
“Tok...Tok...Tok...Tok...Tok...”.
“Siapa itu?”.
“Tuan Solas Ini aku Astrid. Aku datang kemari untuk melaporkan sesuatu”.
“Masuklah aku akan mendengarkan apa yang ingin kamu laporkan".
Seorang wanita yang sangat cantik masuk kedalam ruangan. Ia memiliki postur tubuh yang ideal. Tingginya sekitar 170cm. Rambutnya berwarna cokelat keemasan dengan panjang sampai ke pundak. Setelah ia masuk ia menutup pintu lalu memeberikan hormat kepada Solas.
“Hormat kepada Dewa tertinggi Solas”. Wanita itu membungkuk sambil memberi hormat. Ia lalu mengangkat wajahnya dan menunggu apa yang Solas katakan.
Solas adalah salah satu dari dua Dewa tertinggi yang ada dalam Altaros. Ia memiliki jabatan sebagai Dewa cahaya tertinggi yang tinggal di dunia atas atau di sebut sebagai ‘Rakuen’.
“Baiklah silahkan katakan apa yang ingin kamu laporkan”.
“Baik, saya ingin melapor tentang sebuah jiwa. Jiwa itu kemarin melintasi Infinity dan melewati teritori kekuasaanku”.
“Lalu apa yang terjadi sehingga kamu datang jauh-jauh ke Rakuen. Tidak mungkin kamu hanya melaporkan tentang jiwa itu saja”.
“Ya benar sekali Tuan Solas. Saat jiwa itu melintasi Altaros saya sempat mengidentifikasi jiwa itu dan data yang didapat sangatlah mengejutkan. Berikut data yang saya dapat saat mengidentifikasi jiwa itu.
Name: Shyrasa
Class: Swords Man. Archer. Necromancer. Witch. Summoner. Creator
Race: Aleri
Age: 16
Gender: Woman
Title: “Returner". “Death Explorer". “Infinity Cross". “Weird InIndividual”.
Ini sangat mengejutkan karena saya tidak berpikir ada seseorang yang bisa memiliki semua kelas keahlian seperti jiwa ini dan yang paling mengejutkan dari semua ini yaitu kenyataan bahwa jiwa itu berasal dari salah satu individu yang merupakan penduduk asli Altaros atau lebih tepatnya jiwa itu bukan pendatang dari Infinity”.
“Apa? Kau bilang dia adalah seorang penduduk asli dan dia memiliki semua kelas keahlian? Bahkan para Dewa-Dewa hanya bisa memiliki 1 kelas keahlian. Mungkin hanya seseorang saja yang dulu memiliki semua kelas keahlian tapi itu sudah lama sekali, itu sekitar 1,000 tahun lalu. Orang itu adalah legenda. Dia adalah Dewa tertinggi dan juga seorang Dewa yang dulunya mengatur sistem dari Altaros. Dewa itu disebut sebagai Azathot sang Dewa Void. Dia satu-satunya Dewa yang bisa melawan sistem dan menguasai sistem itu”.
“Maaf menyela Tuan Solas. Bukankah Tuan Azatoth sang Dewa Void adalah Dewa permulaan? Aku tidak tahu kalau beliau adalah orang yang bisa melawan sistem yang merupakan keberadaan yang mengatur segala sesuatu dalam Altaros bahkan para Dewa. Saya sangat menghormati beliau karena kekuatannya".
“Ya, memang beliau sangat kuat bahkan bisa melawan sistem namun aku tidak habis pikir kalau ada seseorang yang bisa menguasai semua kelas keahlian sama seperti beliau. Karena selama aku menjadi Dewa tertinggi setelah Tuan Azatoth menghilang aku tidak pernah menemukan orang yang seperti itu bahkan para pendatang yang datang dari Infinity pun tidak. Aku tidak ingin ini menjadi masalah jadi aku perintahkan kamu Astrid sang Dewa langit untuk menyelidiki individu itu lebih banyak lagi”.
“Baik Tuan Solas saya akan menyelidiki individu itu".
......~*~...
...
Saat tahu aku memiliki skill penciptaan “All create" aku langsung membuat kaki robot yang Assisten pelajari saat aku belum sadarkan diri. Aku pertama-tama membuat kerangka dari kaki robot. Saat ingin memulai penciptaan aku mengingat sesuatu. Aku mengingat saat sedang berada di bumi ada sebuah logam yang sangat efisien dan aku berpikir untuk menggunakan logam itu. Nama logam itu adalah ‘Titanium’. Aku kemudian mulai membayangkan titanium terkumpul di tanganku.
Saat terkumpul aku mulai membentuk titanium membentuk satu persatu bagian dari kerangka dan akhirnya selesai setelah beberapa menit. Lalu langkah selanjutnya aku di beritahu oleh assistant untuk membuat hal paling penting dari kaki robot yang aku ciptakan. Hal itu berbentuk seperti tulang bagi kaki manusia namun fungsinya lebih banyak. Namanya adalah Pompa Aether. Benda itu terbuat dari mithril, serat optik, dan merkuri. Aku mulai menciptakan benda itu dengan mengumpulkan mithril di tanganku lalu kubentuk menjadi sebuah tongkat berbentuk silinder panjang. Tidak lupa saat aku membentuk mithril aku juga menambahkan beberapa serat optik kedalamnya. Dan setelah terbentuk aku mulai membungkusnya dengan merkuri untuk menyalurkan sihir ke seluruh kaki robot. Setelah semuanya selesai aku lalu memasukkan pompa aether ke dalam rangka kaki yang tadi sudah ku buat.
Selanjutnya aku mulai membungkus seluruh bagian kerangka dengan serat polimer dan ditutup dengan cangkang yang terbuat dari titanium.
Setelah selesai menciptakan kaki robot aku langsung menggunakannya sambil di bantu oleh assistant.
“Pemasangan kaki robot akan segera di mulai. Mencari syarat yang di butuhkan untuk pemasangan”.
“selesai”.
“Peringatan: individu akan merasa sedikit kesakitan”.
Saat proses ini tubuh bagian bawahku terasa sakit. Aku berusaha menahan rasa sakitnya tanpa mengeluarkan suara.
“Proses penginstallan telah selesai. Individu dapat menggunakannya tanpa ada kendala”.
Setelah semua proses penginstallan selesai aku langsung mencoba menggerakan kaki kananku. Aku sangat terkesan karena kaki robot itu dapat bergerak sesuai dengan keinginanku.
Karena aku sudah mendapatkan kaki aku kemudian keluar dari gua persembunyianku. Aku mengecek sekeliling dan tidak menemukan apapun. Semuanya hening dan tak ada apapun. Setelah memastikan bahwa sekelilingku sudah aman aku kemudian berjalan untuk mencari monster yang sebelumnya membuatku mendapatkan trauma, itu adalah ‘Cerberus’.
Saat sedang berjalan aku melihat sebuah tempat yang dipenuhi dengan warna merah. Aku penasaran dan pergi melihat tempat itu. Tempat itu berbau sangat amis sampai membuat hidung hampir tidak berfungsi. Warna merah yang tadi kulihat ternyata adalah darah. Itu sangat mengejutkan. Aku kembali mengutuk kebodohanku. Kenapa aku selalu saja membuat diriku dalam bahaya.
Aku terus mengutuk kebodohanku. Ini adalah sarang dari monster dan aku dengan sendirinya mendatangi sarangnya. Itu sama saja seperti menyerahkan nyawaku pada monster itu. Saat sedang panik assistant menyuruhku untuk tetap tenang karena monster akan menyerang orang yang ia anggap lemah. Mendengar hal itu aku dengan segera langsung menenangkan diriku. Aku menarik nafasku perlahan dan menghembuskannya. Aku mengulanginya beberapa kali dan akhirnya bisa tenang.
Setelah menenangkan diri assistant menyarankan ku untuk segera keluar dari tempat itu tanpa membuat suara. Aku pun mengikuti sarannya. Aku lalu berjalan perlahan-lahan keluar dari tempat itu. Ketika aku sedang berjalan keluar aku mendengar suara yang aneh. Suara itu seperti suara seseorang yang sedang berjalan di atas genangan air. Aku berbalik dan melihat kebelakang. Dan benar saja ada seekor monster di belakangku monster itu adalah pemilik dari sarang yang tadi aku masuki. Aku langsung mematung saat melihat monster itu.
Monster itu berjalan mendekatiku, ia menunjukan taringnya di hadapanku. Ia berjalan mengintari aku seakan menunjukan kalau ia saat ini sedang senang karena mendapatkan mangsa baru. Bekas daging di gigi monster itu terlihat jelas saat dia berjalan di hadapanku.
Tubuhku gemetar saat monster itu berjalan mengintariku. Tiba-Tiba saat sedang gemetar assistant memberitahuku tentang monster itu. Nama monster itu adalah ‘Chimera'.
Aku bertanya pada assistant apa yang harus kulakukan namun aku hanya disuruh untuk tetap tenang sementara waktu karena dia sedang mempersiapkan sesuatu. Aku mengikuti sarannya dan tetap tenang. Setelah beberapa saat akhirnya assistant kembali berbicara.
“Assistant meminta ijin kepada anda untuk mengambil alih tubuh anda untuk sementara".
Apa maksudnya. Assistant ingin mengendalikan tubuhku?. Kenapa?. Apa yang harus aku lakukan?. Aku tidak tahu lagi aku harus apa. Tapi aku berpikir sebaiknya aku mengikuti saran dari assistant dan membiarkannya mengendalikan tubuhku. Baiklah aku akan setuju dengan assistant, aku akan memberikan ijin untuk mengendalikan tubuhku.
“Ijin diterima mulai sekarang assistant akan mengendalikan tubuh anda”.
Setelah assistant berkata begitu aku sama sekali tidak dapat mengendalikan tubuhku. Tubuhku bergerak dengan sendirinya. Aku hanya bisa melihat bagaimana tubuhku bergerak. Pertama assistant yang sudah mengendalikan tubuhku mulai bersuara. Namun suara yang dia keluarkan sangat kecil sehingga Chimera tidak dapat mendengarnya.
“Sihir penciptaan: Ame No Habakiri”.
Seperti yang aku lakukan saat melawan hitam dan putih assistant mampu untuk menciptakan pedang Ame No Habakiri. Saat pedang itu muncul di tangan Chimera yang sedang mengintariku langsung kaget dan melompat untuk menjauh dari tubuhku. Ia tampak waspada dengan tubuhku sekarang. Setelah pedang Ame No Habakiri sepenuhnya muncul assistant langsung dengan cepat melancarkan serangan pada Chimera.
“Ame No Habakiri: Gaya Pertama: Pengejar Bayangan".
Sebuah tebasan keluar dari pedang itu menuju Chimera. Tebasan itu langsung mengenai tepat di dadanya. Chimera langsung berteriak marah dan langsung melompat menerjang tubuhku. Assistant dengan sigap langsung menghindari serangan dari Chimera.
“Ame No Habakiri: Gaya Kelima: Jalan Bayangan”.
Assistant menghindari serangan Chimera dengan menggunakan skill Jalan Bayangan. Lalu assistant keluar di belakang Chimera dan langsung melompat keatas nya sambil menggunakan skill yang lainnya.
“Ame No Habakiri: Gaya Kesebelas: Mugen Ryouiki".
Saat skill itu dilepaskan sebuah ruang muncul dan mengurung Chimera di dalamnya. Chimera yang tau ia dikurung langsung berontak dan ingin merusak ruang dari skill Ame No Habakiri. Tidak lama setelah Chimera dikurung tiba-tiba tubuhnya di tebas oleh sesuatu. Tebasan itu berasal dari angin yang diciptakan oleh ruangan yang mengurungnya. Tebasan itu terus menerus menebasnya hingga sekarat.
“Semua proses berjalan sesuai dengan perhitungan. Mengembalikan kendali tubuh pada Shyrasa".
Aku mengira bahwa assistant akan menghabisi Chimera namun ia sepertinya ingin aku untuk menghabisi Chimera. Sepertinya dia ingin agar aku mendapatkan exp agar aku dapat berevolusi ke tingkatan selanjutnya dan sepertinya ada batas waktu bagi assistant untuk bisa mengendalikan tubuhku. Dia juga berkata kalau saat dia sudah mengembalikan kendali tubuh padaku maka ia tidak akan bisa mengendalikan tubuhku selama 24 jam.
Setelah mendengar itu aku langsung berjalan menuju Chimera dan akan menghabisinya namun apa yang telah terjadi. Lihatlah seekor monster yang dulunya menjadi trauma terberatku kini muncul kembali. Ia muncul di hadapanku sambil menginjak tubuh dari Chimera. Sisa-Sisa bayangan yang ia gunakan untuk bersembunyi masih tersisa di bagian tubuhnya. Ia mengaum keras seakan dia senang karena telah menemukan mangsa yang selama ini dia cari.
Aku harus apa?. Aku tidak dapat membuat assistant mengendalikan tubuhku karena sedang cooldown selama 24 jam. Apa-apaan ini? Mengapa harus aku? Kenapa dia harus muncul sekarang saat sedikit lagi aku akan menjadi lebih kuat? Mengapa aku harus tersiksa seperti ini?. Keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhku. Tubuhku terasa dingin. Kaki ku gemetaran saat melihat dia “C E R B E R U S”.
......~end of chapter 6~...
...