
Angka 13
Ini adalah kisah tentang dua orang yang bertemu dan jatuh cinta dalam waktu yang singkat, hanya 13 menit.
Ketika Sarah memasuki kedai kopi di sudut jalan, dia melihat seorang pria duduk sendirian di sudut ruangan. Dia merasa tertarik pada pria itu, yang sedang sibuk menulis di bukunya. Pria itu memiliki tampilan yang sangat menarik, dengan rambut coklat kehitaman yang tak tertata dan janggut tipis di wajahnya.
Setelah memesan minuman, Sarah memutuskan untuk duduk di meja di sebelah pria itu. Mereka saling berpandangan, dan akhirnya Sarah memberanikan diri untuk mengatakan hal pertama yang terlintas di pikirannya.
"Maaf, aku tidak bisa membantu tapi terus memperhatikan kamu menulis. Apa yang kamu tulis di sana?" tanya Sarah.
Pria itu tersenyum dan memperlihatkan bukunya. "Ini adalah buku catatanku. Saya sedang menulis cerita pendek."
Sarah membaca beberapa baris cerita tersebut, dan merasa kagum dengan keterampilan menulis pria itu. Mereka kemudian mulai berbicara tentang buku, film, dan minuman yang mereka sukai.
Waktu berlalu begitu cepat, dan ketika Sarah melihat jam tangannya, dia kaget bahwa sudah 13 menit berlalu sejak dia berbicara dengan pria itu. Dia merasa sedih karena waktu mereka bersama begitu singkat.
Namun, pria itu tiba-tiba mengambil bukunya dan menuliskan nomor teleponnya di halaman terakhir. "Saya harap kita bisa bertemu lagi. Mungkin kita bisa minum kopi lagi bersama?" ujarnya dengan senyum.
Sarah merasa senang dan menuliskan nomornya juga di buku pria itu. Mereka kemudian berpisah dengan saling berjabat tangan.
Setelah itu, Sarah dan pria itu kemudian saling mengirim pesan, dan akhirnya bertemu lagi untuk minum kopi. Mereka saling jatuh cinta, dan waktu yang hanya 13 menit itu menjadi awal dari kisah romansa mereka yang indah.
Cinta di KRL
Ini adalah kisah tentang dua orang yang bertemu secara tak terduga di dalam kereta komuter rel listrik (KRL). Ceritanya bermula ketika seorang wanita bernama Maya sedang duduk di dalam KRL menuju kantornya di pusat kota. Dia sibuk mempersiapkan presentasi penting dan terlalu terfokus pada pekerjaannya, hingga tidak menyadari kalau seseorang duduk di sebelahnya.
Namun, ketika KRL berhenti di stasiun berikutnya, Maya merasa ketar-ketir karena terlambat. Dia berusaha untuk meraih tasnya, namun dia kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Tiba-tiba, seseorang meraih tangan Maya dan menariknya ke posisi yang lebih stabil.
Maya melihat ke atas dan menemukan seorang pria tampan yang tersenyum ke arahnya. "Apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya.
Maya tersipu dan merasa malu. Dia mengucapkan terima kasih kepada pria itu, dan mereka kemudian mulai berbicara. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Andre, seorang arsitek muda yang sedang menuju kantornya di kawasan pusat kota.
Mereka terus berbicara selama perjalanan, dan Maya merasa nyaman berbicara dengan Andre. Dia merasa sedikit terganggu ketika Andre bertanya apakah dia sudah punya pacar, tetapi dia menganggap itu sebagai candaan.
Namun, setelah perjalanan mereka berakhir, Andre memberikan kartu namanya dan mengajak Maya untuk bertemu lagi di kawasan pusat kota. Maya setuju, dan mereka kemudian menikmati makan siang bersama.
Mereka mulai saling mengenal dan menyadari bahwa mereka memiliki banyak kesamaan. Mereka saling tertarik satu sama lain, dan segera memulai hubungan romantis.
KRL yang awalnya hanya sebuah kendaraan umum yang membawa mereka berdua menuju tempat kerja mereka, akhirnya menjadi tempat bertemunya dua hati yang saling mencintai. Maya dan Andre merasa beruntung karena mereka bertemu secara tak terduga di dalam KRL, dan kisah cinta mereka diawali oleh pertemuan yang singkat tersebut.