Until the end of time

Until the end of time
Chapter 5



"Beruntunglah kami menemukanmu, terlambat sedikit saja kau bisa mati karena tenggelam dalam kolam, "sahut temannya yang lain.


"Itu benar, Sonia, kau harus melawan, "timpal Sieru setuju.


"Miseru, Sieru, aku tahu kalian sangat mengkhawatirkan ku, tapi aku tidak mau dikeluarkan dari sekolah, lagi pula aku hanya murid biaya siswa, pasti guru tidak akan ada yang dipihakku, "ucap Sonia pasrah.


Fransis sudah tidak tahan lagi, ia tidak suka melihat seorang yang lemah dan hanya bisa pasrah saat ditindas tanpa ada usaha untuk melawan, meski tubuhnya masih terasa sangat lemah dan rasa sakitnya belum sepenuhnya reda tapi dia tak boleh membiarkan ini terus terjadi, pria itu menyibak gorden yang menjadi tirai penghalang diantar mereka.


"Masako, itukah nama perempuan itu? "tanyanya dingin. Sonia terkejut melihat seorang pria yang dikiranya sebagai adik iparnya itu mendengar pembicaraan mereka,terlebih lagi pria itu juga terbaring di atas ranjang ruang kesehatan.


"Soici, apa yang kau lakukan?kenapa wajahmu terlihat pucat?"tanyanya khawatir. Perlahan gadis itu bangkit dari ranjangnya, ia turun menghampiri pria itu, dia menatapnya penuh khawatir.


"Ada apa dengan wajahmu? "tanya Fransis pura-pura tak tau. Gadis itu menjadi bingung, ia menyentuh wajahnya sendiri, dia merasa wajahnya baik-baik saja tak ada masalah, lalu kenapa pria itu berkata seperti itu?.


"Memang kenapa dengan wajahku, aku merasa wajahku baik-baik saja, Soici, "jawabnya heran.


"Maksudku, kenapa wajahmu terlihat cemas dan panik!"ucap Fransis menjelaskan.


"Tentu saja, itu karena aku cemas melihat wajahmu yang terlihat pucat, lagi pula kau terlihat seperti menahan sakit, apa itu salah, Soici? "balas Sonia sekaligus memintak pendapatnya.


"Apa maksudmu, Soici, tentu saja aku sangat khawatir pada kakakmu, "kilahnya.


"Hn, "jawab Fransis tak jelas. Dalam hati pria itu tak akan percaya begitu saja ucapan istrinya, dia bukan orang bodoh yang bisa dibohongi dan tak dapat membedakan mana yang jujur dan tidak, pria itu mengalihkan perhatiannya pada sang istri,ia hanya menatap datar gadis itu.


"Eh,Soici,kamu jangan ceritakan ini pada kakakmu,ya? Fransis pasti tidak akan suka melihat sikapku ini, "pinta Sonia memohon.


"Tentu saja aku tidak akan suka melihat sikap lembekmu itu, "batin Fransis kesal.


"Pokoknya kau jangan ceritakan apapun padanya! "kali ini gadis itu justru memberikan perintah. Fransis hanya diam saja tak perduli dengan permintaan atau permohonan istrinya, untuk apa juga dia cerita, kalau dia sendiri sudah mendengar langsung dari mulut istrinya sendiri.


"Memang apa yang akan dilakukan oleh tuan,Lonenlis,Sonia,hingga kau terlihat ketakutan seperti itu?"tanya Sieru penasaran.


"Dia akan melakukan seauatu padanya, yang muungkin bahkan tak akan bisa kalian bayangkan sebelumnya,"jawab Sonia sambil membayangkan sosok sang suami tercinta.


"Kau berlebihan, Sonia, memang apa hubunganmu dengan tuan,Lonenlis,Itu?"tanya Miseru penasara. Gadis itu hanya merasa sangat heran kenapa sahabatnya itu bisa tau banyak tentang orang lain.