They Must Be There

They Must Be There
VIII Guna Guna 3_End



Hari ini adalah hari libur Aiko memutuskan untuk mencari tahu tentang kejadian yang menimpa Riana dan Vallyra karena jika dibiarkan akan berbahaya ia pergi ke sekolah tetapi ia melihat ada pak satpam yang berjaga lalu ia permisi ke pak satpam dengan alasan ada barang yang ketinggalan


"Riana..."panggil Aiko kepada Riana lalu ia pun muncul dengan senyum tipis walaupun kulitnya pucat membuatnya sedikit menyeramkan


Ada yang bisa ku bantu?Aiko....


pertama kalinya Riana memanggilnya dengan namanya Aiko tersenyum lalu mengangguk ia meminta Riana untuk membuat orang di sekolah ini tertidur lalu Riana pun menyanggupi nya


Aiko tahu bahwa di sekolah ini terdapat 5 CCTV di kantin, Taman belakang, depan toilet, Depan ruang guru dan yang terakhir di dalam perpustakaan


Aiko mulai ke ruang untuk melihat rekaman CCTV nya ia juga sudah meminta tolong Riana untuk mematikan seluruh CCTV nya


Aiko membuka CCTV yang ditanggalkan Minggu lalu ia melihat peristiwa tersebut ia mengirimkan rekaman tersebut ke Handphone nya ia lalu langsung bergegas keluar setelah meminta Riana menghilangkan sihirnya pak satpam pun terbangun dengan kebingungan karena ia tiba tiba tertidur pulas tetapi tidak tahu mengapa tiba tiba mengantuk Aiko lalu permisi setelah memperlihatkan buku nya yang ketinggalan Aiko sengaja meninggalkan bukunya agar ia memiliki alasan untuk diperbolehkan masuk ke sekolah nya tersebut


Aiko mengirim pesan ke Shafa untuk memintanya dan yang lain berkumpul di rumah Aiko Aiko memberikan alamat rumahnya Shafa kemarin saat di perpustakaan


***


mereka sudah melihat Rekaman CCTV tersebut sangat tercengang dan ingin melaporkan ke polisi tetapi tiba tiba angin di sekitar ruangan itu berhembus kencang pintu dan jendela tertutup dibanting keras


lalu keluarlah sesosok makhluk berbadan besar berbulu lebat memiliki 2 taring matanya merah menyala seperti darah


AAAARRRGGGGHHH!!!!!


"Alfi ,Chandra ,Vannesa ,Shafa ,Vallyra dan Rangga bisa kah kalian tutup mata kalian...?"tanya Aiko yang mendapat anggukan dari mereka lalu mereka pun menutup mata mereka


lalu Aiko berbalik ke arah makhluk tersebut ia mengangkat tangannya lalu ia membaca mantra ia dulu diajarkan kakeknya lalu seketika telapak tangannya mengeluarkan Rantai berwarna putih terang lalu mengikat makhluk tersebut Makhluk tersebut mengerang kesakitan minta dilepas sampai akhirnya makhluk itu hancur berkeping keping


"Sekarang kalian boleh buka mata kalian...."Kata Aiko kepada mereka lalu mereka mereka pun tersenyum kepada Aiko mereka melihat Makhluk tersebut sudah tidak ada lagi


lalu tiba tiba mereka melihat seorang gadis cantik dengan wajah pucat muncul di depan Aiko


Terima kasih Aiko....Sekarang tunggal satu hal lagi


Aiko tersenyum lalu mengangguk


***


Aiko meminta kepala sekolah dan Beberapa guru lainnya serta Raphael untuk berkumpul di ruang kepala sekolah ia juga sudah membawa beberapa polisi


"Ada apa nak Aiko?mengapa kamu meminta kami berkumpul dan....mengapa ada polisi di sini?"tanya seorang guru Aiko menatap


"Bu...ibu ingat kasus tentang gadis hilang 1 Minggu yang lalu?"tanya Aiko seketika wajah Raphael pucat pasi guru guru mengangguk


"sebelum itu saya meminta maaf karena menerobos ruang Vidio CCTV sekolah saya ingin membuktikan bahwa yang bersalah adalah Raphael karena ia adalah dalang dalam pembunuhan siswa tersebut"jelas Aiko agar mereka lebih percaya Aiko meminta Riana untuk menyentuh bahu nya dan munculah Riana ia menceritakan semuanya dan Raphael pun menyesal seketika sembari berlutut