
"Para penonton akan tahu itu hanyalah sebuah pertunjukan,peran itu sangat kuat." ucap Anna.
"Apa kau khawatir" Tanya reporter itu.
"Aku harus melakukan pencarian lagi,akan tetapi aku tidak khawatir,"balas Anna.
"Bagaimana dengan kasus perceraian mu dengan dokter,Arjun?Ketus reporter itu.
"Maaf,aku tidak ingin membicarakan nya,"Anna meninggalkan reporter itu.
"Nona Anna,tunggu."Bisakah aku menanyakan sebuah pertanyaan?....
Zya sedang sibuk di depan cermin.Gadis itu memakai rambut palsu yang mirip dengan rambut alm Fayanna,gadis itu juga mengukur baju yang dia pegang di badannya.
Zya membayangkan baju dan rambut palsu yang di beli nya akan membuat gayanya mirip Anna mantan Miss Indonesia tersebut.
"Aku harus melakukan penelitian lagi,tapi aku tidak begitu khawatir!"Ucap Fayanna di dalam layar televisi tersebut.
Zya terus memutar ulang perkataan Anna yang ada di layar televisi tersebut.
"Aku harus melakukan penelitian lagi,"Tapi aku tidak begitu khawatir,ucap Zya lagi sambil senyum miring.
"Hummmmmmm ...." Gadis itu menarik napas dalam dalam seolah tak punya harapan.
Dia terus mempelajari setiap gerak gerik yang di lakukan oleh Anna.Dari cara bicaranya,dari bentuk pakaiannya dan dari cara berjalannya.
Gadis itu terus mondar mandir sambil menirukan semua gerakan Anna di layar televisi.
Zya berjalan bak model profesional,dari tangan nya yang di letakkan di pinggang, hingga cara jalannya yang memutar tubuh dengan sempurna.
Saking menghayati nya,tiba tiba saja Zya seperti di kendalikan oleh sesuatu.Dari cara tubuhnya yang jadi lemah gemulai,bisa menari jaipong,gadis itu memejamkan matanya seolah terhanyut oleh gerakan tarinya sendiri.
Saat gerakan nya selesai,gadis itu berhenti menghadap ke cermin,dan ketika membuka mata dia terkejut melihat gadis cantik yang mengenakan pakaian penari berdiri di belakangnya.Gadis itu nampak menatap tajam ke arah Zya.
Saat dia membalikkan badannya untuk memastikan itu nyata atau khayalan dia saja.Saat Zya melihat ke belakang gadis berpakaian penari itu sudah tidak ada,dan Zya kembali menghadap ke cermin juga sudah tidak ada.Gadis itu bergidik ngeri sembari memutar bola matanya memperhatikan sekeliling kamar nya.
"Terimakasih Anna,Aku akan melakukan yang terbaik,"ucap Zya.
Ternyata gadis berpakaian penari tadi adalah arwah Fayanna.
"Terimakasih kau sudah mengajariku, sebagai bentuk dari dukungan mu."
Gadis itu menganggap bahwa Anna menunjukkan dirinya karena, Zya merasa Anna merestui dia menjadi pemeran pengganti nya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Di tempat lain,yaitu apartemen milik Fayanna.Gadis itu meminta penjaga apartemen membuka kan pintu kamar tersebut.
"Tidakkah ini menakutkan? berubah pikiran?,"tanya pria paruh baya kepada Zya.
"Tidak!"Sela Zya.
Zya menghidupkan lampu di kamar mandi agar tampak tidak menyeramkan.
Gadis itu mengeluarkan buku catatan yang berisikan informasi yang selama ini Zya kumpulkan.Sebelum memulai melakukan peran sebagai korban pembunuhan,dia tak luput berdoa.
"Anna,jika roh mu masih ada di sini,aku ingin kau tahu .... Untuk membuat penampilan ku terlihat meyakinkan,aku harus berlatih di tempat mu terbunuh.Kumohon , Bersama dengan ku,"Zya menyudahi doanya.
"Arjun .... Tidak!, tidak ....
Zya langsung memperagakan ucapan Anna.Sembari mundur satu persatu langkah kaki nya,sampai ketika Zya berhenti di sudut ruangan kamar mandi tersebut.
"Arjun .... Tidak! Arjun ....
Zya menirukan omongan Anna sembari menangis dan berekspresi ketakutan,gadis itu memerankan seolah olah itu benar benar terjadi kepada dirinya.
Setelah itu Zya berpindah posisi,dari yang semula nya di sudut ruangan, sekarang gadis itu masuk ke Bethup (bak mandi). Awalnya dia ragu ragu,akan tetapi demi melancarkan perannya sebagai korban yang tersiksa kesakitan,dia akhirnya masuk juga.
Awalnya gadis itu memasukkan satu kaki nya,dan setelah agak beberapa detik tidak terjadi apa apa,sebelah kaki lagi menyusul masuk ke Bethup,saat berdiri di Bethup gadis itu langsung membayangkan mayat Anna terbungkus plastik bening yang berlumuran darah.Bola mata gadis itu memperhatikan sekeliling ruangan.
Zya mencoba merebahkan tubuhnya ke Bethup tersebut agar terasa lebih menghayati peran Anna.
"Arjun ..... Tidak ! "
"Arjun .... Tidakkk !"
"Arjun ..... Tidakkk!"
Setelah mengucapkan kalimat itu sebanyak tiga kali,tiba tiba saja gadis itu merasakan kesakitan,seolah lehernya sedang di sayat oleh sesuatu benda tajam.Sayatan yang begitu menyakitkan membuat Zya mengingat betapa menderitanya Anna waktu terjadinya pembuahan, keputusasaan Anna sangat di rasakan oleh Zya,karena tidak ada orang yang tahu hari di mana Anna di bunuh secara sadis yang mengakibatkan gadis cantik itu meninggal dunia.
Gadis polos itu juga merasakan sekujur wajahnya sedang di sayat oleh benda tajam,Anna seperti sedang mentransfer energi yang dia rasakan saat terjadi pembunuhan.
"Aaa ..... Ahkkk "
jeritan keputusasaan yang di rasakan Zya akhirnya selesai.Gadis itu akhirnya menyudahi adegan tersebut dan kembali berdiri,dia melangkah keluar dari Bethup tersebut,"Terimakasih Anna,sudah membolehkan aku memerankan adegan di rumah mu,akan aku tuntas kan kasus mu ini,dan menghukum orang yang telah membunuhmu secara tidak manusiawi," akhirnya gadis itu kembali ke ruangan tengah dan keluar dari apartemen.
Tidak lupa dia menutup pintu dan mengunci pintu apartemen Anna kembali.Gadis itu tampak senang karena kedatangan dia ke apartemen tidak ada halangan dan rintangan,semua berjalan mulus.
Saat berjalan di koridor arah mau ke luar,arwah Anna memperhatikan Zya yang begitu ceria dan gembira,tidak salah Anna mengizinkan anak itu menjadi pemeran pengganti dirinya yang sudah meninggal.
"Hey nak,kau sudah kembali?apa semuanya berjalan lancar?sapa penjaga apartemen tersebut.
"Tentu saja,pak!"Tidak menakutkan seperti yang kau bilang,dasar pembohong!ejek Zya.
"Terserah kau saja nak,mungkin karena kau polos dan lugu makanya kau tidak merasakan itu,karena hanya ada keceriaan yang ku lihat di wajah mu,terang penjaga apartemen tersebut.
"Ini kunci apartemen nya pak,terima kasih."ucap Zya tersenyum manis.
Akhirnya gadis itu pergi meninggalkan apartemen menggunakan motor kesayangan nya.Gadis itu bernyanyi ria di atas motor, seperti jalan menuju untuk menjadi seorang superstar di permudah,tidak ada rintangan yang membuat gadis itu tidak berhasil sampai sekarang.Bahkan dia menganggap arwah Anna turut serta membantu dalam proses pengungkapan pembunuhan terhadap mantan Miss Indonesia Tersebut.