
...♡♡♡...
..................
.......
.......
.......
"Eh itu ada yang kosong, kalian kesana aja ya dulu Gue mau pesen minuman nya dulu," pinta Ielpy.
"Elu mau pesen berapa emang nya?" tanya Jinno.
"Dikit kok, cuman dua botol aja, engga papa kan,? entar kalau kebanyakan jadi mabuk parah kan malah gawat jadi dikit aja dulu." jawab Ielpy.
"Ah, bilang aja Lo pelit!" pekik Caltrande.
"Eh Gue engga ada makasa Lo buat ikut ya, jadi engga usah banyak omong tinggal minum aja repot amat, kalo kurang beli aja sendiri, dah lah Gue kesana dulu mau pesen." jelas nya.
Beberapa saat kemudian, pelayan Cafe tersebut datang dengan membawa dua botol alkohol dan enam gelas kosong di atas nampan, pelayan itu meletakan semuanya di atas meja lalu menuangkan alkohol tersebut di setiap gelas nya.
"Selamat menikmati, " ucap pelayan tersebut dengan nada bicara yang sangat lembut.
Mereka pun mulai menengguk sedikit demi sedikit alkohol yang sudah terpajang rapih di atas meja.
Sembari menikmati minuman yang sudah mereka pesan, mereka melakukan perbincangan bersama mengenai kelulusan mereka yang hanya tinggal hitungan minggu saja.
"Sha...! setelah lulus ini Elo mau nerusin sekolah lagi engga atau mau langsung kerja atau malah mau nikah sama Re?" tanya Elpy dengan polos.
"Em... Gue masih belum nentuin sih mau ngapain abis lulus ini." jawab nya.
"Kalo Elo Re, abis lulus nanti mau lanjut sekolah lagi engga?"
"Em, entah lah."
"Aduh, kepalaku pusing banget!" pekik Melsa merintih kesakitan.
"Elo engga pernah minum alkohol sebelum nya, jadi waktu Lo pertama minum langsung bereaksi deh," ucap Jinno sembari memegang pundak Melsa, menahannya agar tidak jatuh dari duduk nya.
"Gue mau lagi!" ucap Melsa yang sudah mulai ngelantur kemana-mana,
"Gue suka..." Tambah nya sembari menjulur kan gelas nya ke arah Jinno meminta untuk di tuang kan lagi.
"Elo udah mabuk jangan nambah lagi, " larang Jinno kepada Melsa.
"Ta_ tapi Aku-Aku suka, ayo lagi,"
"Seperti nya udah engga bisa lama-lama lagi nih bro, Gue bawa pulang duluan ya Melsa, takut entar tambah mabuk."
"Iya, mumpung Elo juga belum mabuk jadi bisa jagain Melsa di jalan," jawab Shasa.
Jinno dengan sigap menggendong gadis itu dan membawanya keluar Cafe menuju ke mobil Taxi yang sudah ia pesan tadi.
Kini di dalam Cafe tersebut hanya tersisa empat orang saja, Ielpy dan juga Caltrande sudah mulai mabuk berat bahkan Caltrande mondar mandir ke kamar mandi karena mual,
sedang kan Shasa hanya mengalami mabuk ringan saja tubuh nya sedikit lemas tapi masih sadar, beda lagi dengan Reivael, ia sama sekali tidak terpengaruh oleh minuman alkohol tersebut meski ia sudah menengguk dua gelas penuh, tapi ia masih tetap sadar dan tidak mabuk.
Reivael menyenderkan kepala Shasa di atas bahu nya, ia meminta Shasa untuk istirahat sebentar agar bisa kembali pulih lagi.
"Pejamin mata Lu," ucap Reivael.
"Umh ..... seperti nya Gue terlalu banyak meminum nya," rintih Shasa.
"Pejamim mata Lu sebentar, setelah itu Gue anter Lo pulang,"
" Umh..hmm.."
Gadis itu mengikuti perintah Pria yang sedang duduk di sebelah nya, ia menyenderkan kepala nya di atas bahu pria tersebut dan perlahan mulai memejamkan kedua matanya, sampai tanpa ia sadari, ia sudah terlelap dalam tidur nya.
"Eh, malah tidur," gumam Reivael.
"Siap Bro, santai aja engga papa kok duluan aja, kita masih mau nambah lagi kok." ucap Caltrande yang masih dalam keadaan mabuk.
Dengan segera Reivael langsung mengangkat tubuh lemas Shasa, ia menggendongnya dan membawanya masuk kedalam mobil, sebelum ia membawa pergi gadis itu Reivael terlebih dahulu membeli dua botol air mineral ukuran sedang.
Reivael mengendarai mobil nya dengan sangat pelan dan juga berhati-hati, sesekali ia juga menengguk botol air mineral yang sudah ia beli tadi dengan tujuan agar tidak mabuk saat tengah dalam perjalanan.
Selang tidak lama kemudian Shasa terbangun dari tidur nya tadi, ia masih dalam posisi yang mabuk.
"Ugh.... uhuk,uhuk.... huweeeek....."
"Eh eh...!"
Reivel dengan tiba-tiba langsung menghentikan mobil nya di pinggir jalan, ia membawa keluar gadis itu dari dalam mobil nya.
"Ayo keluar, disana ada kamar mandi umum, muntahin semunya disana." pinta Reivael.
"umh, hum, huu... hueek..." gadis itu terus saja berusaha mengeluar kan sesuatu yang sejak tadi membuat perut nya mual itu.
Reivael memapah gadis itu dan membawa nya ke kamar mandi umum yang berada di sebrang jalan, ia membantu gadis itu dengan memijat-mijat perlahan pada leher bagian belakang Shasa.
Cukup lama mereka berada dikamar mandi tesebut, dan akhirnya Shasa berhasil memuntahkan sebagian isi perutnya yang membuatnya kini menjadi sedikit lega, meskipun sudah banyak memuntah kan isi perut nya tapi Shasa masih saja ngelantur karena efek dari alkohol yang sudah ia minum tadi.
Reivael membawa nya duduk di kursi yang berda tidak jauh dari mobil nya di sebrang jalan, disana Reivael berusaha mengembalikan kesadaran dari Shasa yang kini tengah mabuk alkohol.
"Gue_ Gue mau lagi, ayo kita balik lagi kesana Haha... ayo kita kesana lagi ayok," rengek Shasa.
"Ambil air ini dan minum!" pinta Reivael dengan tegas.
"Apa ini hum?"
"Udah jangan cerewet, minum aja."
Gadis itu pun menengguk botol air mineral yang sudah di berikan oleh Reivae tadi, ia menengguk sampai habis separuh air nya.
"Haaah..." keluh Shasa.
"Hei.... kenapa berhenti, cepet minum lagi!" pinta Reivael.
"Gue sudah kenyang."
"Cepet abisin, terus Kita pulang."
"Gue beneran kenyang Re, udah... Gue udah engga mabuk lagi, suwer deh..."
"Siapa bilang udah engga mabuk, itu masih mabuk. Cepetan minum airnya, harus dihabisin engga boleh sisa, abis itu baru kita pulang,"
"Tapi Gue kenyang Re.."
"Tinggal dikit lagi ayo cepet pinter, ayo di abisin ya, entar kita langsung pulang kalau udah habis."
Gluk gluk cekgluk cekgluk....
Suara tegugkan dari Shasa yang berusaha menghabiskan air mineral nya.
"Udah abis." ucap Shasa dengan mata yang masih sayup.
"Udah mau pulang?" tanya Reivael.
"Hem em... iya,"
"Ya udah ayo," pria itu menjulur kan tangannya, tapi gadis itu sama sekali tidak meresponnya karena kaki dan tangannya masih lemas.
"Kenapa lagi?"
"Tangan sama kaki Gue lemes Re,"
Reivael menghela nafas perlahan dengan sabar, lalu ia kembali menghampiri gadis itu dan menggendong nya untuk kembali masuk kedalam mobil nya.