
JIka tangisan adalah bagaimana kesan bayi setelah melihat dunia, maka nama adalah bagaimana bentuk syukur para orangtua saat anak-anak itu dititipkan datang ke dunia.
Beberapa adalah harapan yang baik, beberapa di ambil dari hal hal indah di dunia, beberapa adalah kejutan lelucon, dan beberapa adalah omong kosong.....
Tidak pernah dia selama hidupnya bahkan berani berpikir bahwa dia akan mendapatkan hadiah yang merupakan anugrah untuk kehidupan kedua.
Ian Aleister, anak paling 'biasa' yang berasal dari keluarga dengan garis keturunan penyihir murni.
Tak akan pernah ditakdirkan untuk dapat melampaui bakat anak anak dengan garis keturunan Aleister yang sama.
Ini semua tentang bagaimana dia tidak akan pernah menghilangkan kata 'biasa' itu pada dirinya sendiri.
Sebuah lelucon untuk garis keturunan lain yang berada di bawahnya.
Aib keluarga Aleister.
***
Tampa sadar sudah dua hari berlalu semenjak kejadian itu.
Setelah rasa kesakitan luar biasa di kepala saat mereka memasukkan sesuatu ke dalam tubuhnya, apa yang terus dia lakukan adalah berbaring menatap langit langit secara kosong sejak dia kembali penuh pada kesadarannya.
Apa gambar gambar itu?
Pandangan sekilas tentang masa depan?
Hal yang paling tidak terduga selanjutnya adalah bahwa dia yang terbaring di kasur bernuasa emas megah yang sangat dia kenal.
Kediaman utama keluarga Mathias
Lalu ada seseorang yang dia anggap sebagai satu satunya yang menerimanya di keluarga ini.
Milos, orang dengan gelar tertinggi di kediaman ini setelah kepala keluarga, sang kepala pelayan yang telah mengapdikan 31 tahunnya kepada keluarga ini .
Begaimana jika apa yang dia lihat di dalam visi itu benar benar terjadi.
Inilah sebabnya kenapa dia sangat tidak menyukai orang orang yang mempunyai harapan lebih padanya.
Dia tidak pernah menyukai rasa menanggung tanggung jawab yang besar dan memikul harapan orang orang yang hanya mengharapkan harapan dan tidak memiliki kontribusi apapun dalam hal itu.
Setiap orang orang yang hanya bisa mengeluh tetapi tidak pernah berusaha dan memiliki kontribusi apapun pada hidup mereka.
Mereka adalah orang orang yang lebih rendah dari sampah.
Lalu untuk berpikir bahwa satu satunya orang dalam dua kehidupan ini yang dia pikir memiliki rasa kekeluargaan yang sebenarnya padanya untuk melakukan hal itu.
Seharusnya dia sadar bahwa dari awal dia seharusnya tidak pernah berharap akan hal semanis itu.
Untungnya dengan datangnya kabar buruk, kabar baik juga datang, ini dia setidaknya mendapatkan hasil setimpal dari rasa sakit itu.
Melihat ke arah tangan yang terkepal.
Dia telah dapat merasakan energi frekuensi mana sihir dunia ini.
***
Ruang makan keluarga besar Mathias
ian melihat lama pada sepotong roti dan sup yang telah mendingin, kemudian air putih biasa yang tersaji di hadapannya,
Suara dentingan piring yang berbunyi kecil karena sendok dan garpu adalah saksi bisu keadaan atmosfer aneh saat ini
Ini tak masuk akal
Setelah satu tahun berada di isolasi militer yang dia sebut neraka itu, begitu pulang apa yang tersaji di hadapannya adalah bagaimana keluarga ini memakan roti dan sup sederhana
Di antara keheningan, bisikan bisikan tawa kecil di sebrang adalah yang terdengar dengan sangat jelas.
Seolah olah mereka ingin dia mendengarkan bagaimana mereka telah meledeknya.
Duo iblis ini, setelah satu tahun tak bertemu tetap menyebalkan seperti hari hari sebelumnya.
Kapan mereka akan jera, senyuman kesal disertai kerutan timbul tampa dapat dihentikan di mulutnya.
si kembar yang dua tahun lebih muda darinya, mereka adalah contoh hidup orang orang bajingan di antara bajingan lain.
Bahkan tampa berpikir dia tahu bahwa ini adalah perbuatan mereka, sebuah sendok, garpu, dan bahkan piring yang terbuat langsung oleh emas yang menunjukkan status sebagai kepala keluarga entah kenapa pada saat ini berada di hadapannya
Peralatan yang biasanya menunjukkan status dan kemewahan hanya disajikan padanya.
Seakan akan mereka ingin menunjukkan bahwa semewah apapun barang dan apa yang dia kenakan dia tak akan pernah pantas untuk mendapatkan gelar itu.
Lalu seseorang yang dijuluki sebagai kepala keluarga, Raleigh Mathias, saat ini yang biasanya sangat tegas dalam mendidik dalam kesempurnaan juga tak menghentikan aksi malam ini.
Seberapa keras pun dia mencoba dan sekeras apapun usaha yang mereka berikan dia tak akan pernah bisa mengapai titik teratas.
Untuk menjadi salah satu dari mereka.
Keturunan murni Mathias.
Karena dia adalah keturunan tidak sah dari kepala keluarga.
Seorang anak haram yang memiliki ibu seorang ******.
"Aku sudah selesai"
Berdiri dari tempat duduknya, suara gesekan kursi pada lantai marmer tak sedikit pun menarik perhatian orang orang yang saat ini tengah menikmati makan malam mereka.
"Kalau begitu aku permisi"
"....anak bodoh kenapa dia menolak kesempatan itu"
"Tidak tahu diri"
"Andaikan dia sedikit pintar, dia dapat menunjukan pada saudara saudaranya yang lain bahwa ini adalah bukti kepercayaan tuan padanya"
"Bagaimana pun apa yang dapat di harapkan darinya, anak anak yang memiliki darah dari kalangan bawah tak akan pernah dapat mengalahkan anak anak dengan garis keturunan murni"
"Dia ditakdirkan seperti itu, untuk tidak akan pernah bisa terbang setinggi saudara saudaranya yang lain karena dari awal daratan adalah tempatnya"
"Kalian para orang orang idiot sebaiknya mengecilkan suara kalian"
"Lalu Memangnya kenapa kalau dia mendengar ini!? Statusnya di rumah ini bahkan lebih rendah dari pada para pelayan seperti kita di mata tuan"
Brak!
Mengepalkan tangannya dia menatap kosong tangan yang saat ini masih memegang tangan pintu dengan kepalan keras, perasaan bagaimana mereka membicarakannya di depannya membuat perasaannya tak terlukiskan yang membuatnya bingung harus bereaksi seperti apa untuk sesaat
***
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar segera membangunkannya.
Mengangkat tubuhnya dia duduk di tepian ranjang berbalut emas dengan linglung.
"Siapa itu?"
Dia bertanya menanggapi ketukan itu dengan suara seraknya.
"Ini saya tuan muda...."
Milos?
"....Masuklah"
Setelahnya, apa yang dia lihat dari balik pintu yang terbuka adalah raut wajah yang khawatir seperti biasa, sosok orang yang dia anggap cukup penting sebelumnya di bandingkan para manusia yang lain.
satu satunya seseorang yang dia kira mempedulikannya dan menunjukkan ketulusan dengan kebaikannya selama di kediaman ini.
Tetapi bagaimana jika apa yang dia lihat benar benar adalah visi.
Apakah dia juga akan menghianatinya sebagai mana mereka menghianatinya.
Tetapi bagaimana jika visi itu hanyalah efek samping yang mulai membuatnya berhalusinasi.
"...tuan muda"
Menghentikan lamunan tak berguna itu dia kembali pada kesadarannya ian memberikan senyuman sebagai balasan.
"Ah, maafkan aku, milos aku sangat kelelahan, Ada apa"
"Tuan besar memanggil anda keruangannya"
Pria menjijikan itu?
Begitu kebetulan, apa yang begitu penting hingga membuatnya memanggilku untuk pertama kalinya setelah dua tahun mengacuhkan anak haramnya ini.
Mengerutkan kening dengan bingung dia kembali bertanya.
"...Apakah ayah mengatakan sesuatu"
"Aku khawatir kali ini tuan tidak mengatakan apa apa......."