Vampire in Love

Vampire in Love
Jadian dengan Jesica



Pada sore harinya aku langsung datang ke tempat pemotretan,aku melihat Jesica sedang bersiap siap untuk pemotretan.


"Hai Jesica"sapaku ke Jesica.


"Farel ngpain kamu ke sini"Jesika bertanya ke padaku.


aku seketika terdiam melihat kecantikan Jesica saat memakai mek up,tiba-tiba surya pun datang.


"oh Farel kamu sudah datang"tanya Surya


"iya aku dari tadi menunggumu di sini"jawab ku.


"oh iya Jesica ini katanya Farel suka dengan mu"Surya berkata sambil tertawa.


"maksut mu apa"jawab Jesica sambil melihat ku.


aku merasa sangat malu,Jesica pun tersenyum kepadaku.


"Besok aku akan berikan jawabannya"kata Jesica.


"jawabn apa,aku kan belum bilang apa"tanyaku ke Jesica.


"aku mau jadi pacarmu"jawab jesica.


aku seketika terkejut,dan berpikir jika suatu saat Jesica tau bahwa aku Vampir apa yang akan dia rasakan,aku takut nanti Jesica akan menjauhiku.


"kenapa kamu kok diam"tanya Jesica.


"nggak aku hanya terkejut,kalau begitu aku pulang dulu"jawabku.


"oh iya silahkan sampai jumpa besok"balas Jesica


aku pun langsung pulanga.


Sesampai di goa aku berusaha mengeluarkan kekuatan terbesarku untuk mengubah goa itu menjadi rumah,dengan sekuat tenaga akhirnya goa itu berubah menjadi rumah yang megah dan mewah,setalh itu aku lanhsung berjalan keluar untuk melihat pemandangan yang indah di bumi,di perjalanan aku melihat Erik.


"hai Erik"aku menyapanya


"kamu mau kemana"balas Erik.


Erik langsung mengajakku pergi ke rumahnya Restu.


ke esokan harinya aku pergi ke sekolah bersama Surya,Erik dan Restu,setiba nya di sekolah aku mencium bau darah segar,aku mencarinya ke mana"akhirnya aku melihat Amel yang kakinya sedang terluka karna baru saja terjatuh,kebetulan di sana ada Jesica dan mawar.


"Farel tolong temanku dong,dia baru habis jatuh dan kakinya sakit"kata Jesica.


aku kebingungan dan taringku sudah mau keluar aku sudah tidak kuat dengan bau darah itu aku bun berlari menjauhi mereka.


"Farel!"teriak Jesica.


aku meresa sangat bersalah ke pada Jesica,dan teman-temannya karna tidak bisa menolong Amel,karna jika aku bantu pasti rahasiaku akan terbongkar.


Pada siang harinya Jesica mendatangiku dan bertanya kepadaku.


"Farel kenapa kamu lari tadi,kenapa kamu tidak mau membantu Amel"tanya Jesica.


"bukan aku nggak mau,tapi aku kebelet pengen Buang air"jawabku


Jesica tertawa mendengatnya.


"Kenapa kamu tertawa,kamu nggak marah"tanyaku.


"ngapain aku marah"jawab Jesica.


Jesica langsung mengajakku ke kantin,sesampi di kantin aku memesan makan yang terbuat dari daging,agar aku tidak kebingungan memakannya.


Sore harinya aku mengantar Jesica ke tempat pemotretan,di tengah perjalanan tiba tiba Jesica terjatuh akibat di serempet oleh pengendara sepeda motor,dan tangan Jesica berdarah,aku mencium bau darah itu dan taringku seketika keluar aku tidak bisa mengontrol diriku,pada saat itu jesika masih menunduk dan belum melihat wajahku,aku pun langsung mengontrol diriku dan langsung menyiram luka jesika dengan air yang aku pegang,agar darahnya hilang,seketika taringku berhenti muncul.


"kamu kenapa"tanyaku ke Jesica.


"tanganku terluka,sepertinya aku nggak bisa pemotretan deh pasti hasil fotonya jelek nanti"jawab Jesica.


akupun langsung mengantarkan jesica pulang.


Bersanbung~