
...♡♡♡...
..................
.......
.......
.......
“ttaeee ttala daleuji..”
(“Terserah..” )Seru Reivael kepada ketiga teman nya yang tengah mengocehi nya itu
“Haisss… neoneun”
(“Haissss…. Kau ini!”) Pekik Ziato Shusueki sembari mengangkat gelas nya yang masih berisi kan soju bertujuan untuk melempar nya kepada Reivael
Dengan sigap Lee sung ju langsung menahan tangan Ziato Shusueki untuk menggagal kan tindakan nya yang sudah termakan emosi itu, pasal nya Lee sung Ju ini adalah leader dari boy group mereka jadi semua yang terjadi kepada setiap member adalah tanggung jawab nya, dan member lain harus mematuhi semua perintah nya.
“Mwohaneunggeoya? Ppali haesan hago debwi moshagosipji? Ije mag il-eoseolyeogo haneunde ileohge seolo neom-eojigi sijaghaneunde jinjja changpihada”
(“Apa-apaan kau ini?, kalian ingin di bubar kan dengan cepat dan gagal debut?, baru saja mau belajar berdiri dan kalian sudah mulai saling menjatuh kan seperti ini, ini sangat memalukan”) Seru Lee Sung ju
Semua member hanya terdiam tanpa sepatah kata saat itu, dan dengan sikap acuh dan tidak peduli nya Reivael langsung saja berjalan melewati Lee Sung Ju untuk kembali kekamar nya, tindakan nya tersebut membuat semua teman nya terbelolok menatap kearah nya saat ia tengah berjalan, sebenar nya Reivael juga sudah menyadari hal itu tapi ia tetap saja tidak peduli.
“Ajigdo chwihaess-eunnika mallyyeodeuljima”
(“Dia masih mabuk, jangan mencari masalah dengan nya.”) Jelas Lee Sung Ju kepada ketiga rekan nya
“Ne..”
(“Ya..”) jawab mereka serempak.
Dan mereka pun bangkit meninggalkan ruangan tersebut.
Hari demi hari kini sekarang mereka sudah sangat lancar dan fasih dalam menggunakan bahasa korea, itu semua tidak luput dari kewajiban mereka menjadi idol k-pop yang di haruskan bisa lancar berbahasa korea.
.
.
.
.
.
********
Ke esokan hari nya, Shasa besiap di depan cermin menatap dengan tatapan kosong kea rah pantulahn cermin.
Sampai pada akhir nya suara ketukan pintu membuyarakan kekosongan pikiran nya.
Tok…tok… tok..
“Sayang?, udah siap… ayo kita berangkat papa udah nunggu di mobil tuh.” Ucap mama Shasa dari balik pintu
“Emh iya, mah” jawab nya dari dalam
Shasa mengambil tas kecil nya dan bergaegas keluar kamar untuk menghampiri kedua orang tua nya yang sudah berada diluar menunggu nya sejak tadi.
Disisih lain, Reivael dan ke empat teman nya saat ini tengah di make up di belakang panggung, dan Lee Sung Ju sebagai leader ia bertugas untuk mengendali kan group nya atau seluruh member saat ini, dan pada saat itu tujuan nya hanya focus pada Reivael yang masih terlihat tidak bersemangat.
Perlahan tapi pasti, Lee Sung Ju mencoba untuk meyakinkan Reivael, ia berusaha mencari tahu apa sumber dari permasalahan nya, dengan menanya kan nya langsung kepada Reivael.
“Ya! Munjega mueos-inji allyeojusimyeon dowadeuligessseubnida”
(“Hey! Sebaik nya beri tahu aku apa masalah nya, agar aku dapat membantu mu”) pinta Lee Sung Ju dengan nada bicara yang halus
“Nan gwaenchanh-a”
(“Aku tidak apa” ketus Reivael)
( “Percayalah dengan ku, agar perasaan mu bisa lega”) bujuk Lee Sung Ju
“Eum..”
(“Emmh…”)
“Malhada…”
(“Katakanlah….”)
Reivael menceritakan semua nya kepada Lee Sung Ju bahwa kelemahan nya adalah Shasa, Lee Sung Ju memahami maksud Reivael, ia berusaha keras menenang kan Reivael dan membuat kembali percaya diri.
“Re, deul-eobwa…. Oneul-eun anilji moleujiman I geulub-e hamkke iss-eumyeon naeil-I issdaneun geos-eul gieoghasibsio”
(“Re, dengar…. Mungkin memang tidak untuk hari ini, tapi ingatlah masih akan ada hari esok jika kita tetap bersama di grup ini.” ) Jelas Lee Sung Ju
“Eum, imi algo ***-eoss-eo”
(“Em, aku sudah tau itu.”) Jawab Reivael ketus
“Geulaeseo mwo”
(“Lalu kenapa?”)
“Moleugess-eo gabjagi heos-sugoyeoss-eo hal suman issdamyeon oneullo milugo sip-eo”
(“Entah lah, semua nya tiba-tiba menjadi sia-sia, jika bisa aku ingin mengundur hari ini”)
"Ya!... gabjagi geuleol su iss-eo, i modeun geos-i dangsingwa geuleul wihae heosdoeji anh-eul geos-im-eul hwagsinhaeya handa"
(“Hey!... tibak bisa seperti itu, kau harus yakin semua ini tidak akan sia-sia, untuk mu maupun untuk nya”)
Reivael menghela nafas berat “huum..haaahm….”
"aldasipi, igeos-i geuwaui yeogsa lain-ui sijag-ibnida. yeogieseo dangsin-eun-i geulub-eseo seong-gonghal geos-ibnida. oneul-i jinamyeon moduga dangsinppunman anila geuleul al-abol geos-ibnida. jol-eob hu geudo siljelo seong-gonghal geos-ibnida. dul-iseo geodgo iss-eo geunyang yeon-in saiui geoliga gakkabji anh-a"
( “Kau tau, ini adalah awal cerita garis sejah mu dengan nya, dimana kamu akan menjadi sukses di grup ini, setelah harini semua orang bahkan akan mengenali mu begitu juga dengan nya, dia juga akan suses setelah hari kelulusan nya ini, sebenar nya saat ini kalian berdua sedang melangkah bersama hanya saja,.. jarak antara kalian tidak cukup dekat untuk seorang sepasang kekasih”)
"hangug-e ogi jeon-e geuwa uinonhan jeog-i issda"
(“Aku sudah pernah membahas hal ini dengan nya sebelum aku datang ke korea selatan”)
"dangsin-eun imi gyehoeg-eul sewoss-euni gyehoeg-eul nangbihaji masibsio."
(“Kalian sudah merencanakan nya, maka jangan sia-sia kan rencananya”)
"naneun ttohan geuege i munjee choeseon-eul dahal geos-eul yagsoghaessda."
(“Aku juga sudah berjanji dengan nya untuk berusaha semaksimal mungkin dalam hal ini”)
"geuleom mwol gidaliseyo? sigannangbihaji malgo yagsog-eul jikiseyo"
(“Lalu tunggu apa lagi?, jangan buang waktu mu dan tepati janji mu”)
“hmmmm….”
Dengan sedikit rasa kecewa dan berat hati mereka berdua menjalani semua kegiatan yang sudah terjadwal kan.
Sering pula timbul rasa kecewa dan menyesal di antara mereka dikala tengah menjalani kegiatan mereka masing-masing kala itu, tapi mereka berdua berusaha keras untuk tetap terlihat abai dan baik-baik saja seakan tidak ada yang terjadi, meskipun sangat berat tapi mereka tetap bertahan.
Sampai pada tiga hari setelah hari itu, Shasa mendapat kan kabar bahwa grup band Reivael akan mengadakan konser pertama nya di korea selatan, dengan jumlah penonton yang di batasi.
Tidak ingin menyia-nyia kan kesempatan, Shasa pun langsung ikut memesan tiket konser nya dan langsung mengurus penerbangan nya ke korea.
“Gue bakalan kasih kejutan ke Re, gue bakalan berdiri di barisan paling depan biar Re bisa langsung natap gue..” Gumam Shasa lirih
“Gue udah kangen banget sama elo Re, semoga aja semua nya berjalan dengan lancar” tambah nya dengan nada bicara yang lebih lirih
Shasa mulai mengemas beberapa pakaian nya kedalam koper, karena ia akan menginap beberapa hari di hotel saat di korea selatan, yaah_ itung-itung ini adalah liburan nya setelah lulus dari Universitas nya.
Singkat nya, kini Shasa sudah sampai di bandara korea selatan setelah beberapa penerbangan yang bisa dibilang cukup lancar.