
"Saat kamu mengabaikan seseorang, maka suatu saat nanti kamu akan merasakan bagaimana rasanya terabaikan"
🐼🐼🐼
Karin yang mendengar suara serta panggilan yang akhir-akhir ini mulai familiar dipendengarannya pun menoleh diikuti oleh kedua sahabatnya. Saat mereka menoleh mereka melihat Rafael, Navy, dan siapa lagi kalau bukan Royal.
"Eh kutu kupret ngapain kalian disini, kalian pasti lagi ngikutin kita yah" tuduh Alexa sambil menatap Royal dkk penuh selidik.
"Yeh anak katak sapa juga yang ngikutin lo. Kita tuh disini lagi refreshing. Dasar kepedean!" jawab Royal tak terima dengan tuduhan Alexa.
"What gue kepedean? Lo tuh yang kepedean" balas Alexa.
"Lo yang kepedean ****" ucap Royal lagi.
"Lo yang ****" ujar Alexa.
"Lo tuh yang ****" balas Royal tak mau kalah.
"Dimana-mana yang bilang **** dia yang lebih ****" balas Alexa lagi.
"Udah deh kalian kalau ketemu berantem mulu, gue kawinin juga lama-lama" ujar Navy yang sudah mulai jengah melihat pertengkaran Royal dan Alexa.
"Ihh.. amit amit cabang bayi jauh jauh deh" ucap Alexa sambil mengetuk tangannya dimeja lalu mengetuknya lagi dikepalanya sebanyak tiga kali.
"Emang gue mau menikah sama lo mending gue menikah sama Karin" ujar Royal sambil mengedipkan matanya ke arah Karin.
"Exa dari pada lo beratem terus mending lo pesanin kita makan aja deh" ujar Karin.
"Iya deh.. tapi Nevy bantuin gue yah" ujar Alexa pada Nevy yang dibalas anggukan oleh Nevy.
"Eh jangan mendingan Royal aja yang bantuin Exa" ucap Navy.
Setelah mengalami perdebatan yang panjang antara Royal dan Alexa akhirnya mereka pun mau untuk memesan makanan untuk Karin dkk.
***
Karina pov
"Eh btw kalian lagi ngapain disini?" Tanya Navy padaku dan Nevy.
"Ohh kita cuman jalan-jalan sekalian shopping" jawab Nevy sambil cengengesan.
"Kalau kalian ngapain kesini?" Tanyaku pada Navy dan Rafael.
"Kita cuman mau refreshing aja boring di rumah" jawab Navy sambil cengegesan.
Tak lama Royal dan Alexapun datang sambil membawakan kami makanan. Kami pun makan sambil mengobrol tapi hanya Rafael yang cuman makan dan sesekali ia bicara itupun bila ada yang bertanya ia hanya menjawab singkat.
"Guys gue mau ke gramedia sebentar yah mau beli novel nih" ucapku.
"Oh ya udah, Rafael anterin gih Karinnya kasihan masa pergi sendiri" ujar Navy pada Rafael yang sedang memainkan ponselnya sedari tadi.
"Dia punya kakikan buat pergi sendiri" Jawab Rafael singkat.
"Gue aja yang temenin Karin beli novel" usul Royal.
"Eh jangan Yal, lo mending temenin Alexa jalan-jalan dari tadi dia emang pengen jalan-jalan" ujar Nevy yang mendapat pelototan dari Alexa.
"Sia-" ucapan Alexa terhenti karena Nevy yang menginjak kakinya. Sambil menahan sakit Alexa menatap Nevy yang dibalas kode buat ikutin perintahnya.
Awalnya Royal dan Alexa menolak tetapi Navy dan Nevy tetap kekeh yang akhirnya Royal dan Alexa mengalah untuk pergi berdua.
"Nah sekarang Rafael mending lo anterin Karin ke gramedia deh" usul Navy.
"Lo aja gih yang temenin" Ketus Rafael.
"Eh nggak usah gue bisa sendiri kok" ujarku karena merasa tidak enak dengan Rafael.
"Rafael lo anterin Karin gih soalnya gue mau temenin Nevy yang pengen jalan-jalan juga" ucap Navy sambil mengkode Nevy agar mengiyakan.
"Iya nih gue pengen jalan-jalan" ucap Nevy.
"Ya udah ayo Nev!! Rafael ingat anterin Karin" Ujar Navy lalu menarik tangan Nevy kemudian merekapun pergi meninggalkan aku dan Rafael.
"Eh Raf kalau kamu-" belum selesai ucapanku Rafael langsung berjalan pergi meninggalkanku setelah beberapa langkah ia menoleh dan berkata.
"Lo bukan anak kecil yang harus di temenin kemana-mana lo punya kaki untuk jalan,punya mata untuk melihat dan punya otak untuk berpikir. Jadi jangan pernah menyusahkan orang lain kalau lo mau pergi di gramedia yah udah pergi aja sendiri nggak usah manja kaya anak kecil yang perginya harus di temenin" ucapan Rafael bagaikan belati yang menusuk hatiku.
Sesaat setelah itu ia pun langsung pergi aku hanya bisa menghela nafas sebenarnya aku sangat ingin ditemenin oleh Rafael tapi sepertinya ia mungkin hanya capek makanya kata-kata yang ia keluarkan agak sedikit kasar. Aku pun memutuskan untuk pergi ke gramedia seorang diri.
***
Author pov
"Pagi mah, pagi pah!!" Sapa Karin pada mama dan papanya yang sedang sarapan.
"Pagi juga sayang!!" Balas mama dan papa Karin.
"Kamu nggak sarapan sayang?" Tanya mama Karin.
"Emm nggak mah nanti di sekolah aja, sarapannya Karin di bekalin aja" Jawab Karin.
"Oh ya udah kamu tunggu dulu yah sayang mama bekalin sarapan kamu dulu" ucap mama Karin.
"Iya mah!!" Balas Karin.
"Gimana sekolah kamu yang baru? Ada kendala nggak" tanya Papa Karin.
"Semua lancar-lancar aja kok pah" jawab Karin sambil meminum susu yang ada di meja. Tak lama mama Karin pun datang sambil membawa bekal untuk Karin.
"Nih sayang bekalnya jangan lupa dimakan yah" ujar mama Karin sambil menyerahkan kotak bekal Karin.
"Ya udah mah,,pah karin pamit kesekolah dulu yah" ucap Karin sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
***
Sesampainya Karin disekolah ia langsung berjalan menuju ke kelas XII IPA 3. Sekolah saat ini masih agak sepi hanya sebagian orang yang sudah datang.
Saat Karin melewati koridor sekolah ia mendengar suara bola yang dihentak-hentakan di tanah. Ia pun mengikuti arah suara tersebut dan sampai lah ia di lapangan basket.
Di lapangan basket Rafael sedang mendribble bola dan langsung ia tembakkan ke ring basket. Semua tembakannya tidak pernah meleset. Karin yang melihat itupun tambah mengagumi sosok Rafael.
Lama Karin memperhatikan Rafael akhirnya Rafael duduk di bangku yang ada di lapangan tersebut sambil mengusap keringatnya. Karinpun langsung menghampiri Rafael mungkin Rafael tidak menyadari kehadiran Karin. Karin pun langsung menyodorkan sebotol air minum beserta kotak makanan yang ia bawah dari rumah tadi.
Rafael yang melihat ada seseorang yang menyodorkan sebotol air minum beserta kotak makanan itupun mendongak dan saat mata birunya bertubrukan dengan mata coklat milik Karina pun ia langsung mengalihkan pandangannya.
"Ngapain lo disini?" Tanya Rafael ketus.
"Nggak ngapa-ngapain gue cuman mau kasih lo bekal dan air minum, lo pasti belum sarapankan?" jawab Karina sambil tersenyum.
"Nggak usah pura-pura peduli sama gue, jijik tau nggak ngelihat semua drama lo. Dan ingat gue bukan pengemis makanya lo ngasih gue kotak makanan lo" ujar Rafael sambil berdiri namun Karin dengan segera meraih tangan Rafael.
"Gue nggak nganggep lo pengemis, ini gue bawa sengaja buat gue kasih ke lo. Gue nggak punya maksud apa-apa kok" ucap Karin sambil meremas kotak makanannya.
"Gue nggak butuh makanan dari lo. Dasar sampah" ucapan Rafael membuat Karin kecewa tapi ia tetap tidak menyerah untuk menawarkan kotak makanannya untuk Rafael.
"Gue harap lo mau ambil ini" kata Karin sambil kembali menyodorkan sebotol air minum beserta kotak makanan tadi.
Rafael pun mengambilnya dan pergi melangkah meninggalkan Karin di lapangan. Karin yang melihat Rafael mengambil sebotol air minum beserta kotak makanan yang ia sodorkan tadipun langsung merasa senang.
Sesampainya Rafael di depan kelas ia berhenti di pintu dan membuang bekal yang di sodorkan Karina tadi ke tong sampah. Royal dan Navy yang melihat Rafael membuang sesuatu ke tong sampahpun hanya menggelengkan kepala tidak percaya. Mereka sebenarnya dari tadi juga melihat saat kejadian Karin dan Rafael dilapangan.
Mereka mengira bahwa Rafael akan memakan makanan tersebut ternyata malah membuangnya ke tempat sampah.
Di lain tempat Karinpun melihat apa yang terjadi dengan nasib makanan yang ia bawa untuk Rafael.
"Sekarang mungkin lo masih belum mau memakannya, tetapi gue nggak akan putus asa secepat itu. Gue yakin suatu hari nanti lo akan memakannya. PERCAYALAH"
Batin Karina sambil tersenyum sedih.
***
Jangan lupa vote and coment😅