
"menyukai ku karna cantik?....."
"yaaaa kau memang cantik kan,pasti banyak yang ingin dengan mu bukan.kenapa apakah ada yang salah dengan yang aku ucap kan?"ujar bryan sambil bertanya
"menyukai seseorang hanya Karna cantik?ya sedikit bodoh ternyata"ucap Aletha
"apa maksudmu?"tanya Bryan lagi
"hanya Karena wanita/lelaki itu cantik/tampan kalian Langsung jatuh hati?"tanya Aletha
Bryan hanya diam tak menjawab perkataan Aletha ia bingung kenapa Aletha begitu berbelit-belit pikir nya
"mencintai atas dasar wajah yang cantik jelita/tampan?
jika kau mencintai seseorang Karna wajah yang cantik/tampan,tentu kau akan meninggalkan orang itu ketika kau melihat yang lebih cantik/tampan....lagi pula lambat laun wajah yang dulunya cantik,ayu akan perlahan-lahan berubah seiring berjalannya waktu jangan terlalu bodoh jatuh hati bukan lah jatuh cinta akan tetapi jatuh kedalam dosa.jangan tergoda dengan godaan setan,"ucap Aletha panjang lebar
seperti yang dibilang tadi Bryan hanya diam bingung ingin menjawab apa
"pacaran untuk apa?hanya butuh bukan? semangat butuh suport?orang tua mu bisa memberikan semua itu bukan hanya pacar yang kalian bilang ayang,ayang itu"ujar Aletha lagi sedikit kesal
"tidak semua orang bisa mendapatkan itu dari orang tua nya Al"kata Bryan
Aletha sedikit tersindir dengan yang diucapkan oleh Bryan itu namun ia berusaha untuk tenang
"Allah selalu mendukungmu selagi niat dan perbuatan mu baik,terwujud atau tidak nya semua yang kau ingin kan tetap lah bersujud"killah Aletha
"hahhhh..."Bryan menghela nafas nya tak tau ingin berbicara apa lagi dengan Aletha
"ada yang ingin dibicara kan lagi?"tanya Aletha
"hm.....t-tidak ada"kikuk Bryan
"ba....."
kring kring.....bunyi ponsel Aletha dan terpotong sudah pembicaraan nya tadi
π£οΈ"halo.."
π§"ya hallo kenapa mbak? ada apa?"
π£οΈ"non kita boleh gak...pulang sama mas Andra ya,Dewi juga pulang nya sama pacarnya juga nanti kita langsung pulang kok"
Aletha diam mendengarkan yang dikata kan oleh mbak indah,yah ternyata yang menelpon adalah mbak indah yang meminta izin ingin pulang bersama pasangan nya
π§"huhhhhh baik lah silahkan saja tapi jika aku sudah datang dirumah nanti kalian belum juga sampai siap siap saja mendapatkan hukuman"
π£οΈ"hm baik lah makasih ya non"
π§"ya sudah Aletha tutup dulu assalamualaikum"
π£οΈ"wa'alaikumussalam"
Tut... telpon pun berakhir
"siapa?"tanya Bryan
"mau siapa pun itu tidak ada urusan nya dengan mu bukan?"kata Aletha
"bu-"jawab Bryan terpotong saat mendengar suara teriakan yang memanggil Aletha yang tak jauh dari nya
"Aletha........."teriakkkk Safira sambil berlari ketempat aletha berada
dahi Aletha mengerut (mengerut?apa itu saya gk tauπ) bingung kenapa Safira berlari dan berteriak seperti itu
"huh huh huh"nafas Safira terengah engah Karna berlari tadi
"ada apa kenapa kau seperti itu,berlari larian/berteriak teriak ada apa.apa kau dikejar oleh π atau habis melihat hantu?"tanya Aletha dengan datar (duhh mood nya berubah rubah bett dahπ)
"ah untung kau masih disini aku kira kau sudah pulang huh..."jawab Safira dengan pelan dan menghembuskan nafas nya menetralkan dirinya
"kau kira aku akan meninggalkan mu disini saja begitu?"ucap Aletha
"ah tidak bukan beg-"jawab Safira terpotong ketika menyadari jika ada seseorang disamping nya
"kau?..."lirih Safira sambil menunjuk kearah Bryan dan mengingat ingat ia rasa ia pernah bertemu dengan Bryan
sedikit lama akhirnya Safira menoleh ke arah Aletha dan hanya memandang nya saja seakan bertanya siapa yang disamping nya itu
Aletha diam tak bereaksi apa pun dengan muka datar nya itu seakan malas menjawab pertanyaan Safira
"hm aku rasa aku pernah bertemu dengan mu tapi kapan dan dimana ya?"lirih Safira namun masih bisa di dengar
hening....tak ada yang berbicara Aletha diam termenung,Bryan diam memandangi Aletha (aelah pandang aje terus bang pandang aje dh puas puas dh tu pandang nya) Safira?dia diam berusaha mengingat Bryan (elu lagi neng neng cepet bgt lupa Ama orangπ)
"ah iya aku ingat sekarang aku ingattt"teriak Safira dengan girang nya
"Astaghfirullah"gumam Aletha pelan dan hanya menutup telinga dengan kedua tangan nya saja
bryan?pria itu memejam kan mata dan menggosok gosok telinga dengan tangan nya
"ups sorry guysssss hehehe..."ma'af Safira dengan muka nyengir tanpa dosa sama sekali π
"ah iya aku sudah ingat sekarang kau bukan kah laki laki yang ada di Alfamart tadi kan?"ucap Safira dengan girang nya
tapi aku rasa aku tidak lah satu kali ini saja bertemu dengan mu"kata Safira
"huh....kau benar benar tak mengingat ku sapiii??"Hela nafas Bryan terlebih dahulu sebelum ia bertanya kesafira
mata Safira membulat ketika mendengar kata 'sapi' itu seketika rasa senang dengan rasa kesal pun menjadi satu didalam dirinya
sedangkan Aletha menundukkan kepalanya sebentar,melipat bibirnya kedalam menahan tawanya
"kau!!!!!!!"teriak Safira dengan menunjuk kebryan
"kenapa kau marah marah sapi ayo lah"canda Bryan
Safira menoleh ke Aletha dengan mata sedikit berkaca kaca dan Aletha hanya diam mengangguk tanpa suara,tanpa basa basi lagi dan....
brukk....
Safira langsung memeluk Bryan,Bryan sedikit terhuyung kebelakang untung saja masih tetap bisa bertahan berdiri menahan Safira
yang tiba tiba memeluknya tanpa saja tanpa ia ketahui pergerakan nya
"hey kenapa kau menangis?"tanya Bryan kepada Safira yang merasa kan baju nya sedikit basa
"hikss...hikss"
"hey kau baik baik saja kan?"tanya Bryan ke Safira dan melihat ke Aletha
Aletha hanya menempelkan telunjuk ke bibir nya saja menyuruh Bryan diam tak menanyakan apa pun kepada Safira
Bryan mengangguk dan mengelus kepala Safira
melihat pemandangan itu Aletha sedikit menjauh dari sana,saat sudah jauh ia menempelkan ponselnya ke telinganya
Bryan yang melihat punggung Aletha menjauh dan seperti sedang menelepon hanya diam,ia sebenarnya penasaran siapa yang menelepon Aletha itu namun ya apa daya dia hanya bisa diam saja
"baik lah....." Tut telpon pun berakhir
Aletha kembali mendekati Bryan dan Safira tadi, ia melihat jika Safira masih diam diperlukan bryan
"Ra kamu gak papa kan?"tanya Aletha kepada Safira
"ya udah kamu pulang dengan Bryan ya aku duluan gak papa kan?"tanya Aletha
Safira diam diperlukan bryan tak bereaksi apapun
"aku titip fira,antar kan dia pulang kerumah ku nanti jika urusan kalian sudah. satu lagi untuk mu fir,aku tak mau tau nanti kau sudah dirumah sebelum aku sampai dirumah.jika blm juga dirumah saat aku sampai terima saja hadiah nya nanti"dengan nada tak bersahabat
"aku duluan ya...."pamit Aletha sambil mengelus kepala Safira dengan lembut (pusing gak tu sama Aletha nya?π)
"Al........"
lanjut?
jangan lupa
vote
like
komen
hadiah
ma'af lambat update π
buat yang udah mampir makasih yaπ€π€