Time Travel to Tokyo Revengers

Time Travel to Tokyo Revengers
Pergi ke Pantai



Pagi hari telah datang. Sang Mentari bersinar dengan cerahnya, para awan berlayar pergi, dan burung² yang bernyanyi dengan merdu menambah indahnya pagi ini. Sinar sang mentari perlahan mulai memasuki kamar yang di diami ketiga manusia yang masih asik tertidur. Tapi tak lama kemudian salah satu dari mereka terbangun karna sinar mentari yang berhasil membangunkannya.


"hoammm..." yoi terbangun


Dia melihat ke depan dan belakangnya. Mereka berdua masih dengan setia memeluknya erat sambil tetap tertidur pulas.


"rann... rindou... ayo bangunn, udah pagi lohh" ucap yoi menepuk - nepuk pelan pipi ran dan rindou


"hmmm 5 menit lagii" gumam rindou masih enggan membuka matanya


"ish! ayo bangun astaga, kita kemarin belom sempet siap² loh. Ayo bangun ihh" ucap yoi mulai menggerak tubuhnya agar bisa terlepas dari pelukan Haitani bersaudara


ran yang merasakan sesuatu yang lain di bawah sana saat yoi mulai bergerak - gerak. rindou sebenarnya juga merasakan hal yang sama seperti ran tapi dia lebih memilih diam untuk menahannya.


"yoi diem!" ucap ran sedikit tegas tapi masih dengan mata tertutup


"gamau, kalian bangun dong. Gue masih belom siap² buat nanti" ucap yoi semakin bergerak - gerak


"diam yoi! kalo lo gamau terjadi sesuatu yang ga lo inginkan" ancam ran yang masih setia menutup matanya


yoi terdiam dan tidak bergerak - gerak lagi.


"lepasin dong... gue mau siap² sama masak sarapan buat kita..." lirih yoi merasa sedikit takut akan ancaman ran


"yaudah deh, oi rindou lepasin" ucap ran yang mulai melepaskan pelukannya pada yoi


"gamauu" rengek rindou yang malah semakin mengeratkan pelukannya ke yoi


"lepasin, lo mau sarapan apa enggak?" tanya yoi mengelus pelan surai rambut rindou


"mauu tapi gue juga gamau lepasinn, lo anget hehehe enak di peyukk" ucap rindou manja


"hihh... bangun woi jangan manja lo" ucap ran sedikit tidak suka karna rindou terlalu menempel ke yoi


"gamauuu bleee" ejek rindou menjulurkan lidahnya


"sialan adek durjana lo!" ucap ran menampol pala rindou


"hiks hiks hiks... yoiiii, rannn nampol pala gue... sakitt tauu" rengek rindou tetap memeluk erat yoi


"yang mana yang sakit hmm?" tanya yoi


"yangg iniii" jawab rindou sambil menunjuk bekas tampolan ran


"ututututuu cepet sembuh yaa" yoi mengelus pelan bekas tampolan ran


"hehehe makasihh" ucap rindou tersenyum bahagia


ran hanya menatap sinis ke arah rindou yang mencari kesempatan dalam kesempitan.


"udahh yaa, gue mau masak sama siap² dulu" ucap yoi mengelus pelan kepala rindou


"yaudah deh..." dengan berat hati rindou mulai melepas pelukannya


yoi lalu bangun dan beranjak pergi ke dapur.


"ayo bangun, jangan manja lo" ucap ran menendang kaki kanan rindou sedikit keras


"dih apaan sih lo?! iya iya gue bangun nih" gerutu rindou kesal


ran yang melihat itu hanya mendengus kesal lalu pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya, sedangkan rindou langsung bangun dan pergi ke dapur. Dia melihat yoi yang tengah menyiapkan bahan² untuk membuat sarapan mereka pagi ini. Perlahan, rindou berjalan dan langsung memeluk yoi dari belakang.


"ohayouu" sapa rindou mengecup pipi kanan yoi


"ohayou" sapa yoi mengelus pelan surai rambut rindou


"hari ini menunya apa?" tanya rindou sambil melihat bahan² yang telah disiapkan yoi


"hari ini gue mau bikin omurice buat sarapan kita" jawab yoi


"ohh gitu, mau gue bantuin ga?" tawar rindou


"gausah, mending lo sekarang mandi sana. Bau acem tauu" goda yoi mencubit pelan hidung rindou


Reflek rindou langsung melepas pelukannya dan mencium bau badannya sendiri.


"ish! gue ga bau ya! meskipun gue ga mandi seminggu juga gue masih tetep wangi" ucap rindou sombong lalu kembali memeluk yoi


"hehehe iya deh iyaa percaya gue, orang ganteng mah bebas" ucap yoi mengiyakan saja perkataan rindou


yoi lalu lanjut memasak ditemani pelukan dan gombalan dari rindou yang seakan tidak ada habis²nya. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap tak suka ke arah mereka.


"woi rindou sana lo mandi dulu, gausah gangguin yoi" usir ran menarik kerah pakaian rindou dari belakang


"ck! apa - apaan sih lo bang?!! yaelah gangguin orang aja lu" gerutu rindou kesal


"biarin, udah sana pergi" usir ran memutar bola matanya malas


"tcih! iya iya" gerutu rindou kesal tapi tetap melakukan perintah ran


Melihat rindou mulai menjauh, ran yang berganti memeluk yoi.


"ga adek ga abang sama aja" gumam yoi menatap lengan kekar ran yang berada di perutnya


"hehehe gantian dongg, btw gue bantuin ya" ucap ran langsung membantu yoi


Mereka berdua pun memasak bersama. Tak lama kemudyan masakan telah siap dan kini tinggal menunggu rindou keluar dari kamarnya.


tingg tongg


yoi berjalan dan segera membuka pintu. Ternyata ada mikey dan chifuyu yang sudah membawa beberapa barang² mereka. Terlihat dari beberapa tas berukuran sedang hingga tas ransel yang mereka bawa.


"ohayouu yoiii" sapa mikey tersenyum lebar


"o-ohayou... kalian ngapain anjir??" tanya yoi mengerutkan keningnya heran


"kann kemarin gue udah bilang kalo bakal bawa barang² gue dan pindah kesini, masa udah lupa sih" sahut chifuyu


"o-oh iya ya, yaudah ayo masuk" ucap yoi sambil membantu kedua lelaki tersebut membawa barang² mereka


ran yang mendengar suara gaduh segera menghampiri.


"astaga kalian ngapain kesini pagi²?!! gangguin orang aja" ketus ran menatap tak suka ke arah mikey dan chifuyu


"dih serah gue lah, sewot amat sih lo" sinis mikey


"udah², sekarang taroh barang² kalian disini dulu. Gue kemarin belum sempet bersih² buat kamar kalian soalnya dan ayo kita sarapan dulu" ucap yoi melerai ran dan mikey


"iya deh" keempat orang itu pergi ke ruang makan


Disana sudah terdapat rindou yang asik bermain hp.


"kalian duduk dulu, gue mau masak lagi" ucap yoi berlalu pergi ke dapur


rindou mendongak lalu tersenyum sinis ke arah mikey dan chifuyu.


"ngapain kalian kesini? ganggu orang aja" ketus rindou


"dih kalo merasa terganggu yaudah sana lo pergi, sewot aja" sinis chifuyu


Mereka berempat kembali debat tentang hal yang tidak berguna. Tak lama kemudyan yoi datang sambil membawa omurice untuk mikey dan chifuyu.


"ga diem gue ambil bagian sarapan lo pada nanti!" ancam yoi


Mereka berempat langsung kincep kemudyan mulai memakan sarapan masing².


~•••~


"yoi beneran gamau nebeng sama gue aja nih?" tanya mikey


"enggak, gue punya motor sendiri jadi gue pengen sendiri hehehe" jawab yoi


Tak lama kemudyan yang lain datang. Anggotanya bertambah karna ternyata mikey mengajak takemichi dan emma mengajak hinata. Setelah itu mereka pun berangkat.


"oi hina, ntar lo ikut gue sama emma ya" ucap yoi


"ohh oke" ucap hinata


Setelah beberapa jam, akhirnya mereka sampai di pantai Enoshima.


"kalian cari tempat dulu sana, gue ma para ciwi mau ganti bentar" ucap yoi langsung menggandeng lengan emma dan hinata menuju ke ruang ganti


"ceciwi mah ada aja urusannya" gumam baji


"yaudah gue cari tempat dulu" sahut mitsuya


Mereka pun bersenang - senang, sedangkan para ciwi selesai berganti baju langsung pergi ke toko aksesoris.


"eh lucu aksesorisnya" sahut emma


"yash, beli yuk" ucap yoi


"kuyy gas" sahut hinata


Ketiga gadis itu membeli gelang mutiara.



Selesai membeli apa yang mereka inginkan, yoi menelpon mikey untuk mengetahui dimana para cowok berada.


"moshi moshi" sahut mikey dari seberang sana


"posisi lo dimana?" tanya yoi


"posisi gue pokoknya di deketnya orang jualan kelapa muda" jawab mikey


"anjir yang jualan kelapa muda disini banyak oii" ucap yoi memutar bola matanya malas


"eee bentar kita ketemuan di tempat pertama kali dateng aja" ucap mikey


"ohh oke" yoi menutup telponnya


"gimana?" tanya emma


"kita balik ke tempat tadi, ntar mikey jemput disana biar ga ribet" jelas yoi


"ohh oke"


Mereka bertiga kembali ke tempat pertama kali datang. Disana ternyata sudah ada mikey yang menunggu sambil memainkan hpnya.


"udah lama?" tanya yoi


"enggak, yaudah ayo kesana" ucap mikey langsung menggandeng tangan yoi


Mereka berempat pergi ke tempat mitsuya dkk. Para cowok itu sedang bersenang - senang. Ada yang berenang, surfing, rebahan, dan ada juga yang lagi cuci mata.


"yoii sinii" panggil ran


yoi segera berjalan menuju ran.


"abis darimana? kok lama banget" tanya ran


"abis ganti baju tadi terus mampir bentar ke toko aksesoris hehehe" jawab yoi


"ke toko aksesoris? lo beli apa? liat dongg" pinta ran


"belii ini hehehe, bagus ga?" ucap yoi menunjukkan gelangnya dengan antusias


"wah gelangnya cantik kayak yang pakai" ucap ran tersenyum manis


"ish a-apaan sihh" yoi sedikit ngeblush


"hahaha cie cie yang pipinya merah nihh" goda ran


"ishh tau ah sebel" gumam yoi kesal lalu pergi menghampiri mitsuya yang tengah berada di sebuah toko


"lo beli apa?" tanya yoi


"beli kepala" jawab mitsuya


"kelapa oi bukan kepala, sikopet lu yak" ucap yoi


"idihh tampang tamvan kek gue gini dikatain sikopet, kampret lu" ucap mitsuya mendengus kesal


"hehehe peace bang, btw adek² lo terus gimana?" tanya yoi penasaran


"mereka gue titipin ke tetangga sebelah rumah" jawab mitsuya sambil membayar


"ohh gituu" gumam yoi mengangguk - anggukan kepalanya tanda paham


"oi nih lo bawa juga daripada kosongan gitu" ucap mitsuya yang sudah membawa 4 kelapa


"oke boss" yoi segera membawa 4 kelapa juga


"wihh babu gue nih bozz" sahut baji mengambil salah satu kelapa di tangan yoi


"idihh ogah banget gue jadi babu lo, yang ada senep mulu gue bawaannya" sinis yoi


"thanks ya" sahut ran juga ikut mengambil salah satu kelapa di tangan yoi


Setelah meletakkan kelapa yang dibawa, yoi kembali ke toko untuk mengambil sisa kelapa yang dibeli (ni tadi mereka beli 11 biji ya guys, karna mitsuya bawa 4 dan yoi bawa 4 jadi sisanya tinggal 3 biji. Oke lanjott╰( ・ ᗜ ・ )➝)


Selesai mengambil kelapa dan membagikannya, yoi kini rebahan di sebelah baji.


"hahh capek banget anjir" gumam yoi menghela napas panjang


"idih, bawa kepala segitu doang udah kecapean. Cemen luu" ejek baji


"dih bikin masalah mulu nih bocah sumpah daritadi, pengen gue timpuk lu hah?!" ucap yoi kesal


"hilihh paling lo kalo nimpuk rasanya kek ditimpuk kucing aja bangga" ejek baji


plak!


yoi menimpuk kepala baji dengan kipas kertas yang entah dia dapat darimana dengan keras.


"sialan lu anjir! arghhhh bertumbuk sinii kitaa" geram yoi mulai melayangkan tangannya memukul - mukul baji


"beuh nih bocah ngelunjak coyy" ucap baji mulai membalas pukulan² yoi


chifuyu dan mikey yang berada di dekat situ segera melerai yoi dan baji.


"lepasinn oiii, gue masih kesel sama tuh cowo rese'!!" ucap yoi mencoba melepas tarikan tangannya pada mikey


"lepass!! biar gue gebukin tuh cewe sialan!" ucap baji mencoba melepas tarikan tangannya pada chifuyu


draken dan mitsuya yang melihat pergeludan baji dan yoi hanya bisa menghela napas panjang. Capek sendiri dengan tingkah baji dan yoi yang selalu tak pernah akur.


Hai semuaa.... hehehe keknya sampe sini dulu yaa ceritanyaa, kalo kalian suka sama cerita yang author buatt tolong kasih author like+komen+vote kalian yaa biar author makin rajin buat lanjutan ceritanyaa.


...✨Domo arigato gozaimasu✨...