
Untuk hadiah utama perlombaan ini sangat lah istimewa,pemenangnya mendapatkan kristal ajaib untuk kultivasi,pil obat ajaib tingkat lima kualitas terbaik dan dapat mengajukan satu permintaan kepada yang mulia kaisar tergantung siapa yang memenangkannya.
Saat ini Li mu yan mendapat kan juara pertama maka dia bisa meminta satu permintaan kepada yang mulia kaisar.
Setelah perlombaan selesai Li mu yan mendapat kan dekrit kekaisaran yang menyatakan bahwa dia mendapat kan gelar kehormatan sebagai putri Alkemis.
Kediaman perdana menteri
"dekrit kekaisaran tiba perintahkan Li mu yan untuk menerimanya"ujar Kasim Lu utusan yang mulia kaisar
Li mu yan pun hormat dan menerima dekrit kekaisaran tersebut.
"Dengan dekrit kekaisaran ini aku sebagai kaisar kerajaan dinasti shang memberikan hadiah berupa emas dan perak serta memberikan gelar kehormatan Li mu yan saat ini di beri gelar sebagai putri alkemis di perintahkan kepada Li mu yan untuk menerima dekrit kekaisaran"ujar kasim Lu memberi perintah
"Hamba Li mu yan menerima gelar dan dekrit kekaisaran"ujar Li mu yan sambil duduk dan menerima dekrit kekaisaran.
setelah itu kabar pun menyebar mengenai putri perdana menteri li jiang menerima gelar kehormatan dari yang mulia kaisar.
Orang orang pun mulai berbondong bondong datang dan membawa berbagai hadiah ke kediaman perdana menteri Li jiang.
orang yang datang ke kediaman itu sangat banyak dari pejabat pemerintahan,bangsawan,orang orang ternama bahkan orang biasa,hadiah yang tak terhitung jumlahnya.
orang orang tentunya ingin membuat kesan baik kepada putri alkemis.
Bahkan banyak sekali undangan untuk masuk ke berbagai perguruan terkenal dan ternama berdatangan untuk Li mu yan
Tentu saja Li jiang sangat senang dengan situasi itu dia bersikap arogan dan licik dia ingin memperalat Li mu yan untuk menambah koneksi nya agar pangkat nya di naikan.
Namun di sisi lain Li mu yan malah mengurung dirinya di kamar sudah satu minggu berlalu,dia sudah memutuskan ingin belajar kultifasi dan menjadi ahli bela diri
...----------------...
kediaman Li mu yan.
Braak,suara pintu di buka oleh Li mu yan,saat Li mu yan keluar dari kamarnya dia langsung berlari dan menemui ibunya dia memulainya.
"bu,apa ibu senang berada di sini"ujar Li mu yan
"kenapa kau bertanya itu tiba tiba ye er" ujar Li hua
"ibu tinggal menjawabnya saja" desak Li mu yan
"ibu tidak tahu,selama ye er senang dan kau baik baik saja ibu juga senang" ujar Li hua.
"berarti selama ibu bersama ku ibu akan senang,baik itu sudah cukup,ini minum lah bu"ujar Li mu yan sambil memberikan pil obat ajaib kepada Li hua
"apa ini?"ujar Li hua
"itu pil ajaib agar ibu tidak sakit lagi"ujar Li mu yan.
Li hua pun kemudian meminum pil ajaib itu,keesokan harinya Li mu yan membawakan pakaian baru untuk ibunya,saatnya Li hua wanita cantik dulu itu kembali bersinar.
Saat Li hua bangun keesokan harinya setelah memakan pil ajaib dari Li mu yan,dia merasa tubuhnya sangat sehat dan berenergi namun alangkah terkejutnya Li hua saat melihat dirinya di bayangan air saat hendak mandi,kulitnya sangat putih dan bersinar dia pangling melihat bayangannya.
"ye er pil apa itu yang kau berikan ibu merasa sangat sehat dan lihat ibu sekarang"ujar Li hua tersipu.
"ibu memang sudah cantik seperti itu dari awal tapi ibu terpaksa berpenampilan sederhana gara gara laki laki itu"ujar Li mu yan
Li hua dulunya adalah wanita yang kecantikannya sangat terkenal di kota kerajaan setiap orang yang melihatnya pasti terpesona,namun setelah dia tinggal di desa terpelosok dia mulai menyesuaikan diri dengan keadaan dan berpakaian sederhana sampai kecantikannya lambat laun tertutup.
Li mu yan mengatakan bahwa dia ingin keluar dari kediaman perdana menteri dia ingin hidup damai dan tenang bersama ibunya,awalnya Li hua menolaknya namun Li mu yan terus membujuk ibunya dan dia pun menyetujui nya.
Li mu yan pun mengajak ibunya untuk menemui Li jiang,namun saat dia sampai di aula utama dia di sambut dengan sangat baik dan ramah oleh Li jiang tentu saja Li mu yan sudah menebak perilaku nya yang berubah itu
Aula utama kediaman perdana menteri
"oh,putri ku Li mu yan kamu sudah sampai di sini,katanya kamu ingin bertemu dengan ayah"ujar Li jiang sambil tersenyum lebar,sangat kelihatan akhir akhir ini dia sangat bahagia.
"Ah,istri ku Li hua kamu sangat berbeda hari ini kami sangat cantik"ujar Li jiang sambil mendekati Li hua dan hendak memegang tangan nya
"kamu sangat berbeda tuan Li jiang,bahkan kamu menyambut kami dengan senyum yang selebar itu biasanya kamu sangat muram saat bertemu dengan kami"ejek Li mu yan sambil menarik ibunya agar menjauh dari ibunya.
"jangan bicara seperti itu putri ku,saat ku keadaan nya berbeda"ujar Li jiang
"Yah berbeda dan saat ini itu juga akan berbeda,aku tidak akan basa basi lagi dengan mu aku dan ibu sudah memutuskan akan keluar dari kediaman ini"ujar Li mu yan
"keluar..apa maksud mu keluar?"ujar Li jiang kaget
"mulai sekarang kita tidak akan tinggal di sini lagi"ujar Li mu yan singkat
"tapi kenapa"kata Li jiang takut
("bagaimana ini kalau Li mu yan pergi rencana ku untuk naik pangkat akan sia sia ini tidak boleh di biarkan"kata li jiang dalam hati)
"heh,kamu bilang kenapa sudah aku katakan padamu saat pertama kita bertemu,kamu akan membayar semua yang telah kamu lakukan pada aku dan ibu.
kamu harus membayar tentang penghinaan,tangisan dan kesusahan yang ibu rasakan"ujar Li mu yan marah
"bukannya itu sudah berlalu,ayah minta maaf pada kalian ayah tahu salah,bukannya saat ini waktunya kamu membayar jasa ayah mu yang telah merawat mu!"ujar Li jiang dengan raut wajah yang tamak itu.
"ayah? jasa?,kamu dengan tidak tahu malunya mengatakan itu kamu lupa bagai mana kamu ingin membunuh ku dan ibu di desa itu,kamu lupa bagaiman memperlakukan ibu saat kembali ke sini dan sekarang kamu bilang jasa?,sungguh pria yang sangat tidak tahu malu"ujar Li mu yan
"kamu..kamu sudah tahu semuanya"ujar Li jiang takut
"Huh,dan satu lagi hadiah hadiah yang sudah kamu kumpul kan itu aku tidak menginginkannya anggap aku bersedekah pada mu"ujar Li mu yan.
"bagai mana kamu bisa berkata seperti itu pada ayah mu"ujar li jiang gemetar.
"Dan aku hanya akan mengatakan nya satu kali,aku dan ibu bukan anggota keluarga Li lagi,dan tentu saja hadiah besar yang aku siapkan akan ku kirimkan setelah ini"ujar Li mu yan
Setelah itu Li mu yan dan ibunya meninggalkan kediaman perdana menteri Li jiang.
Li mu yan mengajak ibunya untuk pergi ke istana kekaisaran dia ke sana untuk mengatakan satu permintaan yang harus di kabulkan oleh yang mulia kaisar.