Vincentia

Vincentia
6.ㅁEnamㅁ



Setelah acara ngebut ngebut, sekarang Revan dan Tia sudah sampai ketempat bioskop. Tapi, sebelum itu Revan pergi membeli popcorn dan minuman dingin terlebih dahulu. Setelah membeli yang diinginkan, Revan kembali menuju Tia duduk menunggu nya.


"Ayo kita nonton, ini tiketnya... " Revan terkejut saat melihat tulisan tiket tersebut, karena bertulis 'romance' bukannya horor.


"Kenapa bisa jadi gini tiketnya? "


"Gue juga nggak tahu, tadi kan tiketnya dititipin Papa, terus gue bilang taruh aja di meja, setelah itu gue ambil tiketnya langsung gue masukin ke saku celana gue" Revan menjelaskan apa yang ia lakukan sebelum kerumah Tia.


"Ihhh, terus gimana dong sekarang kita nonton ini" Tia menunjuk Tiket tersebut.


"Ayo ikut gue, kita beli lagi kesana" Ujar Aldi menunjuk penjual tiket.


"Yaudah ayo"


"Mbk, beli 2 tiket yang horor" Ucap Revan


"Aduh.. Maaf mas, tiketnya udah habis yang horor, ini cuman ada yang romance doang" Balas si mbk penjual tiket.


"Yaudah mbk, nggak jadi aja, kalau yang itu saya udah punya"


"Maaf ya mas sekali lagi, hari ini tiket horornya cepet habis"


"Iya mbk ga papa"


"Yaudah sekarang kita nonton itu aja, toh, mubazir juga kalau ga dipake"Ujar Tia


Revan dan Tia terpaksa menuju ruangan yang bertuliskan romance. Karena tidak mau terbuang dengan sia sia, yaudah nonton aja.


Mereka berdua duduk dikursi kedua dari depan. Bagaimana perasaan mereka?, jawabannya adalah gugup, karena ia tidak pernah menonton film ini bersama seorang laki-laki.


Tia dan Revan bergiliran mengambil popcorn jumbo yang Revan beli tadi, dan popcorn itu hanya tersisa satu. Entah kenapa hari ini semuanya telah habis yang ada di bioskop, dimulai dari tiket, lalu popcorn.


Saat waktunya, tangan Tia dan juga Revan sama sama mengambil popcorn dalam detik yang sama.


Mereka berpandangan saat tangan mereka bersentuhan. Dalam menit itu Tia terkunci dengan tatapan Revan, setelah itu Revan dan Tia sama sama membuang muka. Selanjutnya menonton film itu kembali.


Sudah 1 jam lebih mereka berdua menonton dibioskop. Kini mereka sedang berada dipenjual bakso dan mie ayam di pinggir jalan yang biasanya dibeli oleh Revan.


"Enak gak mie ayam nya? " Tanya Revan yang duduk didepan Tia.


"Enak banget... dari mana sih lo tahu tempat ini" Jawab Tia yang memuji mie ayam tersebut.


"Gue tahu, pas gak sengaja pengen makanan pinggir jalan. Terus gue lihat antrian disini rame banget, yaudah gue coba beli"


"Emm"


"Coba deh baksonya juga enak kok" Revan memberikan 2 buah bakso kedalam mangkok Tia.


Revan sudah selesai makan bakso. Saat ini Revan tengah memandangi Tia yang memakan mie nya dengan lahap.


"Lo nggak kepedesan, campuran sambel segitu banyaknya" Heran Revan melihat mie ayam Tia berubah menjadi warna oren kemerahan dan begitu banyak biji cabe.


"Pedas sih ada, tapi gue kuat kok, gue kan suka makanan pedes"Revan menganggukkan kepala.


"Yaudah yuk pulang, udah jam 9" Ucap Revan setelah membayar bakso dan mie ayam.


"Yuk"


----- ㅇㅇㅇ------


Tia dan Nadine sekarang berada di mall terlengkap di daerah jakarta. Sekarang mereka berdua di toko khusus barang kpop.


"Wah... Daebak!" Tia mengambil album BTS yang bertulis 'BE' , lalu memasukan 2 album ke keranjang belanjanya.


"Ini juga nih Ti, ambil juga" Nadine mengambil 2 buah album TXT,STRAY KIDS, EXO, NCT.


"Udah yuk, kita beli album aja, yang lain mah enakan online" Ucap Tia


Tia dan Nadine menuju kasir untuk membayar belanjanya. Setelah selesai belanja, mereka ingin mencoba berbagai kuliner negara. Kuliner mereka dimulai dari restoran Korea halal.


Setelah mereka duduk, ada waiters yang datang menghampiri mereka berdua. "Selamat datang di restoran **** mau pesan apa? "


"Kami pesan tteokbokki, 2 patbingsoo, kimchijeon, dan quesadilla"Ucap Nadine


"Baik pesanan anda akan siap dalam 30 menit"


Sembari menunggu pesanan Tia dan Nadine bermain HP masing masing. 30 menit sudah berlalu kini pesanannya sudah datang dan mereka menyantap makanan mereka bersama.


"Emm, lo coba deh Ti, quesadilla nya enak banget" Nadine memberikan setengah potong quesadilla nya ke piring Tia.


"Iya, enak banget"


Setelah mereka makan, Tia hendak membayar kekasir tapi lengannya ditahan oleh Nadine.


"Biar gue aja, tadi kan lo udah bayar buat album, sekarang giliran gue"


"Okey"


"Din, pulang aja yuk, gue udah kenyang banget ini, kapan kapan lagi kita lanjut kulinernya, oke? "


"Ayo, gue juga sebenarnya juga udah kenyang. Tapi sebelum itu kita beli jajangmyeon buat abang lo,Ryan, sama Kenzo"


"Oke"


Setelah itu, Tia dan Nadine membeli jajangmyeon terlebih dahulu sebelum pulang. Lalu, mereka berdua pulang untuk beristirahat dirumah.


Tia sudah sampai dirumah setelah mengantar Nadine pulang. Setelah memasukan mobil ke garasi, Tia langsung masuk rumah, saat didalam rumah ia melihat abangnya mondar mandir mencari sesuatu.


"Nyari apa lo? " Tia berjalan hendak menaiki tangga, tapi ia merasa ada hewan yang menyusul dikakinya.


Saat ia berbalik untuk melihatnya. "Ayam!! Huaaaa takut!!!" Tia berlari ke arah sofa untuk berlindung diri, belum sempat sampai ke sofa masalah terpleset.


Devan yang melihat, tidak menolong Tia, malah menangkap ayamnya dan berhasil."Pino, Pino, kenape lu lari? " Ucap Devan mengelus ngelus ayamnya.


Setelah berdiri Tia sekarang duduk disofa. "Kenapa sih, harus ayam lo pelihara? "


"Lucu tau ayamnya"


"Lucu apanya, yaudah gue kekamar dulu. Itu jajangmyeon buat lu"


"Makasih adikku sayang"


"Mikisih idikku siying, bulshit!, pas ada maunya aja gitu lo"


"Btw lo besok, setelah pulang sekolah disuruh Ayah pilih baju nikah sama Revan"


"Loh, emangnya kapan kok, langsung pilih aja"


Devan mengedikkan bahunya, lalu pergi kedapur. Sedangkan Tia pergi kekamar dulu untuk sholat maghrib.


----- ㅇㅇㅇ------


Gimana kabar kalian?.


Baik?, harus dong.


Saran dan kritiknya tulis di komentar ya..


Dan jangan lupa tekan bintang di pojok kiri bawah.


••••


Terimakasih sudah membaca cerita ini.