
...♡♡♡...
..................
.......
.......
.......
Mereka berdua menghabis kan detik-detik waktu perpisahan mereka disana dengan mengobrol, dan saling memberi semangat satu sama lain.
Sampai pada beberapa saat kemudian perbincang kan di antara mereka berdua terhenti karena tangis dari Shasa.
“Hiks… huuummmm.. hiiikks….. hmm…” tangis nya
“Teus kan tangis mu, jika ini bisa membuat mu tenang” ucap Reivael sembari mengelap air mata Shasa
“Hiks,, aku senang hiks…. Aku sangat senang jika nanti Re bisa lulus audisi hiks,, tapi Sha engga tau apa Sha mampu menahan nya jika suatu saat Sha merindukan Re ,, Hiks..”
“Re juga kepikiran itu… Sha? Sebener nya gue bisa batalin semua ini dan memilih untuk lanjut sekolah bareng sama lo….”
“Engga Re…. lo udah mutusin semua ini, bearti elo harus menjalani nya..”
“Iya Sha lo bener, gue harus tetep berangkat… besok gue bakalan pergi ke Korea selatan dan gue mau elo juga ikut anterin gue sama mama dan papa gue… gue mohon sama elo please….”
“Tentu aja Re, gue bakalan ikut, besok pagi-pagi gue bakan OTW kerumah elo”
Reivael tersenyum bahagia, bahka ia sampai memeluk tubuh mungil gadis itu saat ini.
“Re… gue engga bisa napas..” Bisik nya pelan
“Emh…! Maaf maaf….”
“Uhuk uhuk….. iya engga papa kok Re” Jawab nya
Malam itu mereka benar-benar menikmati detik malam terakhir perpisahan mereka berdua sebagai sepasang kekasih.
.
.
.
.
********
Sampai pada ke esokan hari nya, seperti yang sudah di katakana oleh Shasa semalam, ia datang kerumah Reivael pagi-pagi sekali sekitar jam 05.30, disana ia melihat Reivael dan kedua orang tua nya tengah menyiap kan semua barang-barang yang akan di bawa oleh Reivael.
“Permisi…..” tegur Shasa kepada semua orang yang berada di sana
“Loh Shasa juga kesini?” tanya Papa Reivael
“Iya pa, Re yang minta Sha untuk dateng kesini” Jawab Reivael
“Kamu ini Re, ini kan masih pagi udah ganggu Shasa..” Sahut mama Reivael
“Engga papa kok tante, Shasa engga lagi sibuk kok..” Ucap Shasa
Shasa langsung membantu mengambil tas berukuran sedang milik Reivael yang berada di sebelah tempat mama Reivael duduk dan membantu nya memasukan kedalam mobil.
Setelah dirasa sudah lengkap semua barang akan di bawa oleh Reivael, mereka pun langsung mengantar Reivael kebandara, papa dan mama Reivael duduk di kursi depan sedang kan Reivael dan Shasa duduk di kursi belakang.
Selama dalam perjalanan Re selalu menggenggam erat tangangan Shasa, hal itu sudah diketahui oleh orang tua Revael pasal nya selama perjalanan Papa Reivael selalu memantau anak nya yang duduk di belakang nya dengan kaca yang berada di dalam mobil.
Mereka tidak mempermasalah kan itu selama anak mereka tidak bertindak senonoh kepada Shasa.
Sampai tanpa mereka sadari, mereka sudah sampai di tempat tujuan yakni bandara, disana untuk kedua kali nya Reivael berpamitan kepada kedua orang tua nya kembali, kedua orang tua Reivael memeluk Reivael dengan penuh kasih saying.
Sedang kan Shasa yang sejak tadi sudah nehan tangis menyaksikan detik-detik terakhir Reivael bersama dengan kedua orang tua dan juga dengan nya tentu nya, ia terus saja menahan tangis nya dengan menggenggam kedua tangan nya dan sedikit meremas-remas nya.
Sampai tanpa ia sadari dengan tiba-tiba Reivael sudah berada di hadapan nya dan memeluk nya dengan sangat erat, hal itu membuat Shasa tidak sanggup lagi untuk menahan setiap tetes air mata yang sudah ia tahan sejak tadi, gadis itu membalas pelukan dari Reivael dengna kembali memelik nya dengan erat.
“Hiks……. jaga diri baik-baik disana Re, jangan lupa makan, hati-hati, dan jangan lupa untuk tetap kirim kabar ke Sha ya hiks,hiks… “ ucap Shasa dengan sesegukan
Reivael yang mendengar perkataan dari Shasa juga menjadi terharu, air mata nya sudah mulai berjatuhan ia tidak lagi mampu menahan nya.
“Iya, Re akan ingat itu…. Gue mau Sha simpen ini ya, ini untuk Sha, Re juga udah udah simpen yang satu, dan yang satu nya lagi Sha yang harus simpen ok,”
Reivael membarikan kotak hitam kecil kepada Shasa
Belum sampai mendengar jawaban dari Reivael, saat Shasa mendongak kan kembali wajah nya sang pria yang tadi nya masi berada di hadapan nya kini sudah hilang.
Gadis itu kebingungan ia menatap di setiap arah berharap dapat melihat wajah pacar nya untuk yang terakhir kali nya, sampai pada saat ia menatap kea rah tangga pesawat ia melihat Reivael yang masih melihat kea rah nya dan melambai kan tangan nya .
Dengan linangan air mata kini Shasa pun juga ikut melambai kan tangan nya kepada Reivael sampai pria itu benar-benar menghilang masuk kedalam pesawat.
Seketika lutut Shasa tiba-tiba menjadi lemas seakan tidak mampu menopang beban tubuh Shasa, melihat kondisi Shasa yang lemas kedua orang tua Reivael pun langsung bergegas membantu nya duduk di kursi umum yang berada disana.
.
.
.
.
******
Singkat nya, kedua orang tua Reivael mengantar pulang Shasa kerumah nya
Di rumah, ia langsung berjalan menuju ke kamar nya lalu membaring kan tubuh nya di atas kasur dan menatap langit-langit atap rumah nya seketika ia terhanyut kedalam lamunan nya berada dalam pikiran kosong nya.
“Kenapa gue jadi larut dalam kesedihan gini, Re pengen jadi Idol juga karena gue, terus kenapa jadi sedih gini ya..?” gumam nya
Sampai pada beberapa saat kemudian Sha teringat dengan kotak hitam yang tadi di berikan kepada nya oleh Reivael.
“Oh iya, kotak tadi yang Re kasih ke gue isi nya apa ya?” gumam nya
Ia pun langsung mengambil kembali tas yang sudah ia kenakan tadi saat mengantar Re dan mengambil kotak hitam yang sudah diberikan Re untuk nya tadi, perlahan ia membuka kota tersebut dan mengeluar kan isi dari kotak tersebut.
“Haaaah…? Ini kan cicin couple dengan permata hitam kecil di dalam nya, ini kan mahal banget…” Gumam nya
Gadis itu langsung saja memakai nya di jari keingking nya, dan beberapa jam kemudian HP Shasa bordering prtanda ada panggilan masuk.
“Hah,,, Re telepon!” Ucpap Shasa dengan kegirangan
“Hallo RE!”
^^^“Hallo.. gue ganggu ya?”^^^
“Engga kok Re, engga ganggu!”
^^^“Lo lagi apa, udah makan?”^^^
“Gue lagi tiduran nih, oh iya lo udah nyampek
Re?”
^^^“Udah, tapi belum sampek di gedung nya”^^^
“Terus?”
^^^“Iya gue laper jadi gue rehat dulu di restoran “^^^
“Kalo mau mkan kenapa nepon?”
^^^“Ya engga papa lah “^^^
“hmmm… dasar ..”
^^^“Oh iya kotak nya tadi udah kamu buka belom?”^^^
“Udah.. bagus banget tau”
^^^“Aku juga punya satu”^^^
“Makasih…”
^^^“Kembali kasih,^^^
^^^Oh iya udah dulu ya gue mau jalan lagi”^^^
“Iya, hati-hati ya”
^^^“Iya, bye bye..”^^^
“Byee..”
Mereka pun mengakhiri pecakapan diantar mereka.