
...♡♡♡...
..................
.......
.......
.......
Beberapa saat kemudian tidak lama setelah itu terlihat dari arah balik pintu Shasa dan juga Reivael sedang berjalan memasuki kelas. Sambil berjalan Reivael mengankat ponsel nya menunjukan pada kawan-kawan nya panggilan masuk dari Jinno.
“Lah itu dia Re sama Sha……” ucap Caltrande
“Hay..” Sapa Shasa
“Gue kira elo kecelakaan di jalan Sha, abis nya siang bener kalian berangkat nya” ucap Ielpy
“Hehe… maaf ya guys udah bikin kalian sampek sepanik ini”
“Emangnya abis dari mana sih kalian?” Tanya Caltrande
“Dari jalan.” Jawab Reivael
“Oh kalian jalan-jalan dulu ya tadi?” Tanya Caltrande
“Bukan urusan lo!” Jawab Reivael
“Lo mah engga asik Re, di tanya serius malah jawab gitu..” Gumam Caltrande
*******
Satu minggu kemudian,
Malam itu Reivael mengadakan sebuah pesta kecil yang cukup mewah yang dimana tamu nya hanya di khusus kan untuk kedua teman nya dan kedua teman Shasa saja.
Hanya mengundang tamu sedikit tapi dekorasi dan juga jamuan yang di siap kan cukup banyak dan juga mewah, semua itu disiap kan oleh Reivael sendiri ia memilih dekorasi dan juga jenis-jenis hidangan nya seorang diri.
Sebenar nya pesta itu ia buat untuk perpisahan nya dengan semua teman-teman nya, ia sengaja membuat pesta ini sebelum hari kelulusan tiba dengan jutuan agar tidak mepet waktu ia berangkat keluar negeri.
Tapi ia tidak memberi tahukan ini kepada semua teman nya kecuali Shasa, karena tidak ingin semua teman nya tahu kalau ia mendaftar audisi itu, ia berfikir jika nanti nya ia tidak lolos maka itu hanya akan membuat nya malu di hadapan semua teman nya saja, itu sebab nya ia memutus kan untuk memberi tahu semua teman dekat nya itu jika ia benar-benar lolos audisi nya saja.
“Wih… Re lo buat pesta cuman buat kita tapi dekorasi sama jamuan nya udah kaya orang lagi hajatan nikahan, ada banyak buanget jenis makanan nya, minuman nya juga ….. “ Ucap Caltrande
“Iya nih banyak banget, pacar lo bener-bener tajir Sha, bikin acara sama temen aja udah kaya bikin acara nikahan gini, emang nya lo engga di marahin ortu ya Re? buang-buang uang gitu..” Sahut Ielpy
“Tenang aja guys, sebelum nya Re udah izin ke ortu nya dulu kok jadi santay aja” Jawab Shasa
“Lagi pula kalau cuman pesta sekecil ini engga bakalan nguras secuil nya harta Re kok, iya kan bro..?” Sahut Jinno
"Anjiiiiiir..... " Pekik Caltrande
“Bisa aja lo jinn” Ucap Reivael
“Eh guys….! Dua hari lagi ini kan hari peresmian kalulusan kelas kita ya kan.
Nah, kalian mau lanjud kemana? Gimana kalau kita masuk kesekolah yang sama lagi?” Ucap Ielpy
Shasa yang mendengar ajakan dari teman nya langsung terdiam seribu bahasa ia menoleh kearah Reivael seakan memberi kode untuk tidak merubah keputusan yang telah di tentukan nya.
Reivael menatap balik Shasa, seakan ia tau dengan maksud Shasa ia pun balik memberikan kode anggukan kepala yang sangat pelan bahkan hampir tidak terlihat kepada Shasa pertanda ia meng i-ya kan gadis itu.
“Ide bagus tu” jawab Melsa
“Iya” tambah Jinno
“Gue ngikut aja deh, gimana kalau kalian Re,Sha?”tanya Caltrande
“Gue masih bingung, “ Jawab Reivael
“Lo kenapa bro?” Tanya Jinno
“Kalo elo Sha? Gimana?” Tanya Melsa
“Gimana ya guys?, soal nya juga belum kepikiran mau gimana”Jawab Shasa
“yeaah… elo mah Sha” Ucap Ielpy
“Hehe..”
Mereka semua sangat bersenang-senang malam itu, bahkan hampir semua hidangan yang sudah di hiding kan disana hampir habis semua, karena jumlah tamu undangan yang tidak banyak dan memang hanya mereka yang biasa bersama disana membuat mereka menjadi sangat leluasa di dalam acara tersebut.
Malam itu mereka semua nya bersenang-senang bersama-sama.
******
Sampai pada waktu yang di tunggu-tunggu oleh seluruh siswa dan siswi kelas dua belas disekolahan tiba yaitu hari dimana mereka akan di resmikan lulus.
Seluruh siswa mengenakan baju kemeja putih panjang dengan jas berwana hitam dan dasi, celana setra sepatu berwarna hitam, sedang kan para siswi mengenakan gaun putih panjang dengan lengan pendek serta aksesoris rambut berbentuk bunga melingkari kepala mereka dan sepatu kaca untuk melengkapi penampilan mereka.
Dalam proses acanya setiap siswa dan juga siswi satu persatu di panggil oleh pembawa acara untuk naik ke atas panggung di saksikan halayak ramai mereka dikalung kan mendali oleh kepala sekolah mereka dan juga menerima ijazah dari wali kelas mereka secara langsung, pasal nya di hari-hari biasa hanya para orang tualah yang boleh melihat hasil nilai mereka di raport, jadi seluruh siswa dan juga siswi tidak bisa mengetahui nilai nya selama tiga tahun bersekolah karena kecuali orang tua dan guru wali kelas oranng lain tidak ada yang boleh mengetahui nilai nya.
Tidak sedikit siswa dan juga siswi yang penasaran dengan nilai mereka yang membuat mereka tidak sabar dan langsung melihat nilai mereka masing-masing di tempat.
Sampai pada saat nya mereka mengucap kan kalimat perpisahan kepada guru dan juga teman mereka masing-masing dari mereka menyampai kan ucapan selamat tinggal melalui puisi, pantun, dan juga lagu.
Dalam satu kelas mereka terbagi menjadi tiga bagian, yaitu magian menyanyi, puisi, dan juga pantun.
Melsa, dan Reivael masuk kedalam kelompok Puisi, Ielpy dan Caltrande memilih masuk kedalam grup pantun, sedang kan Jinno dan juga Shasa masuk ke grup menyanyi.
Mereka semua sudah sangaat siap dengan bagian mereka masing-masing, sampai pada waktu nya pembawa acara mulai memanggil salah satu grup dari mereka untuk mengawali nya.
“Baik lah dari kelompok pertama kelas dua belas kita akan mendengar kan Puisi, silahkan menaiki panggung untuk para anggota..”
Melsa dan Reivael mengawali langkah dari para kelompok pembaca puisi, sepatah dua patah kata mereka mulai membaca kan satu puisi dengan bergantian
...Reivael: “ kami akan membawakan puisi yang berjudul *CELOTEHAN PENA...
...Dalam puing-puing dedaunan....
...Terbawa lamunan nan jauh ke sukma, menebar harum dalam setiap makna.”...
...Melsa: “Jauh ku arungi dari sebuah perjumpaan, dalam butiran do’a”...
...Rekan..:...
...“Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah ntuk mencari nya-sebuah perjumpaan."...
...Rekan..:...
...“Denyut nadi tak bisa berhenti.”...
...Rekan..:...
...“Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu”...
...Rekan..:...
...“Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu – lalang.”...
...Rekan..:...
...“Itulah seumpama nya....
...Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,...
...Yap……lebih tepat nya sebuah keakraban.”...
...Rekan..:...
...“Lajur kehidupan memang ditakdir kan untuk berputar, begitu pula alur cerita ini – perjumpaan.”...