
...♡♡♡...
..................
.......
.......
.......
Dipagi hari yang sangat cerah, seperti biasa Reivael datang menjemput Shasa dengan menggunakan mobil ferarri berwarna merahnya.
Tin tin ...
suara klakson dari mobil Reivael yang sudah menunggu di depan rumah milik Shasa.
"Shasa sayang, itu Re udah jemput kamu," ucap seseorang dari luar kamar Shasa. "Kamu cepet keluar sana, ajak Re buat sarapan bareng dulu sekalian," tambahnya.
"Bentar mah!,
Sha masih benerin rambut Sha sebentar," pekik Shasa dari dalam kamarnya.
"Kamu ini Sha, udah di tunggu masih aja engga keluar kamar. Ya udah biar Mamah aja yang keluar, nanti kamu langsung turun keruang makan aja ya sayang ...." Tambahnya.
"Iya Mah,"
Mamah Shasa pun pergi keluar menghampiri Raivael yang sedang berdiri di samping mobil nya.
"Eh Tante, Shasa nya belum berangkat kan?" tanya Reivael basa-basi,
padahal dia sudah tahu Shasa tidak akan berangkat sebelum dia jemput.
"Belum, itu katanya tadi masih ngerapihin rambutnya di kamar.Kamu ikut sarapan bareng dulu ya sama kita, Tante udah suruh Sha untuk nunggu di ruang makan,"
"Aduh, jadi ngerepotin Tente nih, hehee ..."
"Enggak ngerepoti kok Re, kayak baru kenal aja loh kamu ini, biasa juga udah sering kesini bareng Sha aja kok, anggap aja rumah sendiri
udah ayo masuk."
"Iya Tan."
Reivael pun mengikuti langkah wanita itu dari belakang, mereka berjalan menuju ke ruang makan bersama.
Di sisih lain Shasa yang masih berada di kamarnya, ia tengah sibuk mencari penjepit rambutnya kesana dan kemari,
'Aduh di mana Gue letakin penjepit rambut itu semalem, Gue kan mau pakai penjepit rambut yang udah di kasih Re itu hari ini.' gumam gadis itu sembari terus mencari di setiap sudut ruang itu.
'Hufh.... akhir nya ketemu juga penjepit nya, Gue cari-in Lo dari tadi enggak nemu-nemu huh,'
"Oh iya di bawah kan udah ada Re yang nunggu, Gue harus cepet-cepet turun nih, kalau sampai kelamaan ngobrol sama Mamah pasti lama, entar telat lagi sekolah nya," ucapnya.
Gadis itupun berjalan keluar kamar, ia mempercepat langkah kakinya untuk segera menuju ke ruang makan.
Tidak lama kemudian, setelah Shasa duduk, Reivael dan Mamahnya Shasa datang lalu duduk, yang di ikuti juga oleh papa nya Shasa yang juga akan sarapan sebelum berangkat ke kantornya.
Jadi papa nya Shasa ini adalah direktur di perusahaan besar yang mengelola/membuat perangkat lunak jenis baru, di perusahaan itu setiap tahun nya bisa menghasilkan sekitar tiga atau lima perangkat lunak jenis baru.
"Pah, Mah, Sha udah kenyang nih dan Re juga udah selesai makan, Kita berangkat sekolah dulu ya," ucap Shasa meminta izin kepada orang tua nya.
"Iya Om, Tante, Kita mau pamit dulu ya, entar keburu telat," tambah Reivael.
"Ya udah, kalian hati-hati ya di jalan." Titah Mamah Shasa.
"Om nitip Shasa ya Re, jagain Dia," tambah Papa Shasa dengan senyum meledek.
"Ih Papa, Sha bukan anak kecil engga perlu di titip-titip-in ah!"
Mendengar jawaban dari Shasa, semua orang yang berada di sana langsung tertawa dengan bersamaan.
"Hahaha...." Tawa serentak semua orang yang berada di sana.
"Iya iya, Papa minta maaf, udah sana buruan berangkat kalian."
"Iya, Shasa berangkat dulu ya Pa, Mah,"
"Tante Om pamit ya ...." tambah Reivael
"Iya, hati-hati ya ...."
Mereka pun berjalan menuju ke arah mobil Reivael yang sudah terparkir di halaman rumah Shasa sejak tadi.
Reivael membukakan pintu untuk Shasa masuk kedalam mobilnya, setelah itu ia juga masuk kedalam mobil tersebut dan mereka pun berangkat menuju ke sekolahan nya.
*****
Sesampai nya di sekolahan, Reivael pun langsung memarkirkan mobilnya dan kembali membukakan pintu untuk Shasa keluar dari dalam mobilnya.
"Silahkan keluar Ratu ku ...." goda Reivael kepada Shasa.
"Apaan sih lo Re, Ga-Je tau ...." Jawab Shasa kesal
"Ayo, masuk ke kelas," ucap Reivael sembari menjulurkan tangan kanannya kepada Shasa.
Tanpa menjawab sepatah katapun, Shasa langsung menyambar tangan Reivael dan mereka pun berjalan dengan Cool menuju ke arah kelasnya, dengan tangan yang bergandengan tidak peduli lagi dengan orang-orang yang tengah melihat mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, saat mereka berdua sampai dikelasnya.
"Woy, Bro, baru dateng lo, tumben biasa nya kalian berdua paling rajin kalau berangkat, paling pagi sendiri, kenapa ini jam segini baru berangkat?" tanya Caltrande.
"Bukan urusan elo, gue berangkat pagi atau siang kan?" jawab Reivael dengan nada bicara yang datar.
"Umh... iya juga sih,"
Jinno, Melsa, dan Elpy yang juga berada di sana hanya tersenyum melihat tingkah Caltrande yang sok akrab dengan Reivael.
Pasal nya, meskipun mereka adalah teman dekat, tapi Reivael sangat jarang atau hampir tidak pernah ngobrol bareng dengan teman-temannya, kecuali Shasa.
"Eh pulang sekolah nanti kita mampir dulu ya di cafe tempat biasa, gue mau traktir kalian deh hari ini, kita minum sepuas nya," ucap Elpy.
"Owissshh ... anak orang kaya lagi baik nih, boleh dong," jawab Caltrande.
"Boleh tapi gue engga bisa lama-lama ya Guys, soal nya gue udah janji ke ortu buat pulang kerumah sebelum sore." jelas Melsa.
"Engga papa lah Mel, anak pinterkan harus rajin belajar jadi lo harus pulang tepat waktu, terus belajar, soalnya kalo elo engga pinter lagi entar kita mau nyontek ke siapa?" jawab Caltrande.
"Apanya yang kita, yang biasa nyontek kan cuman elo doang Caltrande." Jawab Elpy dengan ketus.
"Eh hue juga pernah liat lo nyalin jawaban tugas dari buku Melsa ya, jadi jangan munafiklah ya kalo jadi orang itu!" pekik Caltrande.
"Udah-udah, udah.... kalian ini apa-apa an sih, dikit-dikit berantem, dikit-dikit berantem, peling kuping gue denger suara kalian mulu." jawab Shasa dengan nada bicara marah.
"Itu tu Sha, Caltrande duluan tu." ucap Elpy.
"Kenapa nyalahin gue, orang lo yang nyolot duluan ke gue kok." bela Caltrande.
"Udah lah kalian berdua ini, gitu aja ribut!" lerai Melsa.
Beberapa saat kemudian terdengar suara bunyi bel masuk kelas, yang mempertandakan guru akan segera masuk kedalam kelas, mereka pun langsung menduduki tempat duduk mereka masing-masing.
******
Jam demi jam sudah mereka lalui hari itu, sampai pada siang itu sekitar pukul 14.25, bunyi bel pertanda berakhirnya waktu belajar mereka telah berbunyi.
Setelah jam sekolah telah selesai, kini mereka pun akan pergi menuju ke Cafe sebelum mereka pergi pulang kerumah mereka masing-masing.
"Semuanya kita bareng aja ya, entar pakek mobil Reivael." ucap Shasa.
"Uh, Shasa kamu baik banget deh ...." jawab Elpy.
"Oh iya Mel, kamu yakin mau bolos les hari ini bareng kita?" tanya Shasa memastikan.
"Iya, sekali-kali nyobain rasanya boloskan juga engga papa." Jawab Melsa.
"Uwiiiiih..... Melsa kita yang pinter dan rajin sekarang udah mulai berani bolos ya." goda Caltrande.
"Eh Jinno, lo engga ada niatan gitu buat ngalangin Cewek lo biar engga bolos les apa, kan lo pacar yang baik ya kan," tambah nya.
"Selagi dia seneng sih gue engga masalah, asal kan engga keterlaluan nakalnya." jawab Jinno.
"AYO GUYS KITA BERANGKAT!
Cepetan masuk ke mobil Reivael ...." Teriak Elpy.
Mereka pun masuk kedalam mobil Reivael, sedang kan Shasa tetap duduk di kursi depan bersama dengan Reivael, dan mereka berangkat menuju ke Cafe tempat tujuan.
Sesampainya mereka di tempat tujuan, mereka langsung memilih tempat untuk mereka tempati, Elpy langsung memilihkan tempat untuk semua temannya.