
Tubuhku terasa dingin, dingin ini rasanya menusuk sampai ke tulang – tulangku. Aku membuka mataku dan melihat sekelilingku.
“Dimana aku? Apa yang terjadi padaku?” aku memperhatikan sekitarku. Tubuhku sama sekali tidak bisa bergerak, tubuhku terbaring di lantai berbatu.
“Ku rasa kaki kananku patah" aku lalu duduk dan memeriksa keadaan tubuhku. Kaki kananku penuh dengan darah, pakaian yang aku kenakan pun sobek. Aku kemudian merobek baju yang aku kenakan untuk menutup pendarahan di kakiku. Aku kemudian mencoba untuk berdiri, aku berpegangan pada batu disampingku untuk membantuku berdiri. Saat berdiri kakiku terasa sangat sakit, kain baju yang baru saja kuikat dikakiku sudah kembali basah karena darah terus mengalir seolah tidak mau berhenti. Aku menyesuaikan posisi berdiriku lalu melihat di sekelilingku. Ruangan ini sangatlah luas, aku bahkan tidak dapat melihat batas dari ruangan ini. Langit – langitnya sangat tinggi. Setelah memperhatikan ruangan ini sebentar, aku mencoba untuk berjalan mencari tempat yang lebih aman apalagi aku tidak tahu ini ada di bagian mana. Aku terus berjalan mencari sebuah tempat untuk beristirahat, kaki kananku pun dari tadi hanya diseret saja.
Setelah berjalan cukup jauh aku berhenti di depan sebuah turunan yang cukup curam, saat ingin turun aku tiba – tiba mendengar suara dari bagian bawah turunan ini. Aku lalu bersembunyi di bebatuan dekatku untuk melihat apa yang sedang terjadi. Aku langsung menahan nafasku begitu melihat apa yang terjadi di hadapanku.
Terlihat tiga ekor monster berbentuk serigala sedang mengejar seekor kelinci. Namun ternyata tidak kelinci yang tadinya di kejar mulai melawan balik. Kelinci itu mirip dengan boss lantai yang tadi kami lawan, tapi kelinci itu memiliki aura yang berbeda. Kelinci itu lebih kuat dari yang sebelumnya bahkan ia lebih kuat dari ketiga ekor serigala yang mengejarnya.
“Apa yang sedang terjadi?” Aku kaget saat melihat kelinci itu bisa melompat di udara. Sesaat setelah kelinci itu melompat, ia lalu memutarkan badannya dari atas ke bawah dan memotong badan seekor serigala karena serangan itu. Kedua serigala lainnya tidak tinggal diam, serigala itu lalu mengeluarkan listrik dari ekor mereka lalu di tembakan ke kelinci itu. Namun sayang serangan yang mereka lakukan dapat dihindari dengan mudah oleh kelinci itu, setelah menghindari serangan itu kelinci kembali melompat ke udara tapi serangan yang ia lakukan kali ini berbeda dengan yang tadi. Garis yang ada di tubuh kelinci itu bersinar biru lalu ia membuka mulutnya, gelombang kejut pun keluar dari mulutnya. Serangan itu langsung menghantam kedua serigala itu, mereka pun langsung jatuh tersungkur ke tanah.
Setelah memenangkan pertarungan kelinci itu melompat menuju mayat salah satu serigala tadi. Kelinci itu lalu menggigit paha serigala itu lalu memakannya, ia memakannya dengan lahap satu persatu mayat serigala itu. Setelah selesai memakan mayat serigala itu ia berjalan kembali melewati jalan yang tadi ia lewati saat dikejar.
Saat sedang berjalan tiba – tiba kepala kelinci itu terhempas lalu terjatuh sekitar 6m jauhnya dari tubuh kelinci itu. Aku tercengang tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi. Sejak aku jatuh, yang kutemui semuanya sangat mengejutkan. Aku bahkan tidak bisa berpikir dengan jernih.
Setelah kepala kelinci itu terhempas muncul sebuah bayangan hitam dari belakang tubuh kelinci itu. Perlahan lahan bayang itu semakin membesar lalu keluar seekor monster. Monster itu berbentuk seperti anjing. Ia memiliki tiga kepala, badannya berukuran dua kali lipat dari ukuran kelinci itu.
‘Cerberus’ aku ingat nama monster itu dalam pikiranku. Beberapa hari lalu sebelum kami berangkat menuju dungeon aku melihat seseorang datang ke guild dengan badan penuh luka. Kaki dan tangannya memiliki banyak luka cakaran, bajunya penuh dengan darah dan banyak memar di sekujur tubuhnya. Ia lalu melaporkan kepada guild bahwa di sebuah dungeon lantai 86 terdapat monster yang sangat kuat. Tubuh monster itu berbentuk seperti anjing, ia memiliki 3 kepala dan ukuran tubuh monster itu sangatlah besar. Orang itu juga melaporkan kalau monster itu sudah membunuh 10 orang petualang S rank.
Sial sial sial sial. Kata – kata itu terus berdengung dikepala ku. Aku merasa sangat putus asa Setelah mengetahui kenyataan bahwa aku tidak akan bisa keluar dari sini. Aku mungkin berada di lantai 86 ditambah lagi jika salah mengambil tindakan maka aku akan dimangsa oleh monster itu.
Monster itu memakan mangsanya dengan lahap dan nikmat. Ia menikmati setiap bagian tubuh dari kelinci itu. Saat melihat monster itu memakan kelinci itu dengan lahap aku menyadari sesuatu.
“mengapa aku tidak menyadarinya sama sekali? Padahal itu sudah sangat jelas" aku terus memikirkan hal itu terus menerus. Aku sadar dilantai ini monster yang mati tubuhnya tidak akan menghilang lalu mengeluarkan drop item seperti yang ada di lantai pertama tapi monster yang mati di sini tubuhnya akan tetap ada dan membusuk jika tidak dimakan oleh monster lainnya. Hal ini sangat mengerikan karena monster yang memakan monster lain akan mendapatkan kekuatan monster yang ia makan. Hal ini juga berlaku pada manusia jika monster itu telah mencapai level tersebut. Dan itu berarti ia akan memakan apapun yang ia anggap kuat.
Ketika menyadari itu tubuhku tanpa sadar mundur beberapa langkah namun apa yang telah kulakukan. Aku tidak sengaja menginjak bongkahan tulang dibelakangku. Monster itu yang dari tadi sedang melahap mangsanya dengan nikmat langsung berhenti ketika mendengar suara bongkahan tulang itu.
“Sial” kata-kata itu seketika keluar dari mulutku. Membuat monster itu menyadari keberadaanku. Aku mengutuk kebodohanku yang membuatku berada dalam bahaya.
Aku dengan sekuat tenaga berlari sebelum monster itu mengejarku. Aku memaksakan kaki kananku untuk terus berlari walaupun itu terasa sakit. Aku berusaha mencari tempat sempit untuk bersembunyi agar terhindar dari monster itu.
Setelah diam beberapa saat tiba-tiba monster itu melompat keatas dan melakukan serangan kejut seperti yang dilakukan kelinci yang ia makan. Aku segera merunduk untuk menghindari serangan itu.
“Apa-apaan itu? Ini sangatlah tidak adil. Mengapa ini harus terjadi padaku?” Aku langsung berdiri lalu kembali berlari. Monster itu tidak sampai disitu saja ia kemudian menghilang kedalam bayangannya.
“Sekarang apa lagi?” Apa yang terjadi aku pun sama sekali tidak mengerti. Aku hanya berpikir untuk terus berlari agar tidak dibunuh. Aku terus berlari sambil menebak dari mana monster itu akan datang. Monster itu tiba-tiba muncul didepanku dan ia mengangkat cakarnya bersiap menebas kepalaku.
Dalam sepersekian detik aku menghindari serangan itu tapi tetap saja masih ada serangannya yang mengenaiku. Beberapa cakarnya berhasil menggores leherku. Serangan itu terasa sangat sakit.
Aku terus berlari tanpa memikirkan rasa sakit. Karena sedikit saja aku berhenti maka aku akan menjadi santapan monster itu.
Monster yang dari tadi mengejarku kembali menghilang. Hal ini membuatku sangat takut. Apa yang ada di kepalaku hanyalah pikiran negatif.
“Akhirnya aku menemukannya" aku sangat senang saat melihat apa yang aku cari. Aku menemukannya. Dari kejauhan aku melihat sebuah gua dibagian kiriku.
Tapi apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa pergi ke sana begitu saja. Ini tidaklah mudah. Aku harus memikirkan cara untuk pergi ke sana. Tapi bagaimana?.
...~*~...
“Bagaimana? Apakah rencananya berjalan lancar?”. Seseorang tiba-tiba masuk dari ruangan sebelah sambil bertanya pada kedua orang itu.
“Semuanya lancar, kami sudah memastikan kalau dia tidak akan selamat. Dengan perbedaan level dan tanpa pengetahuan sudah pasti dia akan mati”. Salah satu dari mereka menjelaskan apa yang terjadi.
“Bagus sekali Lian dan Liam, kalian berdua memang yang terbaik. Untung saja aku memilih kalian berdua”. Orang itu tersenyum puas dengan kerja keras mereka.
“Itu adalah hal mudah untuk membunuh seorang pemula”. Lian berbicara dengan sombong seakan tahu kalau ia sudah berhasil.
“Tunggu sebentar, mengapa kau menyuruh kami untuk membunuh anak itu. Menurutku dia tidak akan menjadi ancaman untuk rencana-rencana mu yang lain kan?”. Tiba-tiba Liam angkat suara.
“Kau tidak tahu ya? Biar ku beritahu, anak itu adalah keturunan asli dari Dewa Tertinggi. Ibunya adalah cucu dari Dewa Tertinggi dan ayahnya adalah putra dari Raja Iblis. Mereka berdua tidak tinggal dalam dunia para Dewa maupun dunia Iblis, mereka lebih memilih hidup bahagia di dunia manusia”. Ia menjelaskan semuanya kepada Lian dan Liam.
“Lalu kenapa dia selemah itu?” Liam bertanya lagi.
“Dia lemah karena ia belum mendapatkan benih kebangkitan dan ia juga tidak tahu kalau ia merupakan keturunan dari Dewa tertinggi. Jika dia mendapatkan benih kebangkitan maka ia akan lebih kuat dari siapapun”
“Lalu apa itu benih kebangkitan?”
“Pertama aku akan menjelaskan kepadamu kasta para Dewa-Dewa. Kedudukan tertinggi atau Dewa tertinggi disebut sebagai Solas dan Addola. Solas adalah Dewa Cahaya dan Addola adalah Dewa Kegelapan. Mereka awalnya adalah satu Dewa namun karena beberapa alasan mereka harus terpisah karena perbedaan elemen sehingga mereka di pisahkan dengan cara Dewa cahaya akan hidup di dunia atas dan Dewa kegelapan akan hidup di dunia bawah. Lalu kasta setelahnya adalah Kollosia, kasta ini adalah para Dewa dengan kekuatan tempur terbanyak di kedua dunia contohnya Aku. Dan kasta menengah atau disebut sebagai Altri ini adalah kasta dimana mereka adalah para Dewa yang baru mengalami kebangkitan dan yang sudah lama mengalami kebangkitan namun kekuatan bertempur mereka kecil. Lalu yang terakhir kasta terendah atau bisa disebut juga Kruell, Kruell adalah kasta dimana mereka baru mendapat benih kebangkitan dan yang menunggu kebangkitan mereka.”
“Kau bertanya mengapa dia harus dibunuh? Pertama anak itu adalah keturunan murni dari Solas dan Addola, kedua anak itu memiliki seratus persen kemungkinan untuk mendapatkan benih kebangkitan. Namun syarat yang diperlukan untuk itu adalah ia harus menderita ketakutan yang sangat besar dan bahkan ketakutan itu harus membuat dia berada dalam ambang kematian lalu setelah berada dalam ambang kematian ia akan melawan kegelapan atau cahaya dalam dirinya untuk mendapatkan salah satu benih kebangkitan. Jika ia melawan kegelapan maka ia akan mendapat benih Dewa Cahaya sebaliknya jika melawan cahaya dalam dirinya maka ia akan mendapat benih Dewa kegelapan. Namun ada satu kemungkinan yang hanya dimiliki oleh anak itu, ia bisa melawan keduanya dan mendapat kedua benih itu dan saat kebangkitan ia akan menjadi Dewa permulaan. Didalam legenda yang pernah ku baca panggilan untuk Dewa permulaan adalah Azathot yang berarti Dewa Kehampaan.”
“Itulah mengapa aku menyuruh kalian membunuh anak itu" orang itu kemudian duduk kembali setelah selesai menjelaskan semuanya.
“Baiklah kami paham maksudmu Tuan Loki” Lian dan Liam kemudian memberikan hormat pada Loki lalu keluar dari ruangan tersebut.
...~*~...
... ...
“Apa yang harus kulakukan untuk sampai ke gua itu" aku terus berpikir keras agar bisa pergi ke gua itu. Namun tidak terpikir apapun. Lalu tiba-tiba muncul sebuah ide dalam kepalaku. Aku melihat kebelakang ku tapi tidak menemukan apapun. Aku berpikir mungkin monster itu masih mengejarku. Tanpa pikir panjang aku langsung melompat ke mulut gua itu. Tetapi yang terjadi saat aku berhasil melompat tidak sesuai dengan harapan ku. Monster yang dari tadi menghilang tiba-tiba muncul dibelakangku saat aku melompat dan ia mengayunkan cakarnya untuk menyerangku. Serangan monster itu mengenai kaki kananku, kaki kananku yang tadinya hanya patah kini telah putus. Kakiku yang putus itu mengalihkan perhatian monster itu. Aku dengan susah payah kemudian merangkak masuk kedalam gua sebelum monster itu selesai memakan kaki kananku.
Aku putus asa. Perjuangan ku terasa sia-sia. Kaki kananku putus dan dimakan oleh monster. Aku tidak tahu jalan keluar. Kesadaranku menghilang. Dalam pikiranku kata-kata ini selalu bergema. Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Jika aku berhasil kembali hidup-hidup aku akan membuat mereka yang telah menjatuhakanku ke neraka ini akan merasakan hal yang sama sepertiku. Aku bersumpah untuk itu.
...~end of chapter 2~...