
Hari libur. Semua orang lari kesana kemari untuk menyiapkan pernikahan Tia dan Revan. Yap, hari ini adalah hari pernikahan Tia dan Revan yang dilaksanakan di rumah Tia. Persiapannya tidak begitu mewah karena hanya dihadiri oleh saudara
Tia, Revan, dan juga rekan kerja ayah keduanya.
Sekarang Tia tengah didandani oleh perias terbaik yang dipilihkan Ayahnya. Tentunya, didampingi oleh sahabat nya, Nadine.
"Din, semua udah pada datang belum? "
"Udah bejibun yang dateng, padahal rekan kerja Ayah lo sama Revan doang yang dateng" Nadine melihat kearah jendela kamarnya Tia yang mengarah ke halaman rumah Tia yang sangat luas.
"Terus Ryan,Kenzo, Satria udah dateng belum? "
"Kayaknya sih, udah."
Setelah beberapa jam kemudian riasan Tia selesai. "Terimakasih mbk, riasan nya natural banget, sesuai apa yang aku inginkan" Ujar Tia sopan.
"Iya mbk, kalau begitu saya bantu dulu memakai gaunnya. " Tia mengikuti, memasuki ruang ganti yang ada dikamarnya.
"Wah, cantik bingittzz lo hari ini." Nadine menepuk nepuk tangannya, setelah Tia keluar menggunakan gaun pengantin nya.
"Ah.. Biasa aja, berat banget lagi." Dumel Tia kesal.
"Lo, sih, mau nikah ya pasti pake baju ya gini. " Ucap Nadine menghampiri Tia untuk mengajaknya keluar. Karena sudah disuruh pengantin wanita nya keluar untuk menemui pengantin laki laki nya.
Saat Tia dan Nadine berjalan keluar rumah, semua pasang mata yang berada di sana menatap Tia dan Nadine. Lalu Nadine mengantar Tia menuju tempat disamping Revan.
Setelah sampai, mereka berdua bertukar cincin, lalu Tia menyalami Revan, juga Revan mengecup dahi Tia lembut.
Usai acara tersebut Revan dan Tia menuju pelaminan untuk berfoto bersama. "Chinguyaaa!! Ayuk sini fotbar!" Seru Tia pada teman temannya.
(Temankuuu)
"Ayuk kesana, mbk pengantin udah manggil tuh." Ujar Nadine.
"Kuyyy."
Mereka berempat berjalan menuju pelaminan Revan dan Tia untuk foto bersama. "Ni orang udah nikah, masih aja bar bar. " Ucap Satria.
"Emangnya gue bar bar. " Balas Tia polos, lebih tepatnya sok polos.
"Dahlah, pokoknya cepet kita kasih keponakan ya Tia. " Sahut Nadine menyenggol lengan Tia yang ada di samping nya.
"Heh! Gue masih sekolah. " Balas Tia.
"Oh, jadi lalu udah lulus SMA langsung buat. " Goda Ryan.
"Selamat ya kalian, semoga bahagia sampe gua, tapi kasih gue keponakan 3 ya. " Ujar Kenzo.
"Gue kira lu yang paling waras Ken, ternyata sama bego kaya Nadine, Satria, sama Ryan. " Ucap Revan santai.
"Hey, gue kasih sepuluh aja biar banyak. " Sahut Tia.
"Whattt, kuat lu emangnya." Balas Satria.
"Njir, ambigu bener nih, sape yang mulai. " Ucap Nadine.
"Elo!" Seru semua nya.
"Lah, kok jadi gue."
"Yok, turun, lo sama Revan nih lempar bunganya." Nadine memberikan satu buket bunga berukuran sedang ke Tia.
"Nee eonni."Nadine beserta temannya turun kebawah. Sedangkan Revan dan Tia sudah menghadap membelakangi semua orang untuk melempar bunga.
"1! 2! 3!" Seru teman temannya Revan dan Tia.
Setelah bunga dilempar, siapa ya g dapat?
"Horee! gua dapet."pekik Kenzo
"Nyusul sama siapa bang Kenzo? " Tanya Satria
"Tentu sama Nadine dong. "Kenzo merangkul bahu Nadine.
Lalu Kenzo membisikan sesuatu didekat telinga Nadine."Kita kan udah kenal 3 tahun." Lirih Kenzo ditelinga.
"Udah main bisik bisikan nih" Goda Ryan.
"Kalian yang disitu, ngapain!"Seru Revan dari atas pelaminan.
"Kenzo ama Nadine mau kawin! " Balas si mulut ember Satria, semua orang geleng-geleng, melihat tingkah Satria.
"Nikah aje belom!, masa kawin! Gak aesthetic lah." Ucap Nadine, menoyor kepala Satria.
Lalu Revan dan Tia berjalan menuju teman temannya untuk berbincang bincang.
"Iya toh! Yaudah sini sekalian aja, mumpung penghulunya belum pulang." Ucap Tia
"Nggak deh Tia, makasih. Gue udah punya temen perjuangan gue yang udah ada di kamar sekarang."Tia dan Ryan tertawa mendengar ucapan Nadine.
"Sungguh tega hatimu, menduakan aku. "Kenzo dramatis.
"Sok dramatis lu. " Balas Tia.
"Emang siapa sih itu? Cowok apa cewek."
"Ye itu mah boneka rubah warna coklat itu loh, yang ada di drama Korea Descendant of the sun tau gak lo?"Ucap Ryan meremehkan Satria.
"Taulah, yang punya namanya Yoo Sijin itu kan, tau gue" Balas Satria
"Lu emang pernah nonton? "
"Pernah lah, lu kira cowok ga bisa nonton drakor."
"Yaudah gue kirimin drakor bagus banget nanti."Tia menatap menyeringai menatap Satria.
"Yaudah, kirimin Din." Ucap Tia.
Ting!
Suara Bel HP milik Satria berbunyi, ia pun langsung melihatnya. "Oke thanks mbk Revan." Ucap Satria.
"Yok ke kamar gue Din. " Nadime mengangguk.
"Lah, kita kemana istirahat nya? " Tanya Revan.
"Ryan, tunjukin. "
"Oke Ti."
Tia dan Nadine sekarang sudah memakai pakaian santai, Nadine juga meminjam baju nya Tia. "Gimana keadaan perusahaan sekarang? "
"Seharusnya sih baik, karena nggak ada laporan apa apa dari Kenzo."
"Lo suka ya sama Kenzo.. "
"Ih, enggak kok, siapa bilang! " Sewot Nadine.
"Dih, kok sewot, suka ya.. " Tia terus menerus menggoda Nadine.
"Emmm gue... " Belum sempat Nadine menyelesaikan ucapannya ada yang membuka pintu kasar.
Brak!!
ㅁㅁㅁㅁ
Gimana kabar nya baik?
Harus baik dong, hehehe
Semoga cerita ini dapat menghibur kalian, jangan lupa vote and komen ya...
ㅁㅁㅁㅁ
Terimakasih sudah membaca cerita ini.