Until the end of time

Until the end of time
Chapter 6



"Dia... suamiku,"jawab Sonia. Semua orang yang ada disitu memandangnya tak percaya.


Fransis hanya tersenyum tipis, "Tapi kau bahkan tak mengenaliku, "batinnya miris.


"Suamimu? "ulang Nadza sambil melirik Fransis. Gadis itu merasa aneh pada sepasang suami istri tersebut.


"Bisakah kalian keluar! aku mau tidur, "sela Fransis sambil kembali naik keatas ranjangnya dan bersiap untuk tidur kembali.


Mereka langsung menoleh pada pria itu dengan tatapan tidak suka.


"Tapi, Soici-."Sonia hendak protes namun dipotong terlebih dulu oleh Nadza.


"Baiklah, Soici, aku akan keluar, "potongnya. Tapi sebelum keluar,ia terlebih dulu mengecup pipi putih pria itu, tanpa perduli ada hati yang sedang meradang melihat kecupan itu. Gadis itu bahkan tak perduli saat pria itu langsung menatap tajam dirinya, menurutnya mereka berdua sangat lucu dan kekanakan, setelah itu dia pun benar-benar pergi meninggalkan ruangan itu.


Sonia merasa aneh dengan dirinya,ia merasa kesal pada gadis itu lantaran telah mencium pipi pria yang dikiranya adalah adik iparnya tersebut, ia memandang Fransis yang sudah kembali memejamkan matanya, Sieru dan Miseru ikut keluar karena merasa ada yang perlu mereka omongkan, dan tinggalah sepasang suami istri itu dalam ruan kesehatan.


"Apa hubunganmu dengannya?! "tanyanya kesal. Pria itu tak menjawab karena memang tak ingin, ia justru pura-pura tidur. Gadis itu memandang sendu suaminya, seandainya saja dia tau kalau pria didepannya adalah suaminya sendiri mungkin kejadiannya akan berbeda.


"Kau tau? aku tak rela siapapun menyentuhmu, aku jahat, 'kan, Soici? semoga kakakmu akan memaafkanku, "ucapnya lagi. Setelah itu ia menyingkirkan tangannya dari wajah sang suami, dia mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami, mengeliminasi jarak diantara mereka.


Cuuup...


Ia pun mencium bibir sexi milik sang suami, "Itu ciuman pertamaku, "ucapnya sambil terus menatap bibir itu. Setelah itu ia mengangkat wajahnya kembali.


"Aku menyukaimu, adik ipar, itu ciuman pertamaku, "katanya.


"Hn, jadi begitu?! "ucap Fransis sambil membuka matanya dan menatap lurus gadis itu.


Sonia membulatkan matanya, dia kelabakan karena ternyata pria itu tak sungguh-sungguh tidur, padahal dia pikir pria itu sudah tidur pulas, sekarang dia jadi malu sendiri. Gadis itu langsung menundukkan wajahnya tak berani memandang wajah pria itu, ia yakin sekarang pasti pria itu memakinya dalam hati, ah, kenapa dia bisa sebodoh itu ketahuan mencium bibir adik iparnya dan itu adalah ciuman pertama miliknya, bagaimana kalau pria itu akan melaporkannya pada suaminya.


Perlahan Fransis bangkit dari ranjang, ia mendudukkan dirinya di tepinya, "Jadi kau ingin aku yang jadi suamimu? "tanyanya menggoda. Tanpa sadar gadis itu langsung mengangguk, tapi saat kesadarannya kembali, ia buru-buru menggelengkan kepalanya, dia merutuki kebodohannya, "Bagaimana kalau nanti dia lapor pada kakaknya? "batinnya takut.


Fransia tersenyum geli melihat ekspresi takut pada wajah istrinya, sebuah seringai jahil menghiasi bibir pria itu.