
"Tapi bu" ucapan Vigar terpotong saat ibunya menatapnya tajam.
"Sudah jangan membantah ibu lagi, cepat pergi ke kamarmu!!" Ujar ibu Vegar. Vigar dengan berat hati meninggalkan adiknya dan pergi ke kamarnya.
"Maafkan kakak yang tidak bisa menjagamu dek" ucap batin Vigar saat melihat Vegar yang sedang meringis menahan tangis.
Sesampainya di dapur ibu Vegar dengan kasar segera mendudukan Vegar di kursi makan, Vegar hanya pasrah duduk di kursi dalam hatinya ia berdoa agar ibunya tidak memberinya hukuman yang berat.
Vegar melihat ibunya yang sedang mengambil sambal yang ada di atas meja lalu menyendoknya kemudian membuka paksa mulut Vegar untuk memasukan sambal tersebut.
Vegar menutup mulutnya rapat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menolak suapan sambal dari ibunya, namun ibunya tetap memaksa Vegar untuk membuka mulutnya. Tanpa sadar Vegar mengeluarkan air matanya ia tetap menutup mulutnya rapat-rapat.
"Buka mulutmu sialan" maki ibunya lalu sendok yang berisi sambal tersebut masuk ke dalam mulut Vegar. Vegar berteriak kepedisan saat sambal tersebut tertelan olehnya, saat ingin meminum air yang ada diatas meja makan ibunya malah merampas air tersebut.
"Hiks..Hiks.. ibu pedis ibu. Beri Vegar minum ibu hiks" tangis Vegar tapi tak dihiraukan, ibunya malah meminum air tersebut hingga tandas tak tersisa.
Vegar yang melihat tersebut langsung berjalan tertatih-tatih mengambil air minum, sesudah minumpun rasa pedas di lidahnya tersebut tak hilang Vegar kecil tersebut terus menangis sedangkan ibunya yang melihat Vegar kepedasan bukannya prihatin atau iba, ibunya malah tertawa seolah senang.
"Rasakan itu, makanya jangan suka membohongiku dasar tak berguna" ucap ibu Vegar sambil tertawa.
"APA YANG KAU LAKUKAN" tiba-tiba saja ayah Vegar datang. Ibu Vegar yang melihat suaminya datangpun heran, ia tidak tahu bahwa Vigar sedari tadi menelpon ayahnya dan memberi tahukan bahwa adiknya sedang di hukum oleh ibunya.
Ayah Vegar segera pergi ke arah Vegar yang sedang menangis lalu memeluknya erat. Vegarpun membalas pelukan Ayahnya masih sambil menangis pilu.
"Dia pantas mendapatkannya" ujar ibu Vegar sinis lalu segera meninggalkan mereka tanpa menghiraukan perintah dari suaminya yang menyuruhnya untuk tidak pergi.
Ayah Vegar mengalihkan pandangannya pada anaknya yang ada dipelukannya yang sedang menangis karena kepedisan. Ayah Vegar lalu menggendong Vegar lalu mengambil air hangat.
"Ayah kenapa ibu sangat membenci adek?" Tanya Vegar saat rasa pedis di lidahnya telah berkurang.
"Ibu tidak membencimu nak, ibu mungkin hanya sedang lelah makanya jadi seperti itu. Tolong maafkan ibu yah" ujar Ayahnya lalu menurunkan Vegar dari gendongannya.
"Aww" jerit Vegar saat merasakan sakit di kakinya.
"Astaga ada apa dengan kakimu nak?" Tanya Ayah Vegar khawatir. Lalu ia segera mengambil kotak P3K kemudian mengobati kaki Vegar.
"Terima kasih Ayah, karena Ayah masih menyayangiku" ujar Vegar lalu memeluk Ayahnya. Tiba-tiba Vigar datang lalu memeluk adiknya tersebut.
"Maafin kakak dek, karena tidak bisa melindungimu dari kemarahan ibu" ujar Vigar sambil masih memeluk Vegar.
"Ini bukan salah kakak seharusnya adek yang minta maaf karena gara-gara kakak membela adek, kakak malah kena marah dari ibu" ucap Vegar.
"Sudah ini bukan salah kalian berdua. Ingatlah pesan Ayah ini kalian harus saling menjaga dan menyayangi karena kalian adalah saudara" ujar Ayah Vegar lalu mengelus puncak kepala kedua anaknya.
"Kami sayang Ayah" ujar Vegar dan Vigar berbarengan lalu memeluk Ayah mereka.
"Ayah juga sayang kalian" balas Ayahnya sambil tersenyum.
***
Tinggalin jejak guys💕