
Sore itu semua orang sudah berkumpul di suatu ruangan.Semua orang tampak Fokus mendengar kan seseorang sedang berbicara di depan mereka.
Alana,dia adalah Dosen pembimbing yang sedang menjelaskan tentang bagaimana cara menjadi aktris ilustrasi atau disebut juga dengan COURSE (Pemodelan dan Simulasi) di bidang seni CENTER OF WORLD REFERENCE.
"Kau harus menyadari siapa dirimu ketika di atas panggung.Kau Harus mendalami emosi sang karakter dan mengeluarkan semuanya dari dalam diri kita.
"Kau harus bekerja keras.Lebih banyak kau berlatih,lebih baik kau dapat mendalami karakter.Itulah yang disebut dengan"Akting"ucap Alanna menjelaskan.
Alanna menyuruh mereka berdiri dan meragakan gerakan yang dia sebut kan.
Semua orang berdiri dan menunggu aba aba dari dosen pembimbing.
"Fokus .... !"
"Bengkok kan lutut kalian.Regangkan kedua tangan,tarik nafas dang bayangkan kau sangat marah,"sangat sangat marah ... "ucap Alanna ketus.
Beberapa menit kemudian bel kampus berbunyi menandakan waktu mata pelajaran kuliah sudah habis.Alanna sempat terkejut karena jam pelajaran nya sedikit cepat berakhir.Alanna melihat ke arah jam tangannya dan memang sudah menunjukkan pukul 21.00 PM.
"Baiklah Karena Waktu kita sudah habis,kita akan melanjutkan nya Minggu depan."ucap Alanna menjelaskan.
Semua orang mulai mengemasi dan merapikan barang bawaan mereka,satu per satu siswi mulai keluar ruangan.
**********
Saat tiba di rumah,Zya terhenti sejenak di depan kedai milik ayahnya.Ia melihat sebuah acara tv yang menampilkan wajahnya.Zya kemudian duduk bergabung bersama dengan ayahnya.Melihat itu ayahnya langsung bertanya.
"Kapan kau akan tampil?"tanya laki laki tua itu.
"Santai lah ayah,aku sebentar lagi pasti akan tampil."Itu,Ayah lihat?Apa ayah melihat aku tertawa seperti seorang yang profesional? ucap Zya bahagia.
Ha ... haaaa ... haaaaa
semua orang yang sedang duduk di dekat Zya termasuk ayah' nya juga ikut menertawakan ucap anak gadisnya itu.
"Apa yang kalian tahu,kalian tidak pernah ikut kelas kesting,kenapa kalian malah menertawakan aku.Jika kalian pernah mengikuti nya,kalian akan tahu bahwa tawaku berbeda dengan yang lainnya.Yang lain hanya berpura pura."Ketus Zya kesal.
"Akting apa? aku tidak mengerti,sahut ayah Zya.
(Waha .... haaaaa .... haaaaa)
Zya tiba tiba tertawa dengan seram seperti tertawa kuntilanak tercebut kedalam got.Hal itu membuat ayah Zya bergidik seram dan meninggalkan anak gadisnya yang masih tertawa menyeramkan.
Tidak lama ayah' nya beranjak dari tempat duduk,Zya dihampiri oleh seorang laki laki yang begitu tampan dan tinggi.Laki laki itu menyapa Zya lebih dahulu.
"Hai, saya seorang petugas kepolisian."ucap Zayn menyapa.
Seketika Zya menoleh ke arah sumber suara.Zya tampak terkesima melihat ketampanan polisi tersebut.Tapi pandangan Zya buyar ketika Zayn tiba tiba melambaikan tangan nya ke arah mata Zya.
Ketika polisi itu ingin duduk, Ntah apa yang terjadi Zya tiba tiba saja pergi meninggalkan laki laki itu, Zya tampak gelisah dan tiba tiba saja masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai dua.
Setibanya di lantai dua, Zya bertanya kepada seorang wanita paruh baya di sana.
"Bisakah aku meminjam koranmu?"
ucap Zya kepada wanita tersebut,gadis itu nampak tak berekspresi saat berbicara dengan wanita penjaga lantai dua tersebut.
Serena adalah wanita yang di pekerjaan oleh ayah nya untuk menjaga kamar kamar kos di lantai dua tersebut,Serena sudah 10 tahun tinggal di sana sebagai penjaga kos.Dia sangat dekat dengan Zya,dia sudah menganggap Serena sebagai bibi sekaligus ibu pengganti.
Sikap Serena yang Hangat dan lembut bak seperti ibu kandung membuat Zya nyaman dengan wanita paruh baya tersebut.
Setelah meminjam koran Zya menuju ke arah sebuah ruangan, ruangan itu tampak gelap,hanya diterangi oleh cahaya lampu tidur saja.
Ruangan itu adalah kamar Zya,gadis itu tidak terlalu suka dengan kamar yang terlalu terang,dan tidak menyukai pula kamar yang terlalu gelap.Makanya gadis itu hanya menaruh lampu tidur,itu pun lampu terang hanya di taruh di kamar mandi nya saja.
Sesampainya gadis itu dikamar,dia meletakkan tas dan berjalan ke arah sudut ruangan,Zya nampak duduk bersandar sembari membolak balikkan halaman demi halaman di koran tersebut.
Entah apa yang di katakan polisi tampan itu kepada nya, sehingga membuat gadis itu tampak sibuk mencari sesuatu di koran tersebut.
Pada akhirnya Zya menemukan sebuah artikel,di mna artikel tersebut nampak polisi dan orang orang yang berkerumun dan ada seorang laki laki yang masih muda di borgol tangan nya.
Zya terus menatap gambar tersebut dan terlalu banyak sekali pertanyaan di kepalanya yang ingin dia tanyakan kepada polisi tadi.
Gadis itu terburu buru menuruni tangga, seakan ingin menyampaikan sesuatu,dia berusaha ingin cepat sampai ke tempat polisi tadi,tapi sangat di sayangkan gadis itu tidak jumpa dengan polisi itu.
"Ayah,! Ayah! teriak panggil Zya.
"Kenapa kau seperti orang sesak berak saja? tergesa gesa tidak tentu arah memanggil ayah, ejek laki laki tua itu.
"Aku sedang tidak ingin bercanda ayah,"dimana polisi yang datang ke sini tadi?"
ucap Zya penasaran.
"Mana ayah tau,mungkin saja dia sudah pergi,"jawab laki laki itu.
Cihhhh, Zya mendengus kesal,saat momen penting malah seperti ini,Cetus Zya kesal.
"Lagi pula kenapa kau mencari polisi itu,?apa ada sesuatu yang penting?"ayah Zya bertanya sambil menyodorkan makan malam untuk nya,dia tau gadis itu belum makan sedari dia pulang kuliah tadi.
"Hehehehe,ayah tau saja aku belom makan!"terima kasih ayah ku sayang,ucap Zya tersenyum manis.
"Kalau memang ada yang penting kau besok datang saja ke kantor polisi,sebut saja namanya,pasti semua orang yang ada di kantor polisi mengetahui nya."ucap ayah Zya.Sekarang habiskan makan malam mu,dan pergi naik ke atas dan tidur,jangan lupa suruh bibi Serena untuk makan juga.Satu hari ini dia belom ada memakan apa apa.Selaian roti selai kacang dan teh hangat,Ayah rasa bibi mu sakit.
"Baik ayah,nanti akan ku sampai kan pesan ayah kepada bibi."Zya menikmati makanan yang di buatkan oleh ayahnya dengan lahap, setelah beberapa menit,gadis itu menghabiskan makanannya,Zya mencuci tangan dan berpamitan dengan ayah nya untuk pergi ke kamarnya.
"Ayah!aku naik dulu, selamat malam ayah,"kecup gadis itu ke pipi ayahnya.
"Selamat malam sayang"ucap manis pria tua itu.
Zya berjalan perlahan langkah demi langkah melalui anak tangga menuju ke lantai dua, sembari memikirkan sesuatu dan tanpa di sadari ia lupa memberi tahu bibi Serena.
Saat di kamar Zya mengganti pakaian tidur,dan bersiap untuk tidur,saat baru merebahkan tubuhnya,dia baru ingat pesan ayahnya untuk menyuruh bibi Serena untuk makan.Gadis itu buru buru keluar kamar dan menghampiri Serena.
"Hai bibi,"ucap Zya kepada bibi Serena sambil tersenyum sumringah.Ayah menyuruh bibi untuk kebawah pergi makan,ayah juga bilang kepadaku kalo bibi dari pagi sampai sekarang hanya memakan roti tawar pakai selai kacang.Apa bibi sakit?tanya gadis itu penasaran.
"Tidak Zya,bibi hanya kurang enak badan saja,bibi sudah meminum obat juga.Sekarang kembalilah ke kamar mu,sudah hampir tengah malam.Waktunya jam istirahat dan tidur.Tidak usah khawatir bibi akan turun dan pergi makan.
Zya menuruti perkataan Serena,gadis itu kembali ke kamar nya,saat merebahkan badannya, Zya langsung teringat dengan polisi tadi yang menjumpai nya dan berinisiatif besok pagi akan menemui polisi tersebut ke kantor polisi.Akhirnya gadis itu tidur ....