When We Falling In Love

When We Falling In Love
Toko Buku & Apartemen Sebelah



Toko Buku


Cerita dimulai ketika dua orang asing bertemu di toko buku yang sama. Mereka bertemu di bagian buku favorit mereka, novel roman sejarah.


Mereka saling tersenyum dan berbicara tentang buku-buku yang mereka sukai. Nama perempuan itu adalah Rachel, dan laki-laki itu adalah Alex. Mereka akhirnya memutuskan untuk bertukar nomor telepon agar bisa berbagi rekomendasi buku.


Beberapa minggu kemudian, Alex menelepon Rachel untuk mengajaknya pergi ke toko buku lagi. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk berbicara tentang buku, minum kopi, dan tertawa bersama.


Saat itu, Rachel merasa seperti dia menemukan orang yang sangat cocok dengannya. Alex adalah orang yang penuh semangat, cerdas, dan berhati baik. Rachel merasa nyaman berbicara dengannya dan merasakan ikatan yang terjalin dengan mudah.


Dalam minggu-minggu berikutnya, mereka berdua mulai sering bertemu di toko buku dan mengunjungi toko buku lainnya di kota. Mereka berbicara tentang buku, hidup, dan mimpinya. Alex selalu menunjukkan minat yang tulus pada Rachel dan Rachel merasakan kebahagiaan yang ia rasakan bersama Alex.


Suatu hari, mereka menemukan sebuah buku yang belum pernah mereka baca sebelumnya. Mereka saling menatap, tahu bahwa buku itu akan menjadi kenangan yang indah bagi mereka berdua.


Ketika mereka keluar dari toko buku, Alex mengajak Rachel makan malam di restoran kecil yang dijuluki "restoran jadul". Mereka makan dan minum sambil berbicara tentang buku yang baru mereka temukan.


Saat mereka berjalan pulang ke rumah, mereka berhenti di taman dan berbicara tentang masa depan mereka. Rachel tiba-tiba mengambil buku yang mereka temukan tadi dan memberikannya kepada Alex. Dia berkata bahwa buku itu adalah hadiah dari pertemanan mereka dan kenangan dari hari itu.


Alex tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Rachel, lalu dia mencium Rachel lembut di pipi. Mereka saling menatap sejenak dan merasakan semangat cinta mulai muncul di antara mereka.


Setelah itu, mereka bertemu setiap minggu dan berbicara tentang buku, minum kopi, dan berjalan-jalan bersama. Mereka mengumpulkan banyak kenangan di toko buku dan restoran jadul.


Pada akhirnya, Alex mengajak Rachel ke sebuah toko buku kuno dan memberikan buku yang dipilihnya sendiri untuk Rachel. Di dalam buku, Alex menuliskan sebuah pesan yang mengungkapkan cintanya pada Rachel.


Dari situlah, hubungan mereka menjadi semakin dekat dan mereka merasakan cinta yang tulus dan mendalam. Mereka merasa bersyukur telah menemukan kenangan indah di toko buku dan akan selalu menghargai momen itu sepanjang hidup mereka.


Cerita dimulai di sebuah blok apartemen yang terletak di tengah kota. Di blok apartemen tersebut, ada seorang perempuan bernama Mia dan seorang laki-laki bernama Evan yang tinggal di lantai yang berbeda.


Keduanya telah bertemu beberapa kali di lift, tetapi tidak pernah bertukar banyak kata. Namun, ketika lift mengalami kerusakan, mereka terjebak di dalam lift bersama-sama.


Mereka berdua merasa tidak nyaman dan cemas, tetapi kemudian mereka mulai berbicara dan menghibur satu sama lain. Evan ternyata adalah seseorang yang ramah dan lucu, sedangkan Mia adalah seorang yang pintar dan berhati lembut.


Setelah beberapa jam terjebak di dalam lift, mereka akhirnya berhasil keluar dengan bantuan teknisi. Ketika mereka keluar dari lift, mereka merasa lebih dekat satu sama lain dan mengobrol lebih banyak tentang kehidupan mereka.


Dari saat itu, Mia dan Evan sering bertemu di blok apartemen mereka dan saling bertukar nomor telepon. Mereka mulai mengirim pesan dan mengobrol selama berjam-jam tentang hampir segala hal. Mereka merasa nyaman bersama-sama dan mulai merasakan ikatan yang lebih kuat.


Suatu malam, ketika Evan pulang ke apartemennya, ia menemukan Mia di depan pintu apartemennya. Mia mengaku bahwa ia merasa kesepian dan membutuhkan seseorang untuk mengobrol. Evan membawanya masuk ke apartemennya dan mereka menghabiskan malam itu untuk berbicara, menonton film, dan makan malam bersama.


Dari malam itu, hubungan mereka semakin dekat dan mereka mulai merasakan perasaan yang lebih dalam satu sama lain. Evan adalah laki-laki yang baik dan perhatian, sedangkan Mia adalah seorang perempuan yang penuh kasih sayang dan perhatian.


Suatu malam, ketika mereka berjalan-jalan di taman dekat blok apartemen mereka, Evan mengambil tangan Mia dan mengakui perasaannya kepadanya. Mia merasa terkejut tetapi juga sangat bahagia. Dia mengaku bahwa dia juga merasa hal yang sama.


Dari saat itu, mereka menjadi sepasang kekasih yang bahagia dan sering menghabiskan waktu bersama-sama. Mereka sering memasak dan makan malam bersama, dan sering pergi jalan-jalan di kota.


Ketika tiba saatnya untuk meninggalkan blok apartemen mereka, mereka merasa sedih dan bersyukur telah bertemu di sana. Mereka mengambil foto di depan blok apartemen mereka dan mengatakan selamat tinggal pada kenangan mereka yang indah di sana.


Namun, cinta mereka tetap berlanjut, dan mereka terus berjuang untuk menjaga hubungan mereka meskipun telah pindah ke tempat yang berbeda. Dalam waktu singkat, mereka mulai membangun kehidupan baru bersama-sama dan menghabiskan waktu bersama-sama dengan lebih banyak kebahagiaan di masa depan.