
2 Agustus 2000...
Di Subuah hutan, “ ibu,ayah. Kalian yakin kita akan berkemah di hutan ini?” tanya Liam kecil.“haha.. Liam takut? Liam tenang saja ya, ayah dan ibukan ada bersamamu” kata abunya.“ kalo ada binatang buas gimana?” tanya Liam kecil “kalo ada binatang buas, nanti ayah yang menyerang mereka...” kata ayanya. “udah sekarang bantuin ibu dan ayah menyiap tenda dan api unggun ya..”kata ibunya “ siap Bu...” kata Liam kecil
*Saat malam hari*
“auuuuuuu” suara Auman serigala “ayah?....”kata Liam kecil “ kamu tenang saja,ada ayah disini. Bu, kamu jaga anak kita.jangan ada yang keluar tenda.” kata ayahnya, dia pun keluar tenda dan melawan para serigala itu. “bu, gimana kalo ayah terluka?” tanya Liam kecil “ayahmu orang yang kuat, percayalah padanya.” kata Liam.
“pergi kalian, jangan ganggu keluargaku!!” kata ayah Liam “roger, apakah kamu lupa perjanjian kita dahulu?..” tanya sang alpha Werewolf. “aku tidak akan melupakan perjanjian yang telah aku lakukan, tapi sekarang bukan waktu yang tepat” kata Roger(ayah Liam) “kamu mau nunggu apa lagi? Sudah jelas, bahwa kita sepakat. Dulu jika aku membebaskan mu maka kamu akan menumbalkan anakmu itu...” kata alpha Werewolf. Seketika, alpha Werewolf itu masuk ke tenda Liam dan membawa Liam ke dalam hutan.. “ayah!!!!! Ibu!!!!!” teriak Liam “ Liam!!!!!” teriak ayah dan ibunya “ ibu pergi dari hutan ini, aku akan mengejar liam” kata Roger. Mereka pun berpisah...
*Keesokan harinya*
“hah?!... Aku dimana?” tanya Liam “ah! Aku harus bisa bangkit. Tanganku... Kenapa ada bekas gigitan serigala. Aku pergi dari hutan ini.” kata Liam kecil. Dia pun berjalan perlahan demi perlahan keluar dari hutan...
Sesampainya di perumahan...“ kamu harus bisa Liam. Bentar lagi sampai...” kata Liam kecil sambil mengesot. “hah?! Kamu Liam kan. Apa yang terjadi pada dirimu? Ayo aku bantu, ibumu sangat kawatir dengan dirimu.” kata seseorang “kamu siapa?” tanya Liam kecil “aku elix. Ayo aku bantu” kata orang itu “iya, makasih” kata Liam kecil. Merekapun pergi menuju rumah Liam.
*17 tahun kemudian...*
*Keesokan harinya* di alun-alun kota...
“elix, maaf agak terlambat. Aku bantu ibuku dulu tadi” kata Liam “enggak kok tenang aja. Ayo kita berangkat, yang lain sudah menunggu di lokasi camping” kata elix “iya, ayo” kata Liam. Mereka pun berangkat...
Setelah sampai... “elix, k-kamu yakin kita camping disini?” tanya Liam “ tentu, emangnya kenapa?” tanya elix “tempat ini adalah tempat camping duluku, Disini lah aku terpisah dengan keluargaku.” kata Liam “kamu gak perlu kawatir. Lawanlah rasa takut dan teraumamu, ketakutan hanya akan membuat dirimu stress dan menyesal nantinya. Tenangkan lah dirimu. Hai aku roy” kata Roy “liam kenalin dia adalah abangku” kata elix “hai aku Liam. Terimakasih nasehatnya” kata Liam “ayo, kita bantu-bantu yang lain untuk mempersiapkan api unggun” kata elix “iya” kata Liam...
*Malam hari*... “indah ya langit malam hari ini. Bintang-bintangnya bersinar terangi langit yang gelap gulita.” kata elix. Tiba-tiba.... “arrrggghhhh...auuuuuuu” lolongan serigala “hah?!” kata yang lain “semuanya jangan panik, masuk ke dalam tenda dengan segera”kata Roy “tapi bang...” kata elix “masuklah elix! Bawa temenmu itu!” kata Roy.ketika elix dan Liam ingin masuk ke tenda, ada Werewolf yang mencegak mereka.
“gimana nih....” kata elix “hahahaha...kalian mau kemana mangsaku...” kata Werewolf itu
“ahh....” kata Liam “hey, kamu kenapa Liam?” tanya elix “gak tahu...tubuhku, aku merasakan kemarahan seketika.....aarrrggghhhh" kata Liam. Seketika matanya berwarna orange,dan kukunya menjadi panjang. “hah?! Li-liam berubah menjadi Werewolf!!!” kata elix “woh...ada Werewolf baru disini. Mau nyerangku? Sebaiknya pikirkan terlebih dahulu, karena dirimu masih terlalu lemah Werewolf baru.....” kata Werewolf itu. Tanpa basa-basi, Liam pun langsung memukul Werewolf itu sehingga membuat Werewolf itu terlempar jauh. “au, lumayan bagi Werewolf baru sepertimu. Kita lihat sampai kapan kau bertahan” kata Werewolf itu sambil menyerang Liam. Mereka pun saling jual-beli serangan.
Sampai akhirnya... “ahhh!” kata Werewolf itu “gak-gak mungkin dia sekuat ini, dia hanya Werewolf baru. Tapi aku gak boleh terus-menerus disini, bisa-bisa aku mati karena Werewolf baru ini yang cuku kuat” kata Werewolf itu di dalam hati. Dia pun melarikan diri. “ hey-hey Liam, tenanglah ini aku elix ” kata elix yang panik karena Liam mengarah ke arahnya. Namun, seketika Liam pun pingsan.
Beberapa menit kemudian, “ah, aku dimana?” tanya Liam yang tersadar. “syukurlah kamu sadar Liam. Kita ada di tenda sekarang” kata elix “terus, bagaimana dengan Werewolf yang menyerang kita tadi?” tanya Liam “kamu telah mengalahkan Werewolf itu saat aku mengevaluasi yang lain” kata Roy “ hah?! Bagaimana mungkin aku bisa mengalahkan Werewolf itu?” tanya Liam “kamu juga seorang Werewolf Liam. Kamu mengamuk saat Werewolf itu menghalangi kita untuk masuk ke dalam tenda.” kata elix “apa?! Gak- gak mungkin aku seorang Werewolf” kata Liam “ tapi itulah takdirmu liam.” kata Roy “tapi bagaimana bisa aku menjadi Werewolf?” tanya Liam “ pada dasarnya, manusia akan menjadi Werewolf jika dia di gigit atau di cakar oleh seorang alpha.” kata Roy “alpha? Apa itu” tanya Liam “alpha adalah sebutan bagi pemimpin Werewolf di kelompok para werewolf.” kata elix “kenapa kalian tahu banyak tentang Werewolf?” tanya Liam “karna.... Aku juga seorang Werewolf Liam. Dan bang Roy adalah seorang manusia singa.”kata elix “hah?! Mustahil, selama ini kamu adalah Werewolf?! Tapi jika bang Roy adalah manusia singa mengapa kalian bisa bersatu?” tanya Liam “tentu saja karena kami adalah saudara kandung. Kami jadi makhluk supranetral bukan karena DNA keluarga kami. Tapi karena kami di gigit oleh alpha dari bangsa kami masing-masing” kata Roy “oh y. Liam kamu harus merahasiakan identitas kita dan dirimu sendiri, termaksud ke ibumu. Kamu juga gak boleh sembarangan berubah menjadi Werewolf, karena kita bisa saja di bunuh oleh para pemburu para supranatural” kata elix “baiklah. Aku akan jaga identitas asli kita”kata Liam <bersambung>.....