
Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 am.Alarm yang sedari tadi berbunyi baru berhasil membangunkan Zya.Gadis itu mematikan alarm dengan santai,tanpa tahu alarm yang dia setel awalnya jam 7.00 malah membangunkan nya satu jam tiga puluh menit kemudian.
Gadis itu mencoba untuk duduk,dan ketika arah matanya menghadap ke jam yang di pegang oleh nya,gadis itu langsung melotot membelalak.
"Oh,shitttt,"
Kenapa malah menunjukkan pukul 8.30,apa jam nya bego ... "Ahkkk," sudahlah lebih baik aku segera mandi.
Gadis itu langsung melempar kan jam yang ada di tangannya ke atas kasur,dan pergi mengambil handuk segera untuk mandi.
**************
"Mau kemana kau pagi pagi seperti ini sayang?"Tanya ayah penasaran.
"Ehkk ayah"Zya tersenyum sumringah.
Aku mau pergi sebentar ayah,aku mau menemui polisi kemarin malam yang mengobrol denganku.Ada satu hal yang harus aku bicarakan,aku mungkin akan pulang agak sedikit telat ayah.Ucap gadis itu.
"Baiklah Zya,tapi jangan sampai larut malam."Apa kau tidak mau sarapan dulu sayang?ayah akan membuat kan nasi goreng spesial kesukaan mu,Ucap ayah peduli.
"Tidak perlu ayah,aku mungkin sarapan di luar saja,ada salah satu nasi uduk kesukaan ku yang ingin sekali aku santap," ucap Zya kepada ayah.
"Baiklah sayang,kau boleh berburu wisata kuliner di kota Bandung kita tercinta ini,Ini ayah tambah uang saku untuk mu,"sembari memberikan pecahan seratus ribu dua lembar.
"Terimakasih ayah ku sayang,ayah memang yang paling terbaik di dunia ini.Oh iya ayah apa aku boleh tau siapa nama polisi itu?biar gampang aku mencarinya nanti pas di kantor polisi.
"ZAYN"itu namanya,belum sempat ayah menjelaskan,gadis itu langsung meraih tangan ayahnya untuk berpamitan dan mencium tangan laki laki tua itu.
"Dada ayah,"
Zya langsung pergi menaiki motor kesayangan nya.
"Hemmmm,"Kang Daniel Mananta hanya menarik nafas dalam dalam, melihat sifat anak gadis semata wayangnya sama persis seperti alm istrinya.Lamunan pria tua itu langsung terhenyuh saat seseorang memesan sesuatu.
"Pak kopi susu panas satu ya,"
Ucap salah satu orang yang duduk di pojok sana.
"Baik mas"jawab Daniel santai.
***************
Di suatu ruangan tertulis nama di atas meja (LETNAN POLISI ZAYN AKBAR),ya itu adalah polisi yang di cari Zya.Laki laki muda itu sedang menulis sesuatu di lembar kertas di atas mejanya.
Tok ..... Tok ...... Tok .......
Seseorang membuka pintu ruangan,"Pak ada orang yang ini bertemu,"ucap seseorang yang juga berseragam polisi.
"Oh ..... Halo selamat pagi, silahkan duduk."ucap Zya senang.
"Tentang apa yang kau katakan kemarin,"Zya tersenyum malu.
"Oh,apa kau tertarik?Tanya Zayn penasaran.
Zya mengangguk perlahan sembari tersenyum malu, Karena melihat laki laki muda di depannya begitu tampan.
"Aku sangat senang mengetahui mu dapat membantu ku,karena aku harus melakukan banyak aksi reka ulang dalam berbagai kasus sangat memusingkan,"terang Zayn.
"Tapi ..... Aku belom pernah melakukan ini sebelumnya.Aku tidak yakin dapat melakukan nya dengan baik,"ucap Zya lesu.
"Hahkkk .... Kau tidak akan menjadi yang terburuk dibandingkan yang kami miliki sekarang."Baiklah,apa kau ingin pergi ke suatu tempat?Kau pasti belom sarapan bukan? bagiamana kita mengobrol di kantin,"ajak Zayn.
"Baiklah,"ucap Zya tersenyum manis.
**************
"Ha ha ha ha ha ha ... "
Tawa Zya tiba tiba terhenti,tat kala laki laki itu menceritakan sesuatu.
"Ada apa ?" tanya Zayn.
Ekspresi Zya tiba tiba berubah.
"Jika kita memainkan karakter seseorang yang sudah mati, apakah kita tidak menggangu roh mereka?"tanya Zya penasaran.
"Tentu tidak,"ketus Zayn.
Kita kan membantu mereka untuk mengungkapkan penjahat nya.Jadi kita melakukannya untuk alasan yang baik,benar bukan?tanya laki laki dewasa itu.
Zya mengangguk menandakan bahwa perkataan polisi tersebut benar.
"Bill, kumohon,"
Zayn bersiap akan membayar tagihan makanan mereka.
"Apa kau siap?"tanya Zayn semangat.
*************
Di sebuah tempat tampak seperti di atas gedung,angin bertiup kencang.Dari kejauhan Zya dan Zayn melihat begitu banyak warga, wartawan dan polisi.
Zayn menyuruh Zya menunggu sebentar, sembari Zya melihat ke sekeliling tempat tersebut.
Laki laki itu menghampiri para petugas polisi yang sedang sibuk bekerja.Semua polisi yang berada di TKP tersebut memberi hormat kepada Zayn.
"Ini merupakan kasus pemerkosaan,pak"
ucap salah satu polisi yang berdiri di hadapan Zayn.
"Mereka bahkan belom melakukan apa apa,"
Bisik salah satu warga di sana ke pada teman di samping nya.
"Semua sudah siap?"Tanya Zayn memastikan.
"Siap pak!" semua sudah siap.
Zya tampak sibuk membalikkan catatan yang berisikan foto foto dan kronologi kejadian yang di berikan Zayn kepadanya sewaktu di dalam mobil tadi.
"Hemmmmm,"Gadis itu menarik nafas dalam dalam,
Apa yang kau tunggu?tanya seorang warga kepada polisi di sana.
"Dimana Zya?"
Ucap salah seorang polisi laki laki dewasa itu.
Zya .... ! Zya .... !
cetus polisi itu memanggil.
Polisi tersebut menoleh ke arah kiri dan kanan mencari keberadaan Zya.
Tiba tiba saja gadis itu keluar dari sebuah ruangan,mengenakan pakaian kaos putih dan mengenakan celana setinggi lutut,Gadis itu juga mengenakan sepatu Vans.Zya berjalan berlenggak lenggok bak model, badannya yang tinggi **** dan montok membuat semua orang kagum dan tercengang.
"Hari yang indah,"ucapan Zya membuat semua orang tersadar dari lamunannya.
"Baju ini wanginya enak."
"Selanjutnya apa?"tanya petugas polisi itu kepada laki laki yang menjadi tersangka pembunuhan.
"Dan aku mendekati nya,"ucap laki laki tersangka itu.
"Kesana .... cepat !"ketus polisi itu.
Laki laki itu memegang pisau mainan,ia tampak ragu mendekati Zya, polisi itu mendorong tubuh pria itu dari belakang.
Pembunuh itu Tatap tatapan mata dengan polisi,ia merasakan keraguan untuk mendekati gadis itu.
"Lakukan!"ucap polisi itu marah.
Buka bajumu!ucap pria itu kepada Zya.
yang membuat gadis itu terkejut dan melepaskan baskom yang berisi pakaian yang di cuci oleh korban.
"Teruskan!"ucap polisi itu lagi.
"Buka baju mu cepat! bentak pria itu.
Zya menjerit ketakutan.
Sedangkan polisi'itu Menyeringai senang melihat adegan yang di lakukan oleh Zya dan pria pembunuh berantai tersebut.
Tiba tiba saja gadis itu menggigit tangan laki laki itu,dan Zya berusaha kabur,saat baru beberapa langkah,gadis itu terkena tusukan pria pembunuh berantai.Adegan selanjutnya Zya terjatuh dan pria itu menusuk gadis itu secara membabi buta.
Wartawan yang melihat adegan itu ramai ramai menyoroti kamera nya ke arah Zya dan laki laki pembunuh berantai tersebut.Flash kamera wartawan tidak henti memfoto adegan itu.Zya mengerang kesakitan akibat tusukan membabi buta yang tidak kunjung berhenti.
Semua warga dan polisi yang melihat adegan itu tampak kasihan kepada korban.Mereka tidak membayangkan betapa sakit dan menderita nya gadis yang di bunuh secara sadis tidak ada yang menolong.
"Ibu ... ! Tolong aku ! ucap Zya memperagakan adegan si korban.
Melihat adegan itu,seorang pria paruh baya masuk dan menendang si tersangka sambil berteriak,"Hei,anak setan."Di ikuti oleh seorang wanita yang memeluk Zya.Wanita itu adalah ibu dari gadis yang mati dan di perkosa secara berutal dan sadis.
Nampak semua warga mulai memasuki TKP,warga yang geram memukuli dan menendang pelaku.
"Hei,lakukan sesuatu!"Ucap polisi itu panik.
"Jangan khawatir sayang,aku ada di sini untukmu.!ucap wanita tua itu sambil menangis.
Akhirnya warga berhasil di tenangkan oleh polisi, tersangka di amankan agar tidak terjadi keributan lagi.
Polisi itu tersenyum miring ke arah Zya,dia sangat puas dengan kinerja Zya.