
Setalah Jesica menatapku dia langsung memelukku dengan erat,dia memelukku sambil menangis
"Kenapa kau baru bilang sekarang"Kata Jesica.
"Karna aku takut kau akan menjauhiku jika kau tau aku Vampir"Jawabku,dan melepaskan pelukan Jesica.
"Lagi pula sekarang sudah terlanjur, kita tidak akan bisa bersama lagi, karna dunia kita berbeda Jes"Kataku ke Jesica
"Aku mau menerimamu apa adanya, walaupun kamu mengubahku menjadi Vampir aku iklas"Jawab Jesica
"Nggak aku tidak akan mengubahmu jadi Vampir, Aku tidak mau memisahkanmu dengan keluarga dan teman-temanmu"Jawabku
"Tapi mengapa jika Aku jadi Vampir Aku kan masih bisa bersama teman dan keluargaku"Jawab Jesica
"Tapi semua tidak sama seperti yang kau pikirkan Jes, Hidup menjadi Vampir itu tidak mudah Aku tidak mau kamu tersiksa! " Bentakku ke Jesica,dan Aku langsung pergi dari rumahnya.
Aku langsung datang ke rumah Viona dan menceritakan bahwa aku sudah memberitau semua kepada Jesica
"Viona aku sudah menceritakan semuanya ke pada Jesica, tapi dia sangat nekat dia ingin aku mengubahnya jadi Vampir, cintanya Jesica itu sangt besar dan tulus kepadaku"Kataku ke Viona.
"Wauu dia senekat itu ya,tapi kau mengubahnya menjadi Vampir atau tidak"Jawab jesica.
"Tidak Aku tidak mau dia menyesal nanti, Hmm Vin ini sudah sore aku pulang dulu ya"Jawabku,Aku pun langsung pulang.
Ke esokan Harinya Jesica mencariku ke kelas, dia mengajakku keluar ke tempat sepi dan memaksaku mengubahnya manjadi Vampir
"Farek sekarang aku saduh siap menjadi Vampir"Kata Jesica.
"Jes sekali Aku bilang tidak ya tidak, sekarang kamu memang nekat tapi suatu saat nanti kamu pasti akan menyesal"jawabku.
"kalu begitu kita lanjutkan aja hubungan kita Rel"Jawab Jesica.
"Percuma jika pada akhirnnya kita akan berpisah karna dunia kita berbeda"Jawabku,dan Aku langsung pergi.
"Jika sekarang kamu tidak mau mengubahku jadi Vampir, aku akan menyuruh Viona melakukannya!"teriak Jesica.
Setelah selesai pemblajaran di sekolah Aku langsung pulang bersama Restu, Surya, dan Erik
"Rel kenapa kamu putus dengan Jesica sih, kamu kan baru jadian dengannya"Kata Restu.
"Iya ada apa dengan kalian,kan Jesica itu orang yang paling kau kejar"kata Erik.
"Itu semua ceritanya panjang aku gak perlu ceritakan semuanya ke kalian"Jawabku.
"Tapi kasian juga Jesica kata Mawar dia itu selalu nangis ketika di putusin oleh kamu"Jawab Surya.
"Percuma perjuanganmu sampai mencarinya ke tempat pemotretan demi mendapat cintanya, dan sekarang kandas di tengah jalan"Jawap Erik.
"Jangan bahas dia lagi"Jawabku
"Hmm oklah"Jawab Surya
Sesampai dirumah aku merasa sangat stres setelah mendengr pembicaraan teman-temanku itu, aku tidak bisa berfiki begai mana lagi hidupku terasa percuma,akupun memutuskan pergi ke alam Vampir untuk menemui sesepuh di negeri Vampir.
Sesampai di sana aku menceritakan sekuanya ke pada sesepuh itu, aku bicara dengannya dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak di ketahui oleh Ayahku dan Raja Vampir agar aku tidak di tangkap, sesepuh itu menyarankanku untuk kembali ke bumi karna dia sedang memikirkan cara untuk membantuku.
Setelah sampai di Bumi Aku langsung datang ke rumah Jesica untuk kinta Maaf kepadanya,sesampai di sana Jesica menyambutku dengan Senyuman.
"Jes aku mau minta maaf ke padamu, Aku tau yang ku lakukan itu salah, tapi aku tidak akan mengubahmu menjadi Vampir"Kataku
"Iya Aku sudah memaafkanmu kok kamu tenang aja"Jawab Jesica.
Setelah Aku minta maaf dengannya Aku menyuruh Jesica untuk tidak bilang ke siapa-siapa kalau aku ini Vampir
~Bersambung