Unfair

Unfair
Episode 18



"Al...."


Aletha hanya memberhentikan dirinya yang ingin membuka pintu mobil,ia tidak sama sekali menoleh kebelakang


"hm k-kau...."


"jika tidak penting yang ingin dibicara kan tidak usah berbicara,aku ada urusan dan tidak mempunyai banyak waktu"potong Aletha dan langsung masuk kemobil


"kau akan meninggalkan aku disini saja,memberi ku waktu dengan bang ry dan kau akan pergi yang aku tak tau kau akan pergi kemana ha?"teriak Safira yang sudah melepaskan pelukannya dengan Bryan


Aletha yang ingin menutup pintu mobil pun diurungkan nya,ia melihat Safira yang muka nya sembab,berdiri disamping Bryan menghadap ke mobil


"huh......."Hela nafas Aletha,dia pergi turun dari mobil berjalan ke Safira


"kau akan meninggalkan kami berdua saja? memberikan waktu untuk kami?"tanya Safira lirih


"bukan begitu,aku ada urusan penting kalian juga bisa berbicara berdua bukan sudah puas puas lah saja berdua.melepaskan rindumu itu hihihi..."gurau Aletha


"ini sudah malam Al,kau ingin kemana?"tanya Safira lagi


"bukan kah aku sudah bilang tadi jika aku ada urusan"jawab Aletha


"iya tapi tidak bisa kah besok saja?lebih baik kita pulang saja"tanya Safira sambilan mengajak pulang


"tidak bisa ini harus sekarang diselesaikan kan,lagipula apa kau tidak kasihan dengan nya hm.."ucap Aletha dan menunjukkan Bryan dengan gadu nya saja


"tapi ini sudah malam,jika nanti aku pulang duluan nanti papa dan mama bertanya kau kemana aku harus jawab apa?"ujarnya Safira


"bilang saja aku ada urusan nanti aku akan pulang juga"jawab Aletha


"tapi kau juga sendiri an"kekeh Safira


"haysss sudah lah kenapa juga kau jadi seperti ini bagaikan ibu tak mau melepaskan anak nya saja,sudah lah ya aku pergi dulu ingat apa yang aku bilang tadi"kata Aletha mengelus kepala Safira dan pergi dari sana


"jangan lama...arghh"teriak Safira namun dengan cepat mulutnya dibekap oleh Bryan


Aletha sama sekali tak menoleh kebelakang Karna ia tau jika Safira dan Bryan sudah bertemu pasti akan


seperti kucing dan 🐕 saja tak akan pernah akur


Aletha masuk kemobil, menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi dari sana.etss sebelum itu tentu saja ia akan mengingatkan lagi kepada Safira dan Bryan


"ingat ucapan ku tadi.."teriak Aletha dari dalam mobil


Safira hanya menunjukan jempol nya saja tak bisa menjawab Karna mulut nya masih dibekap oleh Bryan


tin...mobil Aletha melaju pergi dari sana dan


"arghhh...aduhhhhh kenapa kau menginjak kaki ku dan mengigit tangan ku haysss kau ini semakin barbar saja ternyata"protes Bryan


"kau juga kenapa membekap mulut dengan hidung ku bagai mana cara ku bernafas ha?kau ingin membuat ku mati tak bisa bernafas ck..."kilah Safira yang menghapus air mata nya


"itu Karna kau selalu saja berteriak keras.....telinga sampaiku sakit mendengar suara teriakan mu itu"ucap Bryan


"jika aku tidak berteriak dan berbicara pelan dengan Aletha yang sudah jauh dari kita tadi apakah dia akan mendengarkan apa yang aku bicara kan ha?"tanya Safira


"iya tapi jangan lah kau berteriak juga telinga ku sakit mendengar suara teriakan mu itu,dan dengan kau berteriak tiba tiba seperti itu aku selalu saja terkejut. satu lagi apa kau tidak sadar jika dengan kau berteriak itu mengundang perhatian banyak orang,apa kau tidak malu diperhatikan oleh orang orang ha?"kesal Bryan


"aku yang berteriak kenapa kau malu?"tanya Safira


"kau.... hyasssss astaghfirullah"Bryan mengusap wajah nya dengan kasar Lantaraan kesal dengan Safira itu


" kau bisa mengucap juga ternyata "sinis Safira


"ya bisa lah kau kira aku tak bisa"seru Bryan


"ah sudah lah mari pergi saja, aku malas melihat wajah jelek mu itu.."ujar Safira berlalu dari sana


"heyyy sapi aku tampan bukan jelek"teriak Bryan berlari menyusul safira


"heyy wanita jadi jadian tidak bisakah kau tidak berteriak apa kau tidak malu menjadi perhatian orang orang ha? ck,ck,ck"ucap Safira ke pada Bryan yang sudah disisi nya sembari menggelengkan kepala nya


"hellooo aku laki laki asli yaaaaaa bukan wanita jadi jadian Semarang an aja"kilah cepat Bryan


"terserah kau saja.."lalu Safira dari sana


"selalu saja aku ditinggal"gumam Bryan


Safira menghentikan langkahnya memutar balik badan nya dan Bryan yang tak menoleh kedepan Langsung menabrak Safira


bugh....


"aduhhhhhhhhh" keluh Bryan


"astaghfirullah halazim,Allahuakbar bang ry maka nya kalo jalan tu liat kedepan jangan liat kesamping kiri,kanan,bawah,atas segala macem liat nih sakit tau"ucap Safira kesal dan menunjukkan jidatnya yang kepentok dengan jidat Bryan tadi


"bukan begitu tapi....kau juga kenapa berhenti tiba tiba sih aelahhhh sitiii sitiii"salah Bryan


"aku berhenti tiba tiba Karna kita sudah salah arah tadi,memangnya kau ingin disini saja tak mau pergi.ini juga sudah malam,waktu tak banyak nanti Aletha sudah pulang aku belum sampai bisa bisa aku mendapat kan makan malam yang spesial dari nya juga"kata Safira panjang lebar


"aku hanya mengikuti dirimu saja kenapa aku yang salah?"tanya Bryan


"ya seharusnya kau mengajak ku pergi dari sini, bukan malah hanya mengikuti ku sedari tadi. seperti anak ayam yang membuntuti ibunya saja"telak safira


"jadi disini aku yang salah begitu?"tanya Bryan


"ya tentu saja kau yang salah"ucap Safira berlalu pergi dari sana dan kembali kemobil lagi


"yayayayayaaaaaa laki laki memang selalu salah Dimata kalian.."beo Bryan


"cepat buka pintu mobil nya bang ry....aku ingin pergi dari sini bersenang senang sebentar bersama mu seperti dulu,lalu ingin pulang aku takut jika nanti Aletha sudah sampai dirumah, sebelum aku datang terlebih dahulu"ujar Safira sedikit berteriak


"ck,tidak bisa kah kau sabaran sedikit ha?selalu saja terburu buru.."kata Bryan


"cepat lah....."tak sabaran Safira


"iya iyaaaaaaa..."teriak kesal Bryan


Safira terkekeh melihat wajah kesal Bryan itu akibat ulah nya dan masuk kemobil setelah Bryan membuka pintu mobil tadi


Bryan berlari memutari mobil dan masuk kesana duduk ditempat kemudi disamping Safira,lalu menghidupkan mesin mobil nya


"berhentilah memasang muka jelek mu itu aku muak melihat nya bang ry.."ucap santai Safira sambil memainkan handphone nya


"tidak bisa kah kau tidak membuat ku kesal sapiii,"kata Bryan sambil menjalan kan mobil nya pergi dari aerah pantai


"apakah aku membuatmu kesal sedari tadi?tapi aku merasa kau baik baik saja dari tadi"kata Safira


"astaghfirullah halazim,ntah anak siapa lh kau ini"ucap Bryan menggelengkan kepalanya


"tentu saja aku anak......-"


lanjut?


vote


like


komen


hadiah


makasih udah mampir guysss,semoga betah ya 🤗🖤