Vincentia

Vincentia
Vincentia |12



Setelah itu Angel maju dengan mengibas ngibaskan rambutnya."udah gak usah kebanyakan gaya lu. "Ucap salah satu siswa.


" Yee, syirik amat lu! "


"Judul puisi saya adalah Bangku. "


Bangku


Bangku.....


Engkau aku dudukin....


Engkau aku pantatin....


Engkau aku kentutin....


Bangku.. oh bangku.....


Kau diam saat diinjak-injak...


Kau sabar saat dibanting-banting...


Kau menjadi sandaran saat aku letih....


kau jg menjadi pijakan saat aku mau benerin lampu....


Bangku....


Sungguh banyak jasamu padaku....


Sungguh takkan kulupakan itu.....


"Sekian terimakasih. "


"Dapet darimana lo, kok sama, niru gue ya lo! " Ucap Satria.


"Ngadi ngadi aja lo. " Ucap Angel lalu menginjak kaki Satria.


"Sabar... Orang ganteng mesti sabar. " Ucap Satria mengelus dadanya.


Setelah itu Satria maju dengan gaya sok tampan, dan berdiri diepan murid murid semua dan memulai puisinya.


Pusing aku


Hari ini aku pusing sekali


Ibu guru member tugas


Tugasnya membuat sebuah puisi


Tugas ini susah sekali


Aku bingung apa yang akan ku tulis


diatas kertas ini


Kepalaku...


Pikiranku...


Aku sungguh jadi pusing


Wahai pusing hilanglah dari pikiranku


"Gomawoo."


"Gak jelas bat dah puisinya." Ucap Kenzo.


"Gak peduli, minggir orang tampan mau duduk. " Satria berjalan menuju bangku nya, tapi Tia menjulurkan kakinya kesamping, sehingga Satria terjatuh di pelukan Angel.


"Bau bau traktiran nih. " Ucap Nadine.


"Gak sudi gue, sama lo! " Tunjuk Angel.


"Siapa juga yang mau sama lo. "


"Ibu juga pusing liat kelakuan kalian, disuruh buat puisi malah, ga jelas puisinya, Tia silahkan kamu maju. "


"Bu, saya collab nih puisinya sama Nadine, boleh nggak! " Mohon Tia dengan senyuman yang sangat lebar.


"Baiklah."


"Perkenalan nama gue Tia yang mirip ama song hye kyo. "


"Gue Nadine yang mirip ama park boo young. "Lalu mereka berdua mengibaskan rambut nya bersama.


"Halu semua! " Ucap salah satu murid laki-laki.


"Puisi."Ucap Tia dan Nadine bersama.


Dikala aku bingung membuat puisi


Aku berpikir kenapa aku tidak membuat,


(Part Tia)


Puisi yang berjudul puisi?


Yang didalamnya berisi puisi dan apabila dibaca, sang puisi terdengar puitis,


(Part Nadine)


Lalu


Jadilah puisi yang berjudul puisi, yang berisi puisi terdengar puitis....


" Terimakasih,Thank you, Gamsahabnida, grazie, maturnuwun,Arigatou gozaimasu."Ucap Tia dan Nadine bersama.


"Sedihnya gue sampe pengen bunuh mereka. " Balas Revan, lalu ia berjalan kedepan untuk membacakan puisinya.


"Guru. "


Sabar guru, bersabar menghadapi tingkah laku kami


Sabarmu tidak bisa dibeli dengan emas atau uang


Guru.... Jasamu


Akan ku kenang selalu


walaupun kau lupa kami,


Tapi kita tidak akan pernah


Melupakan mu guruku


Semua orang bertepuk tangan, termasuk guru yang mengajar. "Baru kali ini ini dengar puisi yang bagus dan jelas. " Ibu guru mapel itu juga ikut terharu.


"Bagus bro. " Kenzo menepuk bahu Revan.


"Elah, kayak apa aje lu. "


Dan masih banyak puisi lainnya. Setelah semuanya selesai, ibu guru sekaligus wali kelas mereka menyuruh mereka semua diam.


"Karena kalian akan naik kelas 12 , maka kepala sekolah kita, mengadakan kemah untuk siswa kelas 11,yang nanti ada didaerah Bandung. "


Semua orang bersorak gembira. "Kapan bu berkemahnya "Tanya Kenzo.


" Besok, harap kalian membawa keperluan yang dibutuhkan saja, tidak perlu membawa barang yang tidak dibutuhkan. "


"Baik bu! " Seru seluruh murid XI Bahasa 1.


Setelah itu, mereka disuruh pulang, karena ada rapat guru, yang mengharuskan semua murid untuk pulang.


"Eh ada lo." Ucap Tia saat berjalan bersama Nadine dan Kenzo menuju parkiran.


"Temuin kita di jalan ini, jam 12 malam . " Nadine mberilan selembar kertas kecil kepada Vana.


"Mau ngapain lo? "


"Yah, kalau takut mah, ga usah dateng! " Ucap Kenzo.


"Gak akan, gue akan dateng. "


ㅁㅁㅁㅁ


Tia pulang diantar oleh Kenzo, karena pas sekolah tadi ia berangkat bersama. "Sampai jumpa, bu bos."


Ucap Kenzo.


"Gak usah gitu lo! " Balas Tia, lalu menjitak kepala Kenzo.


"Sakit euyyy. "


"Syukurin, Bye!"lalu berlari menuju rumah barunya, ia juga sudah mengabari Revan untuk pindah rumah, dan barang barangnya diantar oleh supir Ayahnya Tia nanti.


" Assalamu'alaikum, Tia yang cantik datang! Mana sambutannya, elah kagak ada orang ape, gak ada yang jawab gue. "Ucap Tia menggelegar di seluruh rumahnya dan Revan.


"Njir, kuping gue rusak! "


"Lebay amat lo, dahlah gue mau kekamar. "


"Huaaaaa, snack gue lo abisin semua!" Kesal Tia.


"Iya, emang kenapa? "


"Itu snack fav gue, kenapa lo abisin sih! Pokoknya lo harus beliin gue snack lays rasa rumput laut dua kerdus. "


"Pemerasan ini namanya. Yaudah gue beliin se tokonya sekalian. "Tia melebarkan senyumnya.


"Dahlah, gue ke kamar aja. "


"Iya, mandi sekalian sono, biar gak kucel, hahahaha."


"Enak aja gue dibilang kucel. "


Setelah itu Tia menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya untuk mandi. Dua puluh lima menit kemudian, Tia meniruni tangga dengan turtleneck hitam, jaket panjang coklat ala Korea, dan celana jeans hitam, tak lupa juga ia mengurai rambutnya dan membawa tas, menambah kesan cantik dan elegan pada dirinya.


"Van, ayo keluar jalan-jalan, gue gabut kalau dirumah terus. " Ajak Tia pada Revan yang sedang makan camilan sambil menonton TV.


"Oke, gue juga bosen dirumah,tunggu gue lima menit. "


"Oke. "


Lima menit kemudian, Revan sudah selesai bersiap-siap, ia memakai ootd yang sama dengan Tia, bedanya ia memakai turtleneck warna cream dan jaket panjang warna hitam, dan juga celana jeans hitam.


"Yok, berangkat!"


"Let's Go. "


ㅁㅁㅁㅁ


Jangan lupa vote and komen ya guys, semangatin author biar semangat update.


Cukup vote sama komen, itu gak bayar kok.


#seeyounextpart