When We Falling In Love

When We Falling In Love
Secangkir Teh, Si Tomboy, & Kursi Roda



Secangkir Teh


Ini adalah kisah tentang seorang wanita bernama Sarah yang menemukan cinta sejatinya di sebuah kedai teh. Sarah sering mengunjungi kedai teh tersebut setiap akhir pekan untuk menikmati secangkir teh dan membaca buku.


Suatu hari, ketika Sarah sedang asyik membaca buku, seorang pria tampan masuk ke kedai teh dan duduk di meja sebelahnya. Sarah merasa sedikit terganggu, tetapi dia memutuskan untuk terus membaca bukunya.


Beberapa menit kemudian, pria tersebut memperhatikan bahwa Sarah sedang membaca buku favoritnya, dan mereka mulai berbicara tentang buku tersebut. Mereka kemudian mulai saling berbicara tentang buku yang mereka sukai, dan kemudian mulai saling mengenal satu sama lain.


Saat itulah, Sarah merasa bahwa dia dan pria tersebut memiliki banyak kesamaan, dan dia merasa nyaman berbicara dengannya. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai David, seorang penulis muda yang baru saja merilis buku pertamanya.


Mereka bertukar nomor telepon dan mulai sering bertemu di kedai teh tersebut. Mereka menikmati secangkir teh bersama dan berbicara tentang segala hal, dari buku hingga mimpi dan aspirasi mereka.


Semakin sering mereka bertemu, semakin dekat mereka menjadi. Mereka kemudian mulai berkencan secara resmi, dan hubungan mereka semakin serius.


Kedai teh yang dulunya hanya tempat Sarah untuk menikmati waktu sendiri, sekarang menjadi tempat di mana dia menemukan cinta sejatinya. Dan setiap kali mereka mengunjungi kedai teh tersebut, mereka selalu memesan secangkir teh, sebagai simbol awal dari kisah cinta mereka.


Si Tomboy


Ini adalah kisah tentang seorang pria bernama Ryan yang merasa jatuh cinta kepada sahabatnya yang tomboy, bernama Lisa. Mereka sudah bersahabat selama bertahun-tahun dan Ryan sudah menyadari perasaannya terhadap Lisa setelah melalui beberapa pengalaman bersama.


Namun, Ryan merasa ragu untuk mengungkapkan perasaannya karena takut hal itu akan merusak persahabatan mereka. Lisa selalu tampil sebagai sosok yang tangguh dan mandiri, tidak seperti kebanyakan wanita lainnya. Ryan pun khawatir bahwa Lisa tidak akan menerima perasaannya karena perbedaan kepribadian mereka yang begitu mencolok.


Suatu hari, mereka pergi ke pantai bersama-sama untuk menghabiskan waktu liburan. Saat itu, Ryan mulai merasa nyaman bersama Lisa dan ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya.


Mereka mulai berkencan dan melalui banyak pengalaman indah bersama. Lisa tetap tampil sebagai sosok yang kuat dan mandiri, tetapi kali ini ia juga menunjukkan sisi yang lebih lembut dan feminin.


Mereka sering berbagi minat yang sama, termasuk hobi mendaki gunung dan bermain sepak bola. Ryan menyadari bahwa Lisa bukanlah tomboy seutuhnya, melainkan wanita tangguh dengan hati yang lembut dan baik.


Dalam kisah cinta ini, Ryan belajar untuk tidak hanya melihat sisi fisik seseorang, tetapi juga untuk menghargai dan mencintai kepribadian serta hati seseorang. Dan Lisa menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu berarti tampil maskulin atau kuat, tetapi juga bisa hadir dalam bentuk keberanian, kesabaran, dan kebaikan hati.


Kursi Roda


Ini adalah kisah tentang seorang wanita bernama Sarah yang mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkannya harus menggunakan kursi roda untuk bergerak. Dia merasa kehilangan semangat hidupnya dan mengalami depresi yang cukup parah.


Namun, satu hari di rumah sakit, dia bertemu dengan seorang pria bernama Alex, yang juga sedang menjalani rehabilitasi akibat kecelakaan yang membuatnya kehilangan kemampuan berjalan. Mereka saling bercakap-cakap dan menemukan banyak kesamaan dalam kehidupan mereka.


Alex adalah seorang seniman dan dia sering datang ke rumah sakit untuk membuat mural di dinding. Dia juga sangat humoris dan suka membuat Sarah tertawa. Sarah merasa begitu nyaman dengan Alex, seperti ada magnet yang menarik hatinya untuk terus menghabiskan waktu bersama Alex.


Ketika Alex tahu bahwa Sarah ingin kembali ke tempat kerjanya, dia menawarkan untuk membantunya. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama untuk mempersiapkan Sarah untuk kembali bekerja, dan semakin dekat satu sama lain.


Suatu hari, saat sedang menikmati senja di taman, Sarah mengungkapkan perasaannya kepada Alex dan Alex menjawab perasaan itu dengan tulus. Walaupun Sarah mengkhawatirkan kondisinya yang berbeda, Alex selalu mengatakan bahwa itu tidak masalah dan dia mencintai Sarah dengan sepenuh hati.


Kisah cinta mereka terus berlanjut, meskipun dengan tantangan-tantangan yang harus dihadapi. Namun, mereka saling mendukung dan bersama-sama melalui segala hal, bahkan di saat Sarah mengalami kesulitan.


Dalam kisah cinta ini, Sarah dan Alex belajar bahwa cinta sejati tidak mengenal batasan apapun, bahkan ketika kondisi fisik seseorang berbeda atau berbeda dari kebanyakan orang. Mereka belajar untuk menerima satu sama lain apa adanya dan mencintai seseorang tidak melulu tentang fisik, namun hati dan kesetiaan.