The World'S Best Doctor

The World'S Best Doctor
Bab 10



Orang orang pun mulai berkumpul di tempat itu perselisihan antara saudara dan berakhir perlombaan mungkin menyenangkan bagi mereka?,tapi yang mendominasi di permainan ini hanya satu orang saja dan dia selalu mendominasi gadis muda cantik anggun dan berbakat.


"Baiklah karena kak mu yan menginginkan aku yang pertama aku akan membuat syair tentang MUSIM GUGUR,ujar Li jia mei percaya diri.


Li jia mei pun mulai membacakan syair puisi yang di buatnya tentu saja dia di puji dan di kagumi oleh semua orang karena dia selalu membuat orang kagum dengan syair syair yang di buatnya.


Bunga Bunga Yang Berguguran.


Usai musim gugur, kota hanya menyisakan


perbukitan dan sungai-sungai.


Di musim semi, jalan-jalan akan dihijaukan


oleh rerumputan dan pepohonan.


Dukacita berkepanjangan, bunga sedu-sedan.


Burung terperanjat, hatiku mencemaskan perpisahan.


Api mercusuar berkobar selama tiga bulan.


Surat dari rumah seharga sepuluh ribu keping emas.


Aku garuk sedikit uban di kepala, betapa


sia-sia mencoba melindunginya dengan konde.


"Wah sungguh syair yang tulus dan menyayat hati"ujar Ming na.


"yah itu syair yang sangat sedih dan indah"ujar seseorang di kerumunan itu.


"Syair yang indah adik aku sungguh terharu,baik lah karena adik sudah membuat syairnya aku akan membuat syair ku"ujar Li mu yan dengan anggun.


Li mu yan pun mulai membaca syairnya,syair yang indah seakan terus bergema di tempat itu orang orang terbelalak dengan mendengar kata demi kata baris demi baris syair itu,yah Li mu yan dia selalu mendominasi di mana pun dia berada.


MATA AIR


Bulan ketiga, dan persik bermekaran


mereka mengapung di atas ombak sungai.


Aliran memulihkan jejak lamanya,


dan saat fajar membanjiri batas pantai.


Hijau zamrud berkilau di depan gerbang cabang,


sementara saya memperbaiki rigging saya


Dan aku menjatuhkan umpan beraroma


Saya mengikat tabung bambu untuk menyirami taman.


Burung yang datang terbang sudah banyak sekali


dan dalam keriuhan yang bising mereka memperdebatkan kamar mandi.


"Kalau adik kurang menyukai syair ku aku akan membuat BEBERAPA lagi untuk adik"ujar Li mu yan sambil membuat beberapa syair lagi.


BUNG-BUNGA YANG BERGUGURAN


Tetamu meninggalkan paviliun yang menjulang


Di taman yang kecil bunga-bunga mengitari


Sepanjang jalan yang berkelok daun-daun bunga rebah


Tak kuasa aku tuk menyapu daun-daun bunga itu


Dari mataku, musim semi pun akan bergegas enyah


Aku berduka atas kepergiannya, hasrat hati sirna selamanya


Tak ada yang tertinggal selain jubah yang ternoda air mata.


Tentu saja bagi Li mu yan syair puisi itu mudah baginya untuk seorang yang berasal dari zaman moderen di buku buku syair Tiongkok banyak syair syair karya sastrawan terkenal zaman kuno seperti Du Fu,dan Li Shang-Yin dia hanya membaca beberapa syair yang di hafal nya.


Saat Li mu yan selesai membaca syair nya situasi yang aneh bagi Li mu yan semua orang menatapnya tanpa berkata apapun membuat suasana yang sunyi tiupan angin yang menjatuhkan kelopak kelopak bunga pir yang bermekaran terhembus kepada Li mu yan ngin yang kencang membuat rambut panjang nya berhembus juga sangat cantik.


orang orang yang tadinya menghina dan mengejek Li mu yan semua terpesona oleh kecantikan dan bakatnya yang mana sebelumnya nama Li mu yan bahkan nyaris tidak terdengar dan tertutup oleh nama adik adiknya namun sekarang Li mu yan malah menutup nama nama gadis berbakat itu.


Mulai sekarang nama Li mu yan akan selalu di sebut sebut sebagai gadis yang mengagumkan di kota kerajaan


"Ba..bagaimana bisa dia membuat syair puisi yang begitu indah seperti itu?"ujar Li jia mei sangat terkejut.


"kakak ke dua jangan bicara terlalu keras orang orang akan dengar dan mengejek kakak,ini salah Li mu yan dia membuat kakak ke dua di permalukan seperti ini"ujar Yu jia li sambil menenangkan Li jia mei.


"kak mu yan sangat berbakat adik sangat kagum"ujar Li jia mei,sambil memaksa tersenyum.


"Lihat saja Li mu yan aku akan membalas penghinaan ini berkali kali lipat"dalam hati Li jia mei


"Ternyata Nona Li sangat berbakat dan pandai membuat syair luar biasa"ujar Guang cheng sambil tersenyum pada Li mu yan.


"Li mu yan tidak berani menerima pujian tuan muda Guang"ujar li mu yan tersenyum sopan.


Orang orang disitu pun mulai berbincang dan mengobrol sambil menantikan kehadiran permaisuri sebagai tuan rumah acara perjamuan ini.


"Oh Yeer kau sudah sampai ternyata aku sangat bosan di sini sendirian bagaimana kalau kau menemaniku berjalan jalan menikmati bunga?"ujar Shen qianfan sambil berjalan menuju Li mu yan


"Ahh yah?"ujar Li mu yan bingung kenapa Shen qiafan memanggilnya seperti itu.


(Di zaman kuno hanya keluarga dekat dan suami yang bisa memanggil seseorang dengan nama langsung)


"siapa ini yang bersama mu yeer ?"ujar Shen qianfan sambil melihat ke arah Guang cheng sambil menatap dengan tajam.


"ini...tuan muda Guang"ujar Li mu yan sambil memperkenalkan mereka berdua.


"Hamba bertemu dengan pangeran ke empat"sambil memberi salam.


"hem baik"ujar Shen qianfan ketus


"Yeer mari kita jalan jalan di sini!"ujar Shen qianfan


"Baik"ujar Li mu yan.


Orang orang di sana mulai berbisik bahkan pangeran ke empat Shen qianfan yang dijuluki Raja perang yang di kabarkan begitu dingin menyapa Li mu yan sambil tersenyum di tambah dia memanggil Li mu yan dengan sangat akrab bahkan tidak menggunakan bahasa formal,orang orang di sana tambah kagum dan mulai menghormati Li mu yan tentu saja ada orang yang marah dan kesal dan ada orang yang cemburu namun tidak bisa berbuat sembarangan.


"Menarik"ujar seorang pria tampan yang auranya sangat kuat dan berkarisma yang menonton pertunjukan itu dari kejauhan.


*Ada aroma aroma karakter baru ni gays.


Li mu yan pun pergi dengan Shen qianfan.


"Kenapa kau bisa kenal dengan Guang cheng itu"ujar Shen qianfan ketus


"aku menolong seorang kakek tua yang kondisinya kurang sehat di malam festival lampion waktu itu dan Guang chen adalah cucu kakek itu"ujar Li ku yan spontan menjelaskan.


(Di sini li mu yan merasa aneh kenapa dia harus menjelaskannya)


Mereka pun mengobrol dengan akrab dan santai sambil menikmati bunga dan mereka mengobrol tanpa menggunakan kata kata formal tentunya.


(Di zaman dulu semua orang harus menggunakan kata kata formal pada keluarga kerajaan dan keluarga bangsawan,mereka juga harus berbicara formal pada orang yang baru mereka temui dan tidak akrab)..