
*5 hari kemudian* di rumah Liam...
“hari demi hari telah aku lewati. Tetapi, aku masih tidak mampu untuk mengendalikan diri sebagai Werewolf. Aku harus lebih menyelidiki tentang Werewolf yang telah menggigitku dulu, agar aku bisa untuk mengendalikan diriku ini” kata Liam dalam hati “liam! Liam! Di luar ada temenmu” teriak ibu dari dapur “ya Bu..” jawab Liam. Dia pun keluar kamar dan menuju halaman rumah.
Setelah sampai... “elix, ada apa?” tanya Liam “liam kamu masukan ikut dengan ku?” tanya elix “kemana?” tanya Liam “bang Roy ingin mencari tahu lebih dalam lagi tentang Werewolf yang telah merubahmu” kata elix “hah. Kebutalan sekali, aku juga penasaran akan hal itu. Tunggu sebentar, aku izin dulu ke ibu” kata Liam. Dia pun masuk ke dalam rumah dan bersiap.
Di markas Roy...“akhirnya kamu datang juga Liam. Aku udah gak sabar untuk mencari informasi tentang Werewolf yang telah menggigitmu” kata Roy “emangnya kita mau mencari atau menyelidiki gimana?” tanya Liam “ Liam, Werewolf itu terdiri dari 5 golongan. Yaitu the Ruby Werewolf, the vady Werewolf, the Moonlight Werewolf, the frost Werewolf, dan yg terakhir juga paling kuat the white/sun Werewolf...” kata elix
“tunggu apa yang membuat mereka berbeda? Karena pada umumnya mereka sama-sama para Werewolf.” kata Liam “ pertanyaan yang bagus. Yang membuat mereka berbeda yaitu kemampuan,tempat tinggal,dan budaya mereka.” kata seseorang “the Ruby Werewolf tinggal di daerah dataran tinggi yang gelap, kemampuan mereka yaitu dapat untuk mengendalikan bayangan sekaligus membuat sesuatu dengan bayang, mereka percaya bahwa setiap tahun mereka wajib mencuri 10 bayangan manusia normal untuk di jadikan persembahan kepada para dewa.” kata kembarannya “siapa mereka berdua?” tanya Liam “mereka adalah sepupuku,namanya Wafa dan wafi. mereka anak kembar yang menjadi Werewolf” kata elix “oh... Terus bagaimana dengan golongan yg lain?” tanya Liam
“the vady Werewolf tinggal di dataran rendah,tepatnya di pesisiran pantai yg terbengkala,kemampuan mereka yakni dapat mengendalikan air dan bernafas di air, mereka akan menumbalkan manusia normal yang merusak ekosistem atau keindahan laut kepada para dewa.” kata Wafa “ the Moonlight Werewolf tinggal di tengah² hutan, kemampuan mereka ada di bidang stronge dan mampu telepati satu sama lain, golongan ini adalah golongan Werewolf pada umumnya yang sering di jadikan cerita² para masyarakat” kata wafi “the frost Werewolf tinggal di daerah kutub-kutub atau tempat dingin lainnya, kemampuan mereka yakni mampu merubah apapun menjadi beku semau mereka dan mereka akan sangat kebal terhadapat hawa dingin. Konon katanya, jika ada the frost Werewolf baru dia harus di kubur badannya,kakinya,dan tangannya dengan serpihan salju atau es yang mencapai -100 c°” kata elix “dan yang terakhir the white/sun Werewolf. Mereka tinggal dimana saja sesuka hati mereka, kemampuan mereka yakni dapat mengendalikan seluruh kemampuan yang ada pada golongan lain dan dapat mengeluarkan cahaya yang mengandung semangat/tenaga yang sangat kuat bahkan cahaya itu dapat di berikan kepada orang lain,namun sayangnya golongan ini telah punah 5 tahun yang lalu, padahal golongan ini adalah alpha dari semua golongan werewolf.” kata Roy
“lalu, bagaimana cara aku mengetahui apa jenis golongan diriku?terus,emang kalian dari golongan apa?” tanya Liam “ aku dari golongan the Moonlight Werewolf, Wafa dan wafi dari golongan the vady Werewolf” kata elix “cara mengetahuinya adalah dirimu harus sering-sering berlatih, dengan begitu kemampuan dirimu akan terlihat dengan sendirinya nanti” kata Wafa “kamu juga harus bersiap untuk menghadapi bulan purnama 5 hari lagi, karena seluruh golongan Werewolf akan sangat liar dan tak bisa dikendalikan saat bulan purnama berlangsung. Kecuali golongan the white/sun Werewolf” kata wafi “aku akan mempersiapkan diri nanti” kata Liam
*5 hari kemudian* di sekolah... “liam!” teriak elix “ada apa?” tanya Liam “malam ini adalah bulan purnama, kamu harus ikut aku selepas pulang sekolah. Bang Roy juga telah membuatkan rantai untuk menahan diri kita kabur dan memangsa orang” kata elix “aku mengerti, tapi aku masih belum menemukan apa golongan yang telah menggigitku” kata Liam “itu tak penting, kita harus melewati bulan purnama ini dulu. Baru setelahnya kita lanjut selidiki” kata elix “baik, kita ketemuan di alun-alun kota nanti” kata Liam. Mereka pun berpisah....
Di markas Roy... Sekarang pasangkan rantai- rantai itu ke tangan, kaki dan leher kalian.” kata Roy. Liam,Wafa,wafi, dan elix pun melakukannya... “ah! Kenapa ini? Kenapa tiba-tiba aku jadi lemas?” tanya Liam “ tentu saja, rantai itu aku buat dari campuran saripati dan abu gunung” kata Roy “emang apa hubungannya?” Tanya Liam “seluruh bangsa Werewolf pasti tidak akan bisa untuk memegang abu gunung, bahkan jika abu gunung di taburkan di sekeliling kita. Tak akan bisa melewatinya dengan cara apapun, kecuali oleh the true white alpha” kata Wafa
“kalian bersiaplah, 7 menit lagi purnama akan bersinar” kata roy
“ahhh... Sepertinya udah di mulai... Aaarrrrggghhhh!!!” teriak elix. “Arrggghhhh!!!” teriak Wafa,wafi dan Liam “aku harus bisa melawan mereka jika mereka terlepas...” kata Roy. Di bawah bulan purnama elix,Wafa,wafi, dan Liam pun terus-menerus menjadi agresif. Mereka mulai berusaha untuk melepaskan rantai-rantai yg ada pada mereka...
Seketika...“ccrraazz” rantai yang mengikat wafi pun putus “hah?! Sudahku duga ini pasti terjadi... Aaarrrrggghhhh!!” teriak Roy “Aaarrrrggghhhh” teriak wafi. Dia pun langsung menerkam Roy. Mereka pun bertarung “wafi!!! Sadarlah!!!” teriak Roy. Namun, wafi tetap menyerang Roy tanpa berhenti “aku gak bisa gini terus...tenaganya lebih besar jika bulan purnama” kata Roy. “hah?! Kenapa aku berubah menjadi Werewolf? Gawat! Bang Roy!!” kata Liam yang tersadar “hah?! Liam? Kamu udah sadar.” tanya roy “awas bang Roy!!!!” teriak Liam “hah?! Aarrrggghhhh!!!” teriak bang Roy “bang Roy!!! Aaarrrggghhh” teriak Liam. Dia pun berhasil menghancurkan rantainya.
Tanpa pikir panjang dia pun melempar wafi ke tembok sehingga temboknya pun hancur...
“arrgghh!!” teriak wafi yang hendak menyerang Liam “BERHENTIIIIIII!!!!!!AAAAARRRRRGGGGGHH” teriak Liam. Seketika matanya pun memerah dalam beberapa detik kemudian kembali menjadi orange. Yang lain pun tersadar karena teriakan dari Liam...
<Bersambung>.......