
Saat ini mereka semua tengah berada di sebuah resto yang dikelola mantan pesumo atas permintaan yoi dan mantan pesumo itu adalah salah satu teman yoi. Mereka bertemu saat yoi mengembalikan dompet mantan pesumo itu yang terjatuh di supermarket.
Setelah masuk, yoi segera duduk di salah satu tempat yang menurutnya sangat strategis. Para cowok hanya dengan patuh mengikuti yoi. Tak lama kemudyan seorang pelayan dengan seragamnya yang lumayan ketat dan cukup terbuka datang untuk menanyakan pesanan yoi dkk.
"permisi, mau pesan apa?" tanya pelayan itu menatap genit mikey dkk
Sedangkan mikey dkk yang ditatap seperti itu merasa jijik dan risih dengan pelayan itu. yoi yang melihat mikey dkk nampak merasa risih dengan si pelayan segera mengambil tindakan.
"ekhem! pelayan, saya ingin memesan sesuatu dan bisakah kamu menghentikan tingkah lakumu yang tidak enak dipandang itu? apakah kamu ingin menunjukkan bahwa seberapa rendahnya dirimu itu?" sarkas yoi menatap sinis ke si pelayan dengan name tag, yashi
"oh? maafkan saya jika perilaku saya ini mengganggu anda, namun sepertinya yang rendahan adalah anda nona" sinis yashi
"ahh, jadi saya yang rendahan? darimana kamu tau itu? apakah hanya dengan melihat bahwa saya dikerumi dengan para pria ini lalu kamu langsung menyimpulkan bahwa saya ini seorang gadis rendahan, begitu?" tanya yoi tersenyum manis, namun juga terkesan datar dan dingin
Mendadak sekeliling tempat itu terasa sangat mencekam. Nampak yashi mulai sedikit ketakutan dengan pelanggan perempuan di depannya tapi dengan cepat dia menyingkir ketakutan itu dan tetap mempertahankan wajah sinis dan angkuhnya.
"tentu saja, bukankah itu adalah kenyataannya?" sinis yashi
mikey dkk yang mendengar itu merasa tidak terima. Saat mikey akan membantah ucapan yashi, yoi dengan cepat langsung menahannya dan berkata bahwa dia bisa mengatasinya sendiri. yoi berdiri dan mulai menatap tajam serta sinis ke yashi.
"wahhh sepertinya anda sangatlah cerdas hingga bisa menebak bahwa saya adalah gadis rendahan hanya karna saya dikelilingi banyak pria padahal sepertinya bayi saja tahu hanya dengan sekali lihat bahwa para pria ini adalah sahabat²ku" ucap yoi tersenyum sinis
"apa maksudmu itu nona?!! apakah kamu sedang mengatakan bahwa aku adalah orang yang bodoh?!!" tanya yashi emosi
"eh? benarkah? sepertinya tadi saya tidak mengatakan namamu dan kamu sendiri bukan yang menyadari kalau dirimu adalah orang bodoh" ejek yoi
"dasar gadis sialan! kemari kau!" teriak yashi sangat kesal dan mulai menghampiri yoi untuk menjambak rambutnya
Dengan cepat yoi menarik tangan yashi lalu menariknya dan membanting tubuhnya ke lantai.
"arrrghhhh!!!" teriak yashi kesakitan
Para pelanggan disitu terkejut melihat kekuatan yoi yang mampu membanting seorang wanita muda dengan begitu mudah. Tiba² seorang pria datang tergesa - gesa dari arah kantor pemilik restoran.
"ada apa ini?? kenapa kalian ribut di restoran saya hah?!" ucap pria itu sedikit emosi
"sorry bro udah ngerusuh di tempat but kalo pelayan lo ini ga nyari masalah duluan sama gue, yaa mana mau gue bikin rusuh di tempat lo" ucap yoi membuka topinya
"lohh?! yoi?? lo kok ada disini?" tanya pria itu sedikit terkejut
"gue tadinya mau makan² sama temen² gue tapi tiba² pelayan lo datang dan bersikap genit ke temen² gue, bahkan dia juga sempet ngejek gue" jawab yoi santai
"yashi! apa yang udah lo lakuin hah?! kenapa lo gangguin mereka?? dan apa - apaan sama pakaian lo itu?! apa lo udah lupa sama peraturan pelayan di resto ini?!!" tanya pria itu marah
"ma-maaf Tuan..." lirih yashi menundukkan kepalanya
"segera kamu pergi ke belakang dan cuci seluruh piring kotor disana sendirian" tegas pria itu
"ba-baik Tuan" ucap yashi berlalu pergi melakukan perintah orang itu
"sekali lagii sorry bangett yoi... gegara karyawan gue, lo ama temen² lo keganggu makannya" ucap pria itu
"aisshhh daijobu zen, kalo gitu gue ama yang lain bisa pesen sekarang?" tanya yoi
"ohh oke lo mau pesen apa?" tanya balik zen menyiapkan buku catatan dan bolpoin miliknya untuk mencatat pesanan yoi dkk
"emm gue mau chankonabe" jawab yoi
"gue gyudon" sahut draken
"ohh oke" ucap zen mulai mencatat pesanan yoi dan yg lain
Selesai mencatat zen pun pergi ke dapur untuk memberikan cacatan pesanan yoi dkk ke koki.
"oi yoi, lo kok bisa kenal tuh cowok?" tanya baji
"emm gue dulu pernah ngembaliin dompetnya yang ga sengaja jatoh di deket pasar abis itu kita jadi temen deh" jawab yoi santai
"beneran? lo gaada hubungan selain temen kan sama dia?" tanya mikey menatap yoi dengan tatapan menyelidik
"yaudahlah kalo gitu" ucap mikey kembali tenang
Beberapa menit kemudyan pesanan yoi dkk datang dan mereka pun makan bersama.
Malam hari pun tiba, jalanan nampak mulai ramai dengan mobil dan sepeda motor serta beberapa bus yang berlalu lalang. Selesai makan, mereka semua pulang ke rumah masing².
"gue pulang... eh anjir! lo berdua kenapa luka² gini??" tanya yoi sedikit panik lalu menghampiri Haitani bersaudara yang nampak sedang mengobati luka masing²
"ohh ini? gpp kok tadi sempet gelud bentar sama perampok" jawab ran berbohong
"beneran? emang ketemu perampoknya dimana?" tanya yoi mengambil kapas yang ada di tangan ran lalu mulai mengobati tangan ran yang terluka
"ketemu di deket bank. Kita tadi abis dari supermarket yang ada di ujung taman terus tiba² denger suara perampok, yaudah kita berdua langsung menangkap perampok itu dan sempet gelud dikit" sahut rindou ikut berbohong
"hadehh... yaudah ini kalian obatin lukanya sendiri dulu, gue mau bikinin makanan. Kalian pasti belom makan, kan?" tanya yoi
"belom hehehe" jawab Haitani bersaudara kompak
"nahh tuhh kan, yaudah gue bikinin makan dulu yaa" ucap yoi berlalu pergi ke dapur untuk memasak
~•••~
"rindouu rannn, sinii makan dulu" teriak yoi dari arah ruang makan
"iyaa bentar" ucap rindou beranjak berdiri
Mereka berdua pun pergi ke ruang makan. Saat sampai, terlihat yoi yang tengah sibuk menata makan malam untuk Haitani bersauadara. Diam² mereka berdua tersenyum tipis.
"kyaa~ udah cocok banget jadi istri idaman nihh" batin Haitani bersaudara sambil membayangkan masa depan mereka masing² bersama yoi nantinya
yoi menatap jengah ke arah Haitani bersaudara senyam senyum sendiri sambil melamun.
"woiii pada mau makan ga??" sentak yoi yang langsung menyadarkan Haitani bersaudara
"eh? iyaa jadilah" ucap ran segera duduk di tempatnya diikuti rindou di belakangnya
"makan yang banyak biar kenyang, abis tu istirahat biar cepet sembuh" nasehat yoi sambil mencomot salah satu gyoza lalu memakannya
"siap nona!" ucap Haitani bersaudara kompak lalu lanjut makan
~•••~
"hahhh kenyangg~" sahut rindou mengelus perutnya
"yaudah sekarang kalian istirahata biar cepet sembuh" ucap yoi mulai membereskan piring, alat makan, dan gelas kotor lalu membawanya ke tempat cuci piring
"gamauuu, gue pengen nonton film hehehe" ucap ran cengengesan
"film? film apaan?" tanya yoi setelah memasukkan gelas, alat makan, dan piring kotor ke mesing cuci piring
"Insidious Chapter 3" jawab rindou
"emm yaudah ayo nonton" ujar yoi
Mereka bertiga pun menonton Insidious Chapter 3 hingga akhirnya pada ketiduran di ruang santai.
...✨HOLA READERS SEKALIANN✨...
...AUTHOR DISINI CUMA MAU BILANG...
...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H...
...🙏🏻MOHON MAAF LAHIR & BATIN🙏🏻...
Hai semuaa.... hehehe keknya sampe sini dulu yaa ceritanyaa, kalo kalian suka sama cerita yang author buatt tolong kasih author like+komen+vote kalian yaa biar author makin rajin buat lanjutan ceritanyaa.
...✨Domo arigato gozaimasu✨...