Vincentia

Vincentia
7.ㅁTujuhㅁ



Revan dan Tia sekarang berada dimobil, tujuannya adalah ke toko baju untuk memilih baju yang cocok untuk keduanya pakai nanti.


Setelah sampai, mereka langsung didatangi oleh seorang wanita yang berada didalam toko tersebut. "Silahkan, bajunya ada disini" Ucap staf wanita itu, lalu Revan dan Tia mengikuti nya.


"Ini ada pilihan yang pas untuk anda, silahkan dicoba dulu" Ucap staf wanita tersebut.


"Iya mbk" Tia memasuki ruang ganti pakaian yang ada ditoko tersebut.


Sedangkan Revan menunggu disofa yang disediakan. "Van, gimana bagus nggak" Tia keluar dengan gaunnya yang pertama.


"Kurang cocok, ganti yang lain coba" Balas Revan. Tia kembali mengambil gaunnya yang kedua, lalu memasuki ruang ganti lagi.


Tia keluar lagi dengan model gaunnya yang kedua. "Terus, ini gimana? " Tia memutar tubuhnya dihadapan Revan.


"Ahh, kurang cocok buat lo" Ucap Revan, lalu berjalan memilih gaun yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Coba nih, pasti bagus" Revan memberikan gaun pilihannya pada Tia.


Tia masuk lagi ke ruang ganti, memakai gaun yang dipilihkan Revan tadi.


Dalam lima menit ia sudah keluar dari ruang ganti, dan berdiri dihadapan Revan. "Awas lo, kalo suruh gue ganti lagi!" Tia menatap tajam Revan. Ia sungguh pegal jika disuruh ganti baju lagi, gaunnya begitu berat semua, kalau nggak berat sih mau mau aja, disuruh ganti lima baju lebih.


Kalau kalian jadi Tia jadi Tia apa yang akan kalian lakukan?


"Siapa bilang ganti lagi, ini udah bagus banget gaunnya" Revan menatap Tia dari atas sampai bawah, ia terlihat sangat cantik.



(Anggap aja ini gambar gaunnya^_^)


"Oke, gue ambil tuxedo gue dulu" Revan menghampiri salah satu staf untuk mencarikan nya tuxedo warna hitam yang pas untuknya.


Sedangkan Tia, melongo, begitu mudahnya ia memilih tuxedo, sedang ia harus capek gara gara memilih gaun yang disetujui oleh Revan.


"Yuk makan dulu, nanti bajunya dianterin kerumah masing masing" Ucap Revan yang sudah kembali.


"Yaudah ayo, gue yang milih restorannya" Tia menunjuk Revan dengan telunjuknya.


"Oke"


Revan dan Tia keluar dari toko baju baju, dan menuju restoran yang dipilih Tia. Setelah sampai tujuan, mereka duduk di salah satu meja yang ada disana.


"Duduk sini, gue aja yang pesenin kesana, ingat! Jangan kemana mana" Perintah Tia.


"Iya Nona. Emangnya gue juga mau kemana kali" Tia berjalan menuju penjualnya, dan Revan memainkan HP nya.


Setelah sampai Tia memesan makanannya ke penjual. Ia memesan ayam geprek level 10 dua porsi dan milkshake juga 2 buah.


"Gue kerjain mampir lo! " Tia tersenyum bahagia saat mengantar makanan ke mejanya.


"Nih makan" Tia menyodorkan satu ayam geprek dan milkshake nya di depan Revan.


"Kok sambelnya banyak banget, level berapa nih? "


"Kenapa? Lo ga doyan pedes? "


"Enggak kok siapa yang ga doyan pedes"


Setelah itu mereka memulai memakannya, dengan Tia yang menikmati nya, sedangkan Revan keringat nya sudah bercucuran dimana mana sangking pedes nya.


"Bilang aja, kalau ga suka pedes! "


"Ini gue cuma kepanasan, bukan pedes"


"Kok gue nggak kepanasan ya? " Tia mengetuk ngetuk dagunya.


Lalu mereka melanjutkan makan mereka yang tertunda, walaupun Revan tidak terlalu suka pedas, tapi ia harus tetap menjaga harga dirinya, bisa diejek gue, sama temen gue ikut ikutan lagi nanti kalau tahu gue diejek Tia.


----- ㅇㅇㅇ------


"Kenapa nih kita semua kumpul, ada Revan dkk juga, nggak biasanya" Ucap Ryan membuka suara.


"Gue mau omongin sesuatu, yang harus hanya kalian yang tahu"Balas Tia


"Kenapa kita juga ikut ikutan, ada hubungan emang sama kita? " Tanya Satria


"Ada.karna lo sama Kenzo temennya Revan"Tia menarik nafasnya dari dalam hidung lalu menghembuskan nya perlahan dari mulut. " Jadi gue sama Revan mau--"


"Nikah" Ucap Revan memotong perkataan Tia, yang membuat semua orang yang ada di meja terkejut. bahkan Nadine yang sedang memakan bakso mercon nya tersedak hingga tenggorokan nya panas.


"Apa! Kenapa lo baru bilang sekarang Tia" Ucap Nadine setelah meminum jus nya.


"Lo, gini udah kaget, lah gue ngerasain gimana? Berasa jantung gue keluar"


"Woy! Revan sama Tia mau nik--" Teriak mulut ember Satria. Revan langsung menghentakan bahu Satria untuk duduk.


"Kenapa sih lu, gue mau umumin kali" Satria meminta penjelasan.


"Ember banget sih lo , Sat! " Sungut Tia kesal karena mulut ember Satria.


"Ya lo kan mau nikah, masa ga koar koar" Satria tertawa sangat keras.


"Ya gamau lah, kalau gue undang semua, pasti kita gak akan kumpul gini! "Sedangkan Satria mangut mangut mengerti.


"Jadi kapan kalian nikahnya? "Sahut Kenzo


"Besok, berhubung juga hari libur, karena kelas dua belas juga ujian nasional, jadi kita libur. Dan kalian besok harus pakai baju hitam kombinasi nya terserah kalian, yang penting warna hitam" Tia menghirup dan membuang nafasnya setelah memberitahu teman temannya.


Semua yang berada di meja tersebut cengo. "Cepet amat, kalian kenal juga baru kemarin" Ucap Ryan


"Ya gitu deh. Pokonya besok kalian harus dateng! " Perintah Tia


"Siap Bu Revan" Balas Nadine


"Heh! Gue belum jadi ibu ibu, gue masih sekolah! " Tia menarik lengan Nadine yang berada disampingnya.


"Tapi besok udah jadi ibu Revan kan.." Nadine menggoda Tia.


"Terserah kalian mau ngomong apa"


"Yaudah,ayo balik ke kelas 5 menit lagi masuk" Ajak Revan.


"Oke bro"


Sebelum pergi Tia mengingatkan lagi. "Jangan lupa kalian juga harus datang, ga nerima alasan" Ucap Tia mengingatkan lagi.


"Iya iya, gue ga bakal lupa sama sahabat gue" Ryan merangkul bahu Tia.


"Yaudah ayo ke kelas" Ajak Nadine lalu menggandeng tangan Tia, setelah Ryan melepaskan rangkulannya.


----- ㅇㅇㅇ------


Horee update😊!


Gimana ceritanya bagus nggak?


Jangan lupa Vote and komen ya^_^


••••••


Selamat hari raya idul fitri✨✨


Mohon maaf lahir dan batin semuanya, para readers yang membaca^_^