
Mereka menyewa kamar tiap bulan,"
Di malam hari,mereka masuk ke kamar tersebut,laki laki dan perempuan,mereka di kamar tersebut,"ucap penjaga apartemen tersebut kepada dua polisi yang ada di sampingnya.
Suasana di koridor apartemen tersebut nampak gelap,di karenakan listrik sedang dalam perbaikan.
Tiba tiba saja salah satu polisi mendengar suara dari dalam kamar tersebut.
"Hey ... Apa itu?" Apa kau mendengar sesuatu? Tanya petugas polisi itu kepada rekannya.
Kedua polisi itu menempel kan telinga mereka ke arah pintu kamar, sembari mencari bunyi sumber suara tersebut.
"Tolong ..... ! Tolong aku !"
Polisi itu saling tatap dengan penjaga apartemen.
Mereka memberanikan diri membuka pintu tersebut.
Penjaga apartemen mengeluarkan kunci cadangan, sedangkan dua polisi itu memegang pistol untuk berjaga jaga,takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.
Mereka masuk secara pelan pelan, genangan air ada di mana mana,mereka memakai senter untuk penerangan seadanya,mereka berjalan secara perlahan karena lantai yang basah Membuat tempat tersebut licin.
Mereka terus mencari asal sumber air mengalir,saat salah satu polisi menyenter kebawah dia terkejut genangan air tersebut bercampur dengan warna merah darah.
Air tersebut terus mengalir dari arah kamar mandi, akhirnya salah satu polisi tersebut membuka pintu kamar mandi, polisi'itu terkejut karena ada mayat terbungkus plastik bening,dan yang membuat jantung polisi itu hampir copot,tangan mayat tersebut bergerak, sehingga membuat dia menjerit dan berlari ketakutan.Hal itu membuat rekan polisi dan penjaga apartemen nya heran.
"Kenapa kau? Apa yang kau lihat di kamar mandi itu? sehingga kau lari seperti orang kesetanan.
"Mayat!"Aku melihat mayat terbungkus plastik bening,lalu tangan nya bergerak.
Setelah nya lampu apartemen kembali hidup.Mereka bertiga memeriksa mayat yang di bilang teman nya tadi,akan tetapi mereka tidak menemukan apa apa.Mereka memeriksa lebih dekat lagi,polisi itu menemukan sidik jari di Bethup,sidik jari itu terlihat seperti bekas darah yang sudah mengering dan ada gumpalan daging yang seperti di potong potong.Setelah itu mereka menelpon kepolisian dan tim forensik.
*************
Akhirnya tim forensik datang ke apartemen,mereka berusaha mencari siapa pemilik sidik jari tersebut,tidak lupa juga mereka memeriksa setiap sudut ruang apartemen.
Setelah selesai melakukan olah TKP, mereka semua kembali ke kantor polisi,dan melakukan konferensi pers.
"Dari barang bukti yang di temukan di TKP,polisi menyimpulkan tersangka pembunuh Tuan Gibran Wicaksono adalah nyonya Paola Wicaksono.Ia menyembunyikan kasus dengan memotong motong tubuhnya menjadi beberapa bagian,"
Pembunuh terjadi pada tanggal 21 November 2019,di apartemen Isla palece no kamar 305.
Lampu kilat dari kamera wartawan tidak berhenti ketika kepolisian mengumumkan kasus pembunuhan tersebut.
"Sampai sini kami akhiri konferensi pers nya."ucap pemimpin kepolisian tersebut.
************
Sementara itu,di rumah Zya.Gadis itu tiba tiba di telpon oleh seseorang, ternyata itu adalah panggilan dari letnan Zayn.
"Tentang kasus Anna,"ucap Zayn.
"Dimana dan kapan kau ingin aku memulainya?tanya Zya semangat.Dia pikir Zayn akan menyuruh gadis itu menjadi pemeran pengganti di kasus Fayanna.
"Mereka memiliki polisi wanita,ia berperan sebagai karakter Anna."Ucap Zayn merasa bersalah.
"Tidak apa apa,"Jawab gadis itu sedikit kecewa.
"Maafkan aku Zya,".
"Oke"jawab ketus Zya.
Gadis itu langsung menutup telepon dari Zayn.Gadis itu tampak kecewa dan lesu.Padahal dia sudah mempelajari bagaimana kondisi korban saat di bunuh,akan tetapi semangatnya untuk menjadi super star sudah hilang.
Gadis itu langsung merebahkan tubuhnya ke kasur,tampak gadis itu langsung tidur seperti lelah dengan perjuangan nya yang sia sia saja.Tiba tiba saja angin bertiup kencang dan membalikkan halaman majalah seperti sesosok bayangan ingin menunjukkan bahwa doa yang Zya ucap tersebut akan terkabul kan.
**********
Di tempat lainnya,ada dua gadis yang berpakaian baju polwan sedang berbicara di wastafel kamar mandi.
"Kau akan pergi sekarang,mbak?"tanya Chelsea sembari mencuci tangan.
"Ya ..... Setelah kasus ini di tutup!" jawab Hikaru."Sampai jumpa mbak."
"Ya .... selamat malam Hikaru,"balas Chelsea sembari tersenyum.
Sementara itu, Chelsea masih melanjutkan mencuci tangan di wastafel.Gadis itu saat ini tinggal sendirian di kamar mandi,tiba tiba saja lampu di kamar mandi berkedip hidup mati,hal itu membuat Chelsea sedikit parno,lalu dia menghiraukan lampu tersebut,dia mengira ada masalah dengan lampunya.Gadis itu kembali menatap ke arah cermin sembari merapikan pakaiannya.
Chelsea merasakan ada sesuatu yang aneh,gadis itu melihat sekeliling,dan saat menatap ke arah samping kirinya, polwan itu tiba tiba membelalak mata membesar,Dia menjerit ketakutan karena melihat hantu yang begitu menyeramkan.
Chelsea adalah polwan wanita yang akan berakting menjadi Anna ....
************
Terlelet ..... Terlelet ..... Terlelet ....
Telepon kantor Zayn berbunyi, Zayn yang saat itu sedang menulis sesuatu langsung menghentikan kegiatan nya tersebut,lalu mengangkat telepon itu.
"Apa" Dia mati? Hahkkk? serangan jantung?
Apa itu masuk akal?aku tadi melihatnya,bukankah ia masih muda? "Oke" ..... aku akan memberitahu nya tentang ini.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sementara itu di minimarket,tiba tiba saja Zya menerima telepon dari seseorang.
"Halo letnan ,"
"Halo Zya,baiklah aku tidak akan berbasa basi lagi,langsung ke intinya saja.Tentang kasus Anna,mereka akhirnya bersepakat untuk memberimu peran sebagai Anna."
Zya sedikit terkejut,"Sungguh? bagaimana bisa?"
"Well ..... Petugas yang tadinya akan berperan sebagai Anna,mundur!" jelas Zayn.
"Bagus!"Aku akan melakukan yang terbaik,aku janji,balas Zya.
"Terimakasih banyak."Zya langsung menutup telepon nya,dalam hati pria itu masih ada yang janggal dengan kematian polwan Chelsea yang tiba tiba terkena serangan jantung tersebut.
"Yes,"ucap Zya senang.
Gadis itu segera membeli cemilan dan minuman yang banyak untuk merayakan keberhasilan nya yang mendapatkan peran penting itu.
Zya langsung menuju ke kasir dan meletakkan makanan yang akan di bayarnya.
sembari menunggu total pembayaran, Zya bernyanyi dengan folume yang hanya bisa di dengar oleh nya sendiri.Gadis itu sangat gembira.
"Total belanjaan nya Rp 130.000 ribu rupiah Kaka,ada tambahan lagi?"tanya kasir itu ramah.
"Tidak mbak,"Zya menyodorkan uang pecahan 100.000 ribu dua lembar..
"Uang nya 200.000 ribu rupiah ya kak.."Ini kembali an nya Kaka.Terima kasih Kaka,ucap kasir itu lagi.
"Zya tersenyum sumringah sepanjang perjalanan,yang membuat semua orang memperhatikan gadis tersebut.