Vampire in Love

Vampire in Love
Matanya hanya melihat kegelapan



Setelah puas marah dengan Viona aku langsung kembali ke kelasku, singkat cerita bel pulang berbunyi Aku langsung pergi ke rumah sakit bersama Semua temanku, kecuali Viona karna dia masih dendam denganku.


sesampai di rumah sakit Jesica masih di priksa sebelum dia di bawa ke ruang oprasi, Aku menunggu sangat lama sambil menunggu Erik dan Amel menceritakan kejadia ke celakaan Jesica.


"Pada saat itu aku mengajak Jesica bertemu untuk membahas rencana liburan"Kata Amel.


"Terus gimana"Balasku.


"Dia menyebrang jalan tanpa melihat kiri kanan, pada saat itu ada sepeda yang melaju sangat cepet dan Jesica di tabrak sampai terpental ke pinggir"Kata Amel.


"Waktu itu kami sudah berterik menyuruh Jesica minggir tapi dia tidak mendengarnya"balas Erik.


"Ini semua musibah bukan salah siapa²"Jawabku.


Setelah menunggu lumayan lama akhirnya Dokter keluar dan menjelaskan tentang kondisi Jesica saat ini.


"Kondisi pasian sangat parah dia mengalami cedera parah di bagian matanya"kata Dokter.


"Terus bagai mana dok"Jawab Erik.


"Pasian harus di oprasi dan dia akan mengalami kebutaan permanen, jika tidak di temukan donor mata"Jawab Dokter.


Kami semua kaget mendengarnya Dokter langsung membawa Jesica ke ruang oprasi.


"Ini salahku, aku yang mengajak Jesica bertemu saat itu"Kata Amel.


"Ini bukan salahmu mel, ini musibah"jawab ku.


"Apa kalian ingat dengan nomor polisi sepeda motor itu"tanyaku ke Amel dan Erik.


"Aku sama sekali tidak mengingat bahkan tidak melihat nomor polisi sepeda itu"jawab Erik.


"Aku juga"balas Amel.


Dua jam berjalan oprasi Jesica sudah selesai, semua teman² setia menunggu oprasinya Jesica seketika Aku memikirkan biaya Rumah sakit Jesica, pasti sangat mahal sedangkan Jesica tidak punya keluarga.


"Gays biaya rumah sakit Jesica pasti mahal, dia harus bayar pakai apa"Kataku.


"Kita kongser amal aja yuk,sekalian nyari donor mata siapa tau dapat"Kata Restu.


"Ide bagus tu, kita urunan aja untuk dapat modalnya"Jawab Surya.


"Kita semua setuju"Jawabku.


Ke esokan harinya Aku dan semua temanku mulai merencanakan acara kongser amal untuk Jesica setelah mendapat ide kami langsung mengumpulkan modal dan menyiapkan semua pralatan untuk Kongser itu.


Sementara itu di Rumah sakit Jesica belum sadarkan diri dia terbaring dengan kondisi mata tertutup perban.


Persiapan kongser hampir selesai dan acara kongser itu akan di lakukan besok sore setelah selesai sekolah.


"Akhirnya selesai tinggal nunggu alat musiknya"kata Surya.


"Sekarang kita pulang dulu aku juga mau melihat kondisi Jesica"Jawabku.


Aku langsung menuju ke Rumah sakit tempat Jesica di rawat, sesampai di sana Jesica masih belum sadarkan diri aku sangat prihatin melihat kondisinya, tiba² jari Jesica bergerak dan meamanggil namaku.


"Farel kamu di sini kan"Kata Jesica.


"Ya ini Aku"jawabku.


"Rel kamu jujurya sebenarnya mataku kenapa kok di tutup pakai perban, dan aku dimana"tanya Jesica.


"Kamu Buta Jes, dan sekarang kamu sedang berada di Rumah sakit"Jawabku.


"Tidak aku ditak buta Rel tidak mungkin kamu jangan bohong Rel! "Jesika berteriak sambil menangis.


"Aku tidak bohong Jes kamu habis mengalami kecelakaan dan sekarang kamu buta Jes"kataku


Jesica seketika pingsan karna tidak menerima kondisinya yang sekarang.


~Bersambung