Vincentia

Vincentia
5.ㅁLimaㅁ



Byurrr


"Apaan lo! " Marah Tia pada Tania dan anteknya.


Mendadak semua murid kantin pusat perhatian teralih ke Tia yang di siram jus lemon.


"Jangan lo dekati Revan, atau lo bakal kena akibatnya sama gue." Ucap Vana


"Oh ya? " Tanya Tia mengambil kuah bakso yang berada di tangan Rina lalu menyiram kuah bakso itu dari atas kepala Vana.


'Baru kali ini gue lihat orang berani ama Vana.'


'Berani banget tuh cewek.'


'Gitu bagus, biar populasi cabe di sekolah nggak ada.'


'Ternyata orang yang ramah sama baik , orangnya nyeremin banget.'


Begitulah omongan murid yang melihat kejadian itu. Setelah itu Tia, Nadine pergi mengantar Tia ke kamar mandi cewek, dan Ryan pergi mengambil tas Tia yang berisi seragam cadangan.


Kini Tia Sudah berpakaian kembali menggunakan seragam yang bersih dan membuang seragam yang sudah kotor ketempat sampah, lalu ia mengetik pesan di HP nya.


KZ


Persiapin rapat sekarang


Dibaca


Setelah pesannya dibaca ia lansung memasukan nya ke saku seragam sekolah.


"Yuk kita ke kelas aja"


"Ayo"


Tia dan Nadine sedang berjalan di Koridor kelas dan melihat seorang cewek fake nerd kesusahan membawa buku untuk di bawa di perpustakaan, lantas ia membantu cewek tersebut.


Setelah sampai di perpustakaan."Makasih kak Tia dan kak Nadine. "


"Iya, nama lo siapa? " Tanya Tia


"Nama aku Risa."


"Kok lo bisa tahu nama kita? " Nadine bertanya


Risa tersenyum. "Siapa yang gak kenal sama kak Tia sama kak Nadine, kakak itu cantik, baik lagi." Puji nya.


"Yaudah kita balik dulu ya." Pamit Tia


"Iya kak."


Dalam perjalanan ke kelas. "Gue takjub deh sama lo, suka membantu walaupun nggak kenal itu siapa." Takjub Nadine.


"Iya, soalnya ayah gue ngajarin buat bantu orang yang lagi kesusahan." Balas Tia.


ㅇㅇㅇㅇ


Tia, Nadine dan juga Ryan sedang berada di depan sebuah perusahaan yang bisa dibilang sangat besar. Perusahaan Vin's Company. Yap, itu nama perusahaan yang dimiliki oleh Tia. Lalu mereka bertiga masuk kedalamnya.


"Permisi , kita mau ketemu sama Direktur Kenzo." Ucap Tia


"Siapa anda, udah buat janji belum! "


Balas ***.


"Saya tanya baik baik ya, kok anda malah marah." Ucap Tia mencoba sabar.


"Saya juga tanya emangnya siapa kamu?!"


"Rupanya pegawai baru dia." Gumam Nadine, yang masih didengar Tia.


"Saya?, saya Pemilik perusahaan ini, ngerti kamu!"


"Hahaha, mana mungkin jalang kayak kamu sepupu pak Kenzo."


Plak!


Si wanita itu menampar Tia sampai mukanya merah. Tia pun langsung mengeluarkan HP nya lalu menelepon seseorang.beberapa menit kemudian datanglah seorang laki-laki memakai kas kantor menghampiri mereka.


"Hana kamu saya pecat! " Ucap laki-laki itu


"Loh kenapa pak, saya nggak salah apa apa, dia yang ngaku ngaku sepupu bapak."Ceroscos wanita yang bernama Hana itu.


"Asal kamu tahu ya, dia itu memang sepupu saya." Ucap Laki-laki itu.


Plak!


"Ini balasan untuk tamparan kamu tadi. Pergi sana! Sebelum saya melaporkan kamu ke polisi." Ujar Tia.


Lalu si wanita bernama Hana pergi dari kantor dengan perasaan sangat malu. "Kenzo udah siap rapat nya? " Tanya Tia


"Siap Bu bos."


Setelah itu mereka berlalu menuju ruang rapat yang sudah disiapkan. Saat sampai semua orang diam, ada yang menatap kagum Tia dan Nadine dan juga Ryan.


"Berdiri nya saya disini, untuk mengenalkan kepada kalian sepupu saya yang bakal membantu saya diperusahaan." Ucap Kenzo.


"Perkenalkan nama saya Vincentia Bella. Ini Nadine dan ini Ryan, semoga kita bisa melanjutkan pekerjaan ini lebih semangat lagi." Kenal Tia pada semua orang di ruang rapat dengan senyuman lebar. "Oke!" Seru Tia kepada semuanya.


"Oke bu!" Seru semuanya yang di sambut bertepuk tangan dengan meriah.


"Silahkan kembali bekerja lagi." Semua orang keluar dari ruang rapat untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


"Kenzo, Nadine, Ryan, kalian disini dulu, ada yang mau gue omongin." Yang namanya dipanggil langsung duduk kembali di ruang rapat.


"Ada apa nih, tumben tumbenan lo dateng kesini." Ucap Kenzo.


"Pengen aja, sama lo cari tau identitas Vana sama latar belakang nya."


"Nadine gue tugaskan lo di Italia, Ryan di New York, dan gue di Perancis. Oke? "


"Wokeh."


"Dapet juga lu!" Pekik Kenzo lalu mengarahkan laptopnya ke Tia.


"Biasa aja kali, bikin kaget aja"Ucap Nadine


"Oke, gue ada rencana."


"Apa? "


".... "


"Bagus banget tuh, gue setuju." Ucap Ryan setelah mendengarkan rencana Tia.


"Biar mampus dia." Sahut Kenzo.


"2in." Sahut Nadine


"Besok kita mulai rencananya." Ujar Tia lalu berjalan keluar ruang rapat.


"Ayo, kalian ga mau ikut, gue traktir sekarang."Ujar Tia.


"Ayolah, kalo gratisan." Balas Ryan.


"Wokeh" Sahut Kenzo.


Mereka berempat berjalan menuju luar perusahaan dan mengendarai mobil ke kafe terdekat.


"Akhirnyo sampai jugo." Ucap Ryan.


"Apa sih lo ngomongnya, ga jelas banget." Balas Nadine.


"Kuy, let's Go! " Ajak Tia.


Mereka memasuki kafe yang sederhana tapi begitu indah di dalamnya. Tia memesan tempat terlebih dahulu juga makanan nya, karena mereka berempat sepakat pesan makanan yang sama.


Setelah makanan datang."Guys gue kasih tau nih cara makan steak paling enak."Ujar Ryan tiba-tiba.


"Makan ya tinggal makan, susah amat." Balas Tia.


"Kalo gitu doang mah, udah umum, kita coba cara gue" Ucap Ryan lalu mengambil pisau dan garpu, lalu memotong steak dan dibentuk bintang.


"Anjir, makan aja susah amat lo." Ujar Nadine.


Semuanya sudah memakan potongan demi potongan steak, tapi Ryan malah membentuk steak tersebut.


"Guys,Gue kasih teka teki mau? "Sahut Tia.


"Apaan? "Kenzo balik bertanya.


"15+1 berapa? "


"Ya enam belas lah masa lima." Jawab Ryan.


"Salah."


"Kok salah, orang 15+1 ya enam belas." Sahut Nadine.


Drtd Drtd...


"Bentar, ayah gue nelpon."


'Ada apa yah.'


'.... '


'Ayah jangan bercanda deh.'


'.... '


'Yaudah Tia pulang.'


"Gue pulang dulu ini kalian yang bayar, rencananya ditunda dulu. " Ucap Tia lalu menaruh tiga lembar uang seratus ribu.


"Iya. Tia jawabannya apa!" Pekik Nadine


"Nanti aja di sekolah!"


"Tia bikin stres aja, main teka teki nggak ngasih tau jawabannya, terus berapa dong jawabannya." Cerocos Ryan.


"Mana gue tahu, besok tanya dia."


"Tapi kan lo ada Revan sama Satria di sekolah. " Sahut Nadine.


"Gampang mah itu."


"Pokoknya kita besok harus wajib tanya dia." Ucap Nadine.


"Oke! "


----- ㅇㅇㅇ------


Gimana bagus gak ceritanya?


Saran dan kritiknya tulis di komentar ya..


Jangan lupa Vote nya juga 🙂


•••••


Terima kasih sudah membaca cerita ini.