anak baru di sekolah Nimshi bu... Max..." Nimshi melirik Max dan memberi isyarat agar Max memberi salam kepada ibu Nimshi.


"Siang tante... saya Max teman baru Nimshi..." sambil mencium tangan ibu Nimshi.


"oh... pantesan saya gk kenal... soalnya anak saya ini gk pernah bawa temen selain si Tita dan Laura. Ngomong-ngomong, manggilnya ibu saja ya Max jangan tante... "


"oh... ok bu..."


"gimana bu... gorengan nya udah siap kan bu? Nimshi mau langsung berangkat aja ya bu, soalnya nanti kesorean..." memotong pembicaraan ibunya dan Max.


"udah ni... kamu gk usah terlalu jauh ya... di sekitar gang Meranti aja... nanti kamu kecapekan..."


"gk kok bu... kan ada saya yang nemenin Nimshi keliling... hehe..." ucap Max.


"kamu ngapain bantu aku... udah pulang aja sana... kamu belum ada sampai ke rumah kamu kan? mana kamu masih pakai seragam sekolah... entar mama papa mu nyariin loh..." tambah Nimshi.


"gk kok... mama papaku baik, nanti aku ngomong jujur ke mereka kalau aku ke rumah temenku, pasti bakal dimaafin... hehe..."


"ya udah... terserah kamu..." mengambil gorengan yang akan dia jajakan.


Dengan senang hati, Max membantu Nimshi menjajakan dagangannya ke sekitar desanya menggunakan motornya agar cepat sampai.


Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 18:30 WIB. Gorengan ibu Nimshi ludes terjual dan mereka pun kembali kerumah.


"makasih ya Max udah bantuin aku..."


"iya, aku pulang ya... besok aku bakal jemput kamu ya... biar bisa berangkat bareng... hehe.."


"udah sama aku aja... kan aku ngelewatin rumah kamu, jadi sekalian aja sama aku... ya... please..."


"ya udah deh..."


"sip... sampai jumpa besok ya.... dah... Nimshi dah ibunya Nimshi..." melambaikan tangannya.


Keesokan harinya Max pun menjemput Nimshi sesuai dengan apa yang dia katakan semalam.


"pagi Nimshi... wah... udah rapi dan cantik aja si tuan putri..."


"pagi Max.." jawab Nimshi kesal karena Max yang selalu jahil terhadapnya.


Mereka pun sampai di sekolah dengan selamat dan hari-hari Nimshi kembali normal seperti biasanya, menjadi murid teladan dan di gemari banyak orang di sekolahnya.


Hubungan pertemanan Nimshi dan Max pun semakin dekat, bahkan kini mereka sudah menjadi sahabat. Belajar bareng, tertawa bareng, ke kantin bareng dan setiap hari mereka berangkat ke sekolah bareng.


Tak terasa seminggu lagi, tepatnya pada 10 Oktober, Max akan ulang tahun dan ia berencana untuk merayakannya bersama teman-temannya.


"guys... bentar lagi aku ulang tahun... dan aku bakal ngadain pesta di rumahku... kalian jangan lupa dateng ya..."


"wah... kapan tu Max...?" tanya Tita dan Laura serentak.


"seminggu lagi... tanggal 10 oktober..."


"ok sip bro... kita bakal dateng kok" tambah teman-teman cowok yang lainnya.


"ye..... giliran ada makanan aja, langsung semangat..." kata Laura dengan sewot.


"hehe... tau aja..."


"udah lah gpp... biar ntar acaranya makin rame... kalau bisa bawa emak bapak sekalian ya... biar tambah rame..."


"haha.. gk gitu juga kali bro..."


"haha...canda oi... intinya jangan lupa dateng ok... kamu juga ya Si... aku bakal seneng banget kalau kamu bisa dateng ke acara ulang tahun ku..."


"ok sip... aku bakal dateng kok" tambah Nimshi.