They Must Be There

They Must Be There
#9 Gundul Pringis



setelah kejadian itu Raphael dibawa ke kantor polisi keluarga milik Riana pun juga sudah mengikhlaskan kejadian yang menimpa mereka


hari ini teman Aiko Sasa,Vally,Anggri dan Shafa menginap di rumah milik Aiko ia tinggal sendiri dan ia juga menafkahi hidup nya sendiri ia memiliki sebuah Toko Cafe yang cukup ramai di kunjungi


saat Mereka masuk Rumah Aiko mereka sangat kagum dari luar terlihat sederhana bertingkat 2 tetapi saat masuk ruangannya begitu luas pendingin ruangan juga terpasang membuat suasana sejuk


lalu mereka melihat seorang gadis cantik dengan warna mata biru kelam keluar menggunakan celana panjang berwarna Putih dan kaos lengan panjang berwarna hitam


S


K


I


P


Mereka sedang bersantai di ruang tengah milik Aiko menonton televisi Aiko duduk bersandar di sofa bersama Shafa dan Vally, Sasa,serta Anggri duduk di karpet bulu suasana hening sampai Shafa mulai angkat bicara


"eh...Aiko aku dengar dengar katanya di daerah sini sedang ramai rumor beredar tentang Gundul Pringis itu?apakah itu benar?"kata Shafa


"Gundul Pringis?apa itu?"kata Vally yang mulai menegakkan duduknya yang hanya di balas gendikan bahu oleh Shafa atensi semua nya beralih ke Aiko


"hiiiy...apa kamu pernah melihat nya? Aiko?"tanya Anggri


"pernah...tidak cuma disini di sekolah aku sering melihat terutama di ruang alat Olahraga biasanya aku membiarkan saja dia sering mengganggu siswa siswi di sana tetapi dia tidak pernah menggangu ku...jadi kubiarkan saja selama tidak memakan korban"kata Aiko


"kami tidak akan dekat dekat Ruang alat olahraga!!!"Tegas mereka ber-4 yang membuat Aiko terkekeh ia masih ingat saat hantu gundul Pringis itu menampakkan dirinya


***Flashback On**


**saat itu Aiko kecil sedang mencuci bajunya bersama dengan nenek nya dahulu mesin cuci belum ada sekitar tahun 2000-an dan saat Aiko SMA itu tahun 2015 ia lahir di tahun 1996 saat itu ia dan nenek nya sedang menjemur pakaian di lapangan dekat rumahnya dahulu


Waktu sudah sore ia dan neneknya ingin mengangkat jemuran nya ia membantu nenek nya mengangkat jemuran nya di sana juga terdapat pohon kelapa neneknya sering berpesan untuk tidak mendekati pohon kelapa itu tetapi yang namanya anak kecil ya susah di bilangin


saat itu ia mendengar ada benda jatuh di sekitar pohon kelapa itu Aiko langsung berlari mendekati itu ia lalu melihat ada Kelapa jatuh ia langsung mengambil nya tetapi makin lama makin berat saat ia menengok kelapa itu berubah menjadi kepala yang sedang tersenyum meringis ke arahnya refleks Aiko membuang Kepala itu lalu menangis dan berlari ke arah nenek nya tetapi malah di kejar oleh hantu itu


saat sampai di depan neneknya ia langsung memeluk neneknya itu ia menangis di pelukan neneknya neneknya dan kakeknya termasuk sesepuh di sana dan cukup di takuti oleh kaum gaib hantu itu pun langsung menghilang


**Flashback off***