
Kepala pelatihan yang melihat kondisi Zaki yang cukup banyak menderita luka, menyarankan agar Zaki beristirahat. Zaki yang memang sudah kelelahan dan kehabisan banyak darah memutuskan untuk
beristirahat.
Zaki: “Baiklah guru, aku akan beristirahat”
Ucap Zaki kepada kepala pelatihan dan berjalan menuju ruang perawatan, namun baru beberapa langkah Zaki jatuh pingsan.
Beberapa saat kemudian.
Eror: “Hei pak tua, aku sudah menyelesaikan latihanku, jadi biarkan aku pergi meninggalkan kerajaan ini, sesuai dengan janjimu dulu”
Para guru hanya menggelengkan kepala mereka melihat keberanian Eror yang berbicara kepada Mahapati dengan tidak sopan.
Mahapati: “Hahaha, kamu tenang saja cucuku, kakekmu yang tua ini tidak pernah melupakan janjinya”
Jawab Mahapati tenang.
Beberapa saat kemudian kepala pelatihan mengumumkan bahwa acara telah berakhir dan Zaki sebagai pemenangnya.
Mahapati: “Karena seleksinya sudah berakhir, aku pamit kepada anda semua, maafkan aku jika ada membuat kesalahan”
Pamit Mahapati sopan kepada para guru akademi militer.
Kepala pelatihan: “Yang mulia sedang bercanda, justru kami yang meminta maaf kepada anda karena tidak menyambut yang mulia dengan baik”
Sementara Eror tanpa berkata apapun langsung pergi begitu saja dan ditemani tatapan tajam semua orang termasuk para guru akademi militer.
Kepala pelatihan memberikan hormat kepada Mahapati dan kedua pangeran dibelakangnya, lalu dia melihat Zaka yang menatap Eror dingin.
Kepala pelatihan: “Aku ucapkan terima kasih kepada anda, karena menolongku dari serangan mematian dari murid durhaka itu”
Ucap kepala pelatihan berterima kasih setelah berada agak dekat dengan Zaka.
Zaka: “Jangan dipikirkan, lagipula tanpa bantuanku anda bisa mengatasinya sendiri”
Jawab Zaka tersenyum dingin dan melihat kearah Eror yang semakin menjauh, namun dihampiri oleh rombongan Mahapati.
Eror: “Ada apa pak tua?”
Tanya Eror ketika dihampiri dan dicegat oleh kelompok Mahapati.
Mahapati: “Eror, ada sebuah gua misterius yang baru kami temukan, dan para pangeran ingin menyelusuri gua itu besok”
Eror: “Jadi?”
Mahapati: “Jadi ada baiknya kamu mengikuti mereka menelusuri gua itu sebelum pergi, karena ada kemungkinan gua itu menyimpan benda-benda yang berguna untukmu nantinya”
Eror: “Makam kuno?”
Gumam Eror dalam hati ketika mendengar penjelasan Mahapati tersebut yang merujuk sebuah makam kuno.
Eror: “Saya tidak bisa menolak keinginan Mahapati, lagipula ini mungkin kontribusiku yang terakhir untuk kerajaan ini”
Jawab Eror tersenyum sopan dan terlihat senang, setidaknya itulah yang dipikirkan Mahapati.
Setelah mendengar jawaban Eror tersebut, Mahapati mengundurkan diri dan berjalan turun, namun dia berhenti karena Zaka terdiam menatap dingin Eror.
Mahapati: “Zaka?”
Beberapa saat berlalu, Zaka yang hanya menatap dingin mulai bergerak menghampiri Eror dengan langkah angkuh.
Zaka: “Eror, aku ingin bertarung denganmu, orang yang sering adikku bicarakan”
Eror: “Kenapa? Apakah aku pernah menyinggung senior?”
Tanya Eror heran dengan Zaka yang melayangkan tantangan kepadanya tanpa sebab yang jelas.
Zaka: “Karena, aku ingin tahu seberapa kuat orang yang dikaguminya”
Egie yang sangat peduli dengan Eror berniat menegur Zaka, namun Ogi menghentikannya karena ini adalah sebuah tantangan dimana yang bersangkutan berhak menerima atau menolak tantangan itu.
Mahapati: “Sudah kuduga akan begini akhirnya, hamdeh”
Gumam Mahapati menghela nafas.
Kepala pelatihan: “Meskipun dia dingin, tapi tetap saja dia adalah seorang kakak laki-laki yang melindungi adik perempuannya”
Gumam kepala pelatihan sambil membelai jenggotnya dan melihat Zaka dengan ekspresi terkejut.
Eror: “Aku tidak tahu wanita ****** itu mengagumiku, tapi aku tidak bisa menolak tantangan senior Zaka”
Jawab Eror setelah diam beberapa saat, hal itu membuat semua orang terkejut, karena Eror berani menyebut Zaki sebagai wanita ****** di depan kakaknya. Disisi lain Zaka sangat marah mendengar Eror merendahkan sang adik.
Zaka: “Itu bagus”
Zaka tak sadar tersenyum tipis dan dingin, lalu dia berbalik dan melihat Mahapati yang hanya tersenyum pahit.
Zaka: “Kuharap guru tidak keberatan, jika aku mengetes kemampuan pangeran pungut ini,”
Ucap Zaka pelan meminta agar Mahapati mengizinkannya untuk bertarung dengan Eror.
Mahapati memberikan izin kepada Zaka dengan mengangguk pasrah, karena dilarangpun Zaka tetap akan bertarung dengan Eror, sesuai dengan aturan tantangan.
Zaka: “Kuharap kamu tidak menahan diri, yang mulia pangeran Eror Khayalki”
Ucap Zaka lembut sambil menangkupkan tangannya tanda menghormati Eror sebagai pangeran ketiga.
Eror melepas sebuah serangan tebasan angin kepada Zaka, tebasan itu dapat Zaka atasi dengan mudahnya. Eror yang berlari mendekat dan menebas dapat ditangkis oleh Zaka dengan santai.
Eror: “Tentu, karena lawanku adalah seorang jenius yang diakui pak tua itu”
Eror dapat menangkisnya, setelah beberapa lama beradu tebasan Zaka dapat melukai Eror, mau tidak mau Eror mundur.
Zaka: “Astra angin: Tebasan angin seribu pedang”
Ucap Zaka pelan melancarakan sebuah tebasan angin yang berjumlah seribu kepada Eror yang sedang mundur dan mengakibatkan Eror tertekan .
Eror terkena beberapa tebasan hingga membuatnya terluka dibeberapa bagian, namun Zaka yang sudah berada di depannya tidak memberikan kesempatan untuk beristirahat dan menendangnya hingga terlempar jauh.
Eror mencoba menghindar dan menjauh dari serangan susulan, namun Zaka dapat melukai Eror menggunakan tebasan astranya anginnya hingga menorehkan tujuh tebasan kepada Eror.
Eror yang mencoba membalas melancarkan serangan tebasan angin yang sangat besar, namun Zaka menangkisnya dengan dinding angin.
Zaka: “Astra angin: Pusaran tornado”
Ucap Zaka dingin dan disaat yang sama Zaka menciptakan dinding angin di belakang Eror. Hasilnya sebuah pusaran angin menghantam Eror hingga terlempar, namun tertahan oleh dinding angin, Eror yang terkena serangan kombo itu termuntah darah.
Saat Eror sadar dari rasa sakit akibat serangan kombo Zaka itu, Eror melihat ada sekitar 10 pedang angin dibelakang Zaka. Dengan lambaian tangan Zaka pedang-pedang itu menuju Eror dengan kecepatan tinggi.
Eror: “Teknik pedang: Harimau pencakar langit”
Ucap Eror berat dan mengayunkan pedangnya kearah serangan Zaka tersebut.
Serangan Eror yang berbentuk harimau menuju 10 pedang angin Zaka, dua serangan itu beradu dan terjadi ledakan energi.
Mahapati: “Teknik ini?”
Gumam Mahapati sambil menurunkan tangannya saat ingin ikut campur untuk menghentikan serangan Zaka. Disisi lain para guru juga mengerti dengan apa yang Eror lakukan.
Egie: “Apakah dia memiliki astra angin?”
Ucap Egie kaget melihat serangan itu dan menganggap bahwa Eror memiliki astra angin.
Mahapati: “Tidak”
Tanggap Mahapati, hal itu membuat Egie bertanya-tanya apa yang kakeknya itu maksud.
Mahapati: “Itu adalah teknik pedang yang memanfaatkan udara, orang-orang menyebutnya dengan teknik pedang angin”
Egie: “Itu berarti sama dengan tebasan angin”
Mahapati: “Betul, tapi bedanya adalah teknik ini tidak memaksa udara, namun mengajak udara untuk bekerja sama dalam membentuk suatu serangan tertentu”
Mahapati: “Jika tebasan angin disebut menciptakan efek serangan angin yang tajam, maka teknik pedang angin adalah reflika dari astra angin”
Mahapati: “Dapat dikatakan teknik Eror ini adalah meniru sedikit kemampuan yang bisa dibentuk oleh pengguna astra angin”
Egie yang mendengar penjelasan kakeknya itu akhirnya mengerti konsep kekuatan yang digunakan Eror.
Mahapati: “Sepertinya selama dua tahun diasingkan, kau sudah menguasai semua kemampuan orang itu, sungguh anak yang berbakat, hahaha”
Gumam Mahapati dalam hati dan kembali duduk rileks.
Setelah ledakan angin dan energi mulai menghilang, ternyata harimau angin ciptaan Eror masih menuju Zaka meskipun dalam bentuk setengah. Zaka menjawabnya dengan tebasan yang diselimuti astra angin miliknya.
Zaka mengalirkan pedangnya dengan angin dan melancarkan serangan tiga tebasan angin sekaligus dan menghantam Eror dengan sangat keras.
Eror: “Teknik pedang: Tekanan pembelah batu”
Serang balik Eror, Zaka menahannya dengan astra anginnya, namun tebasan itu mampu membelah dinding angin dan hampir melukai Zaka jika tidak menghindar.
Zaka: “Astra angin: Tebasan angin seribu pedang”
Eror mencoba menangkis semuanya, namun beberapa tubuhnya terkena serangan itu, Eror yang hendak melancarkan serangan dikejutkan oleh tebasan Zaka di area dadanya.
“Sangat cepat sekali!” gumam beberapa orang yang melihat Zaka sudah berada di depan Eror.
Eror yang tak mau mengalah menangkis dan menghindar beberapa tebasan susulan, namun sebuah tusukan di bahunya membuatnya kesakitan.
Zaka melepas pegangan pedangnya lalu meninju pipi Eror dengan sangat keras dengan tinju berlapis angin membuat Eror terlempar jauh, Zaka menarik kembali pedangnya dengan lambaian tangan kearah tempat pedangnya jatuh.
Zaka: “Kamu memang tidak mengecewakanku”
Ucap Zaka sambil berjalan mendekati Eror yang sudah tak mampu lagi melawan akibat serangan mematikan dari Zaka tadi.
Eror: “Ah, sepertinya aku kalah, hahaha”
Eror mengakui kekalahannya sambil melambaikan tangannya tanda menyerah, hal itu membuat Zaka kecewa, namun dia harus menerimanya walau tidak suka.
Zaka langsung meminta maaf kepada Mahapati yang sudah berada didepannya dengan senyum ramah, namun Mahapati malah mengusap kepalanya dan mengatakan bahwa Zaka sudah melampaui ekspektasinya.
Pertarungan itu berakhir dengan kemenangan telak Zaka atas Eror yang terluka cukup parah akibat pertarungan mereka.
“Padahal dia seumuran dengan kita, tapi dia mampu mengalahkan Eror salah satu murid terbaik akademi tanpa terluka sedikitpun”
“Dia sungguh hebat”
“Keren”
“Dia memang pantas menjadi murid Mahapati, membuat iri saja”
“Meski aku benci, tapi aku akui Eror bukan orang biasa, aku cukup terkejut dengan kekalahan telaknya”
Bisik-bisik para murid akademi militer terkagum-kagum dengan pencapaian Zaka yang mampu mengalahkan Eror yang notabenenya sebagai salah satu murid terbaik akademi tanpa mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Eror: “Pak tua, sepertinya kamu mendapatkan murid yang baik kali ini”
Ucap Eror tersenyum pahit sambil memandang wajah dingin Zaka saat Mahapati mengunjunginya, Eror mencoba berdiri untuk menyambut kedatangan Mahapati.