When We Falling In Love

When We Falling In Love
Wanita di Kursi Roda & Teater Drama



Wanita di Kursi Roda


Adam adalah seorang pria muda yang bekerja di perusahaan desain interior. Suatu hari, dia bertemu dengan seorang wanita di kursi roda bernama Sofia ketika dia sedang memasang ramp untuk akses kursi roda di sebuah restoran. Meski Sofia memiliki keterbatasan fisik, dia memiliki kekuatan yang luar biasa dan memiliki senyum yang membuat hati Adam berdebar-debar.


Adam sering berpikir tentang Sofia, dan tidak lama setelah itu dia mulai mengunjungi tempat-tempat di mana dia berharap bisa bertemu dengannya. Ketika dia akhirnya menemukannya di sebuah taman, Adam memberanikan diri untuk mengajaknya makan malam.


Ternyata, Sofia dan Adam memiliki banyak kesamaan, seperti cinta mereka pada seni, musik, dan film. Mereka sering pergi ke bioskop bersama, dan Sofia bahkan menemani Adam untuk mengunjungi klien di berbagai tempat.


Ketika Adam menemukan bahwa Sofia sedang berjuang untuk memperoleh dana untuk membeli kursi roda baru yang lebih baik, dia memutuskan untuk membantunya. Dia mengadakan penggalangan dana di perusahaannya dan berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membeli kursi roda baru untuk Sofia.


Sofia sangat terharu dengan kebaikan hati Adam dan keduanya semakin dekat. Mereka mulai berkencan secara resmi dan setiap hari, Adam semakin jatuh cinta pada kecantikan, kecerdasan, dan kekuatan wanita yang ada di hadapannya.


Suatu hari, Adam melamarnya dan dengan sukacita, Sofia menerimanya. Mereka menikah dan berjanji untuk saling mendukung dan mencintai satu sama lain selamanya, meskipun tantangan fisik yang harus mereka hadapi. Keduanya menjadi contoh kesetiaan dan kekuatan cinta yang tulus.


Pertemuan di Teater Drama


Suatu sore di teater drama, seorang pria muda bernama Rizal sedang menikmati sebuah pertunjukan yang sangat menyentuh hatinya. Saat itu dia duduk di bangku belakang, menyaksikan para aktor dan aktris yang memainkan adegan-adegan penuh emosi.


Rizal mengangguk dan membantu wanita itu memindahkan kursi rodanya ke bangku di sebelahnya. Selama pertunjukan, keduanya saling bercakap-cakap tentang drama yang sedang dipentaskan. Rizal terkesan dengan kepintaran dan kecerdasan wanita itu.


Setelah pertunjukan selesai, Rizal menawarkan diri untuk mengantar wanita itu pulang. Wanita itu terlihat senang dan menerima tawaran tersebut. Selama perjalanan, mereka semakin mengenal satu sama lain dan semakin akrab.


Sampai di depan rumah wanita itu, Rizal berpikir untuk mengajaknya keluar lagi. "Maukah kamu pergi makan malam bersamaku besok?" tanyanya.


Wanita itu tersenyum dan menjawab, "Sudah lama sekali aku tidak diajak makan malam oleh seseorang. Aku sangat senang menerimanya."


Rizal merasa senang mendengarnya dan mereka pun mengatur waktu dan tempat untuk bertemu besok malam. Selama beberapa minggu berikutnya, mereka sering keluar bersama dan semakin dekat satu sama lain.


Ketika Rizal merasa sudah cukup dekat dengan wanita itu, dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya. "Aku sudah lama merasa seperti ini padamu. Aku sangat menyukaimu dan ingin menjalin hubungan yang lebih serius denganmu," kata Rizal dengan tulus.


Wanita itu terdiam sejenak, lalu dia tersenyum dan mengangguk. "Aku juga merasakan hal yang sama padamu. Aku sangat senang bisa bersamamu."


Dari situ, hubungan mereka semakin erat dan mereka bertekad untuk saling mendukung satu sama lain, tidak peduli apa yang terjadi. Dalam kebahagiaan mereka, mereka berjanji untuk tetap setia sampai tua dan selamanya.