Unfair

Unfair
Episode 7



"ayo kalian harus makan yang banyak habisin semua makanan nya,pokok nya kalian berdua harus kenyang makan makanan bunda oky"kata bunda Faridah


"Oky bun"kata Aletha dan Safira


mereka makan dengan tenang Aletha melirik Safira dan juga bunda Faridah yang begitu menikmati makanan dengan tenang


"kok aku jadi kangen sih masa masa mama masakin aku kayak bunda,aku juga pengen dimanjain kayak Safira yang dimana dia dimanja sama bunda Faridah"kata Aletha dalam hati dan mata yang berkaca-kaca


Karna tak ingin Safira dan bunda Faridah melihat nya menangis ia langsung pamit untuk cuci muka seolah olah ia kelilipan


"ah bunda fir saya cuci muka dulu ya soal nya kelilipan"kata Aletha sambil tersenyum


"iya sayang hati hati ya"kata bunda Faridah


"iya bun"Aletha pun pergi ke kamar mandi dekat dapur belakang dekat dapur selepas Aletha pergi bunda Faridah dan Safira pun saling memandang


"kamu gak ngerasain ada yang aneh sama Aletha fir?"tanya bunda Faridah


"aneh apa nya bun perasaan gak ada yang aneh sama Aletha"jawab Safira


"ada yang aneh nak sama Aletha masa kamu temen nya gak tau ada yang aneh,aneh yang berubah sama temen sendiri"kata bunda Faridah


"iya juga sih Aletha akhir akhir ini memang agak aneh"ucap Safira dalam hati


"loh Bun,fir kenapa kalian tidak lanjutin makan nya"kata Aletha yang tiba tiba saja datang dari arah belakang


"eh kita nungguin kamu Al soal nya"kata Safira dengan cepat


"seharusnya makan aja saya mah tidak usah di tunggu"ucap Aletha


"kamu kok gitu banget sih Al ngomong sama kita"kata Safira


"gitu banget gimana nya sih fir tidak ada yang aneh loh sama cara Al bicara nya"kata Aletha


"terserah dah"kata Safira Karna tak ingin bertengkar di meja makan


***


10 menit sudah mereka makan membersihkan piring piring dan sebagai nya mereka bertiga pun pergi keluar Karna Aletha dan Safira juga akan berangkat menuju kerumah Aletha


"Bun Fira nginep dirumah Aletha dulu ya"kata Safira


"iya sayang hati hati ya jangan keluyuran dan jangan macem macem disana awas aja kalo kamu ketahuan macem macem sama Aletha"peringati bunda Faridah


"iya bunda gak bakal kok bunda tenang aja ya"kata Safira lagi


"awas loh ya"kata bunda Faridah lagi


"iya bunda ku sayang,ya udah Safira pamit dulu ya assalamualaikum"ucap Safira sambil menyalami bunda Faridah


sedangkan Aletha yang dibelakang Safira hanya diam dan termenung melihat ibu dan anak yang sedang berbicara didepannya itu


"ayo al"kata Safira dengan berjalan kearah mobil,tapi saat ingin membuka pintu mobil ia melihat jika Aletha tidak bergerak dari tempat nya tadi


"Al, Aletha"teriak Safira dari dekat mobil


"ah iya"kaget Aletha


"lu Napa sih ah gua panggil dari tadi kagak nyaut nyaut lu,udah ayo ntar kesorean"kata Safira


"iya,Bun Aletha pamit dulu ya bunda baik baik dirumah oky"ucap Aletha juga


"iya sayang"jawab bunda Faridah


"bunda jangan capek capek dirumah banyakin istirahat nya,ya udah Aletha pamit assalamualaikum"kata Aletha sambil bersalaman dengan bunda Faridah dan pergi kearah mobil


"wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatu"jawab bunda Faridah


tinnnnnn


suara klakson dari mobil Aletha


"hati hatiiiiiiii"teriak bunda Faridah


"baik bunda"balas Aletha dan Safira


melihat mobil Aletha sudah menjauh dari perkarangan rumah bunda Faridah pun masuk kedalam rumah sedangkan didalam mobil Aletha menjalan kan mobil" nya menuju rumah


"fir nanti malam saya mau kemall terus kecafe kau mau ikut tidak?"kata Aletha sama sekali tak menoleh kearah Safira ia hanya fokus menyetir


Safira tak menjawab ia melihat Aletha dan hanya diam Aletha menoleh ke arah Safira dan mengulangi perkataan nya tadi


"kau mau ikut tidak"kata Aletha


"gua tidak apa apa fir kenapa sih udah lah biasain aja"jawab Aletha dengan santai


"lu kalo ada masalah cerita Al sama gua jangan lu Pendem sendiri kalo lu kek gitu gua berada kagak ada guna nya sebagai sahabat buat lu"kata Safira


"iya udah gua gak papa kok"


Safira hanya diam tak menjawab perkataan dari Aletha Safira hanya termenung entah apa yang ia fikir kan begitu juga dengan Aletha yang diam juga dan fokus menyetir


20 menit kemudian mereka pun sampai ke rumah nya Aletha


Aletha langsung memasukkan mobil nya kedalam bagasi dan turun bersama Safira


Aletha mengetuk pintu rumah sebelum masuk,kenapa tidak pencet bel saja bukan kah itu lebih mudah dari pada mengetuk pintu lagian juga takut nya orang tidak mendengar ketukan pintu itu juga? menurut Aletha dari pada memencet bel lebih baik mengetuk pintu saja pikir nya


tok tok


"assalamualaikum"ucap Aletha


tok tok


"assalamualaikum"ucap Aletha lagi


tok tok


"assalamualaikum"ucap Aletha agak keras


"Al lu bisa ngak sih gak usah teriak gitu gua kan jadi nya kaget,lagian tinggal pencet bel rumah nya aja kenapa sih kan lebih mudah lebih praktis orang rumah juga denger"kata Safira


Aletha hanya diam tak menyahut apa yang dikatakan oleh Safira ia sedikit kesal karena tak ada satu pun yang membuka pintu biasanya mbak indah atau mbak Dewi akan langsung mendengar dan langsung membuka kan pintu tapi sekarang kemana mereka pikir Aletha tapii tak lama itu ada suara yang menyahut dari dalam entah siapa itu mereka juga tidak tau


"wa'alaikumussalam iya tunggu bentar"jawab orang didalam rumah


clekkk pintu terbuka dan nampak lah seorang wanita yang cantik tak tua tapi juga tak muda


"loh Aletha sayang kamu udah pulang nak"ucap nya


"hufttt ya aku udah pulang"jawab Aletha sambil menyalami wanita itu


"ma....."ucap Safira


ya wanita itu adalah mama Aletha nyonya Karina putri yang sering dipanggil mama Karina atau nyonya Karina


"eh ada Safira juga ternyata"kata mama karina sambil senyum


"iya ma kebetulan Safira mau nginep dirumah boleh kan"ucap Safira


"tentu saja boleh sayang"jawab mama Karina


"jika ingin bicara bicara didalam nanti nya lebih baik masuk terlebih dahulu ini sudah mau waktu Maghrib, silahkan masuk fir aku duluan kekamar dan seperti biasa kau tinggal masuk kamar saja nantinya"ucap Aletha sambil pergi dan membawa tas milik Safira kedalam kamar nya


setelah Aletha pergi dan menghilang dari penglihatan mereka Safira pun tersadar dari lamunan nya Karna ucapan Aletha tadi


"ah ma sebalik nya kita masuk saja dulu yang Aletha bilang benar ini sudah mau masuk Maghrib"kata Safira kepada mama Karina


"hm iya sayang ayo masuk"jawab mama Karina


mereka berdua duduk diruang tamu dan berbicara dengan asik nya sedangkan Aletha diatas


"astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah ya Robbi"ucap Aletha bersandar di pintu kamar


ya selepas meninggalkan Safira dan mama Karina tadi Aletha langsung kekamar ya sepanjang jalan mau kekamar Aletha terus istighfar hingga didalam kamar


ia tau ia sedang kesal marah sedih ingin menangis Aletha juga tak tau apa yang terjadi dengan diri nya dia bingung


lama ia duduk bersandar sambil beristighfar semua yang ia rasakan itu mulai membaik ia mulai tenang bertepatan juga dengan azan berkumandang di handphone nya


"astaghfirullah Allahuakbar ya illahi"ucap nya lagi ia mulai bangkit dan mulai kekamar mandi untuk wudhu sedangkan tas Safira tadi ia letakkan diatas tempat tidur, sedangkan handphone,apakah ia matikan azan tadi atau bagaimana? handphone nya ia letakkan didekat tas Safira dibiarkan nya saja azan berkumandang di handphone nya malah juga ia besar kan volume handphone nya sehingga suara azan itu pun terdengar seluruh kamar


lanjut?mari


like


vote


komen dan


berikan hadia nya agar aku nulis nya semangat dan minta juga dukungan nya ya temen temen🙏


ya mungkin episode nya baru sedikit,masih banyak salah dalam semua nya,alur nya tidak jelas dan ya mungkin tidak sempurna seperti karya orang lain tapi percaya lah saya sudah berusaha sebaik mungkin agar karya saya terlihat sempurna dan ma'af juga jika ada salah kata tak banyak yang disampaikan terimakasih semua nyađź–¤